Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Bedah Tenses

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Hasil gambar untuk 16 tenses


Oleh Ninis Nofelia MPAF

Ta’lim berbahasa semalam “sesuatu banget” buatku. Ada warna berbeda yang membuat menarik hati untuk khusyuk menyimak pembelajaran bahasa Inggris. Pelajaran Tenses pada malam itu merupakan kali ke-sekian aku mengulanginya. Namun, malam itu berbeda. Ustadz Harir seakan berhasil mengurai benang kusut pemahamanku tentang tenses.
Minggu sebelumnya, beliau menjanjikan untuk mengasah kepekaan kami dalam kemampuan mendengar dengan baik dan benar. Listening section, bagian ini bagiku benar-benar butuh kajelian dan ketepatan memasang telinga. Pengalaman mengikuti TOEFL 2 tahun yang lalu, bagian ini yang membuat sedikit trauma pendengaran, hehe. Isinya berupa berbagai percakapan yang membuat isi kepala berlibur kemana-mana. Mungkin inilah yang disebut gagal fokus. Oleh karenanya kehadiran beliau membuat hati memnjadi penasaran. Kira-kira apa ya materi yang akan beliau sampaikan?

Penasaranku semakin melebar ketika melihat kehadiran beliau menggunakan ransel, berjalan memasuki aula serbaguna yang biasa kami gunakan untuk berbagai kegiatan, terutama sebagai pusat area pembelajaran di pondok Darun Nun. Seperti biasanya, langkah beliau yang seakan menghentak-hentak bumi bagiku langkah ini seperti simbol semangat yang membuat seisi ruangan menjadi ketularan semangat untuk menerima  materi. Timbul berbagai pertanyaan di kepala. Mungkinkah akan sama seperti yang pernah aku pelajari sebelumnya?
Ustadz Harir membuka ransel dan mengeluarkan sepasang sound speaker kecil untuk menjangkau telinga-telinga kami dalam pembelajaran listening, malam itu. Alunan musik mulai diputar, dan swiiiing...... area kelas seakan menjelma seperti cafe romantis bertaburan potongan kertas berbentuk hati, emmm... romantis sekali. Dan tangan mulai bergerak mengisi bagian kosong dari lirik lagu yang sedang diputar. Yah.. More Than Words, lagu lawas yang belum  hilang daya romantisnya hingga kini menyapa telingaku lagi. Kebetulan tetengga sebelahku ketika SMP adalah fans berat Westlife. Ketika menyetel lagu-lagu kesukaannya radius 5 rumah masih terdengar.
Lagu More Than Words  dengan arransement yang lebih slow semakin memudahkan telinga untuk menangkap kata-kata apa yang dimaksud penyanyi. Alhamdulillah, 10 % yang keliru. Bagiku ini peningkatan, karena dulu bisa sampai 50% kesalahannya, hehe. Usai listening yang disetel 3 kali pengulangan, ustadz Harir mlanjutkan tentang pembedahan tenses. Haha, jadi tidak cuma dokter bedah saja yang suka bedah-bedah. Sangat menyenangkan dan InsyaAllah mudah dipahami. Beliau menyajikannya dengan sederhana dan berpola. Teman-teman yang belum mengikuti kelas ini, pasti ingin tahu kan? Berikut paparannya semoga membuat teman-teman juga menyukainya.
Beliau menjelaskan hingga saat ini pembagian waktu ada 4, dan  masih open problem, sehingga ada kesempatan untuk kalian untuk menemukan yang lainnya. Benar-benar seakan kita masuk kelas para peneliti di labolatorium, hehe.  Pembagiannya time dan eventnya yaitu:


Kemudian beliau menuliskan formula dasar untuk setiap event, yaitu:
1.      Present      = V1
2.      Continous  = Be + ing
3.      Perfect       = Have + V3
4.      Past           = V2
5.      Future        =  Will + Bare Infinitive
Dengan bermodalkan 5 formula di atas, kita bisa merangkai sendiri formula setiap tenses dari 16 tenses yang nantinya akan terbentuk. Sebagai contoh aku akan ambil satu contoh time yaitu dari present. Dari time present ini akan terbentuk 4 tenses (bisa sambil lihat tabel yang sudah disajikan sebelumnya), yaitu : Simple Present, Present Continous, Present Perfect, dan Perfet Continous.
            Oke, sekarang kita akan mulai merangkainya untuk masing-masing tenses.
11.      Simple Present
Ambil formula nomor 1, kemudian awali dengan subjek dan diakhiri dengan objeknya. Sehingga terbentuk:
S+ V1+ O
Contohnya: I eat rice
22.      Present Continous
Ambil formula nomor 1 dan 2, kemudian awali dengan subjek dan diakhiri dengan objeknya. Sehingga terbentuk:
S + V+ (be+ ing) + O
Contohnya: I am eating rice
33.      Present Perfect
Ambil formula nomor 1 dan  3, kemudian awali dengan subjek dan diakhiri dengan objeknya. Sehingga terbentuk:
S+ V1 + (Have+V3)+ O
Contohnya: I have eaten rice
44.      Present Perfect Continous
Ambil formula nomor 1, 3 dan  2, kemudian awali dengan subjek dan diakhiri dengan objeknya. Sehingga terbentuk:
S+ V1 +(Have+V3)+  (be+ ing)
Contohnya: I have been eating rice.

Bagaimana? Mudah , bukan? Teman-teman bisa meneruskannya sampai genap 16 tenses. Semoga teman-teman suka ya, dan kita bisa mengambil banyak manfaat dari mempelajari bahasa Inggis ini. Ini  bukanlah akhir, tapi awal dari memahaminya. Ilmu alat yang InsyaAllah bisa menjadi alat untuk memahami banyak hal di era globalisasi ini. Sampai jumpa di pengalaman pribadi berikutnya...






Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar