Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Bertetes Syahdu

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Oleh : Nur Alfiyatul Hikmah

Hikmah yang bisa diambil dari khutbah yang disampaikan oleh ustadz di masjid baiturrahman tempat saya sholat idul adha.
Sudah kesekian kalinya mengikuti sholat idul adha namun kali ini perasaan terharu muncul seketika saat khutbah dikumandangkan.
Subhanallah perasaan ikhlas serta ketawakallan nabiyullah ibrahim A.s dan anaknya nabiyullah Ismail A.s saat hari raya qurban tiba.
Pada zaman dahulu kisah nabi kita yang mengaharukan kini menjadi kisah indah agar kita sebagai umatnya selalu bertawakkal dan ikhlas dalam menjalani perintahnya namun apalah daya kadang kita menjalankan sholat 5 waktu saja merasa sibuk dengan kegiatan yang kurang bermanfaat , seringkali kita melalaikan perintah Allah untuk bersedekah meski 25% keberatan muncul dalam benak diri. Apalagi kita diperintah Allah untuk menyembelih anak kita sendiri darah daging kita tak mungkin rasanya kita ikhlas dalam menjalankan perintah yg begitu berat ini. Namun berbeda dengan nabi kita yg bgtu ikhlas dalam menjalankan perintahNya agar selalu patuh kepadaNya dan berserah diri kepadaNya. MasyaAllah subhanaallah Sungguh mulia nabi kita.
Air mata mulai membasahi pipi serta pakaian saya saat teringat akan kakak kandung yg telah meninggalkan saya lebih dlu. Keikhlasan yg kakak saya alami persis sekali dengan nabi ismail yg ikhlas saat mw dsembelih. Kata2 yg terangkai dsbuah kertas putih menandakan bahwa kakak telah ikhlas meninggalkan kita namun kita yg dtinggalkan malah sebaliknya tidak bisa menerima kenyataan yg datang kepda keluarga kita. Ya Allah ampuni saya serta keluarga saya yg blum bisa mencontoh telandan nabi kita. Kita sebagai hamba mengaku cinta Allah cinta Rasul dan Nabi namun nyatanya kadang yg kita lakukan tdk sprti yg kita ucapkan.
Kejadian yg menimpa diri ini semoga bisa dijadikan sbgai pelajaran berharga yg tak mungkin terhapus oleh masa. Kakak bahagialah disana akan ku temui engkau disurgaNya. Kita kumpul disana ya kak. Tunggu kami kak.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar