Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KEPADA GURU



Wahai guruku, pemegang amanah illahi
Tentang ilmu, tak ada yang dapat diragukan darimu, tak sedikitpun mampu ku bayangkan keluasan samudra pemikiranmu.
Guruku, ketulusanmu tak pernah bertepi. Keikhlasan berbentuk petuah maupun sekedar tatapan senantiasa membuai.
Mengajar, menularkan segala alam yang pernah kau telusuri. Dari jaman ke jaman, pintu ke pintu, dari ketuk ke ketuk lainnya yang telah usai.
Kala nyaring ayam menggugah alam, mata yang terbuka adalah engkau. Mentari yang menatap adalah engkau, senyuman yang menghangat adalah engkau.
Telusur demi telusur
Berbagi adalah prinsip, nafas yang mengakar dari ceruk pendalaman akan pengetahuan dan ketulusan.
Namun, mata kami seringkali curang. Lebih memilih cahaya yang berbinar di balik kelopak yang terpejam daripada cahaya cinta yang kau bawa.
Fikiran kami lebih sering curang. Melayang ke barat- utara-timur laut sesukanya.
Telinga kami sering curang. Mendengar alunan musik atau nada berisik dari kawan yang mengabarkan tentang hal yang lebih asik
Tangan kami lebih suka curang. Melukis angin yang merayap. Atau hanya sekedar menuliskan getaran-getaran garis-garis yang terbentuk lantaran mata yang mengantuk
Hati kami curang. Merasakan rabaan yang lain. Tentang film, tentang makalah, atau sekedar pesan singkat dari sosmed
Tanpa berpikir pantaskah?
Baikkah?
Bolehkah?
Perasaanmu?
Fikiranmu?
Gejolak batinmu?
Semua nada menjadi buta, bodoh. Angkuh dengan segala yang ada
Nada yang kami rasa, melodi yang kau kata, tak bertemu di persimpangan yang sama
Maafkan daku, maafkan. Maafkan guru
Biar ketulusanmu tak selalu sampai dengan cara yang tepat di lubuk ini. namun, doa yang terpanjat tak akan pernah kembali dengan tangan hampa.
Cintamu akan berbuih dengan mega nya. Mengakar di celah-celah sempit akalku. Menghujam penuh kuat sampai tapal batas nyawa di peraduan
Maafkan daku, maafkan. Maafkan guru. Maafkan daku
Biar ingus dapat dihapus, biar mata dapat kembali terbuka, biar sukma tak sama. Tapi cintamu, kasihmu, ilmumu, ketulusanmu akan abadi sepanjang masa
Terimakasih guruku


Amanah al Mubtada
Pukul 22.37 wib. Malang, 28 Juli 2016. BCT F3/4. Untuk ASTRA ke-3

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar