Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Menyelesaikan Masalah tanpa Masalah

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

 Nur Alfiyatul Hikmah

Segala urusan itu datangnya dari Allah, kita sebagai makhluk-Nya hanya bisa mensyukuri dan menerima problematika yang Allah kasih kepada kita karena problematika ini adalah sebuah bumbu dalam kehidupan yang akan membuat hidup ini menjadi berwarna, tidak mungkin di dunia ini hanya ada senang saja dan tidak mungkin di dunia ini ada sedih saja. Namanya juga kehidupan ada Senang juga ada Sedih. Kalau ada keberhasilan pasti ada yang namanya kegagalan, tidak mungkin kita menemui kegagalan terus menerus dan juga tidak mungkin kita menemui keberhasilan terus menerus namanya juga hidup itu berwarna ada kalanya kita diberi kegagalan dan ada kalanya kita diberi keberhasilan tergantung kitanya dalam menanggapi sebuah bumbu kehidupan. Jangankan kita seorang Nabi yang diutus oleh Allah SWT juga mempunyai problem, Nabiyullah Adam AS diciptakan oleh Allah SWT sendiri bertahun-tahun beliau hidup sendiri di syurga ternyata juga mempunyai problem, Gumam Nabi Adam (Kalau hidup ini enak tapi makan sendiri tidur sendiri semua serba sendiri mending saya minta kepada Allah seseorang yang bisa mendampingi dalam hidupku akhirnya minta kepada Allah). Nabi Adam berdoa kepada Allah " Ya Allah beri aku pendamping hidup yang sekiranya bisa ku ajak sukses bersama di dalam syurgamu ini". Di ciptakanlah oleh Allah Ibu Hawa. Adanya ibu Hawa yang semestinya mendampingi Nabi Adam tapi kenyataannya malah disisipkanlah sebuah problematika. Problem masalah dengan seorang istri. Di sini Ibu Hawa banyak menuntut permintaan kepada Nabi Adam sampai-sampai Nabi Adam lupa dengan sang Khaliq yang telah menciptakan isteri untuk nabi Adam. 

"Wala Taqroba Hadzihis Syajarota fatakuna minaddholimin " Artinya : Hai adam dan Hawa jangan engkau sedekat itu Bahaya. Nabi Adam dan Ibu Hawa tidak boleh berdekatan takut terjadi yang tidak-tidak. Ternyata bukan hanya berdekatan tapi Nabi Adam dan Ibu Hawa melakukan perbuatan yang dilaknat oleh Allah SWT. "Faazallahumas Syaitonu Anha Faakhroja huma mimma kana fiih" Akhirnya diturunkan oleh SWT persoalan. Allah memisahkan keduanya yang isteri di turunkan di sebelah timur sedangkan sang suami diturunkan di sebelah barat, namanya suami isteri tidak bisa dipisahkan akan tetapi Allah memberi peringatan agar tidak mengulangi perbuatan yang membuat Allah Laknat kepada Suami-Isteri ini. Nabi Adam dipertemukan lagi oleh Allah dengan Ibu Hawa, Setelah dipertemukan oleh Allah Nabi Adam diberi keturunan 4 orang anak. 

Nabi Nuh ada juga persoalan "Daautu qaumi lailawanaharo walam yazidhum dua'i illa firoro", Artinya :  Aku dan kau setiap hari, pagi siang sore dan malam orang-orang datang mendekat enkau malah menjauh. Sampai anaknya sendiri tidak mau mengikuti Ayahnya sendiri jangankan anaknya seorang isterinya saja tidak mau mengikuti suaminya yakni Nabi Nuh AS. apakah ini problematika, iya ini problematika bagi Nabi Nuh AS. Nabi Nuh berdoa meminta kepada Allah SWT agar anak dan isterinya mengimani kenabiannya Nabi Nuh sebagai ayah dan suami bagi keluarganya. Lalu umat yang mengimani Nabi Nuh naiklah di dalam perahu Nabi Nuh AS, terlihatlah anak dari Nabi Nuh yang berlari-lari menuju puncak gunung. "Ya Bunaiiyarkam manaana wala takum minal kafirin" Anakku ikut bapak nak jangan sampai kau ikut orang kafir. Emergency anak kandungnya sendiri darah dagingnya Nabi Nuh sendiri tidak mau mengikuti agama Bapaknya, sunguh rugi anak tersebut jika sampai ajal tiba tidak mau menuruti Bapaknya. "saawii ila jabali ya'simuni minal ma' " Saya akan mengungsi ke gunung agar tidak terkena banjir akan tetapi anak tersebut tetap saja di tenggelamkan oleh Allah karena tidak beriman kepada Allah SWT. Nabi Nuh dan Nabi Adam sama-sama memiliki persoalan dalam menghadapi isterinya.

Nabi Muhammad SAW juga memiliki persoalan, Beliau menangis tersendu-sendu karena paman beliau yang memberi semangat yang memberi dukungan kepada beliau namun nayatanya pamannya tidak mau mengikuti agama yang dianut oleh Rasulullah SAW. Allah lah yang tidak memberi iman kepada paman nya Nabi Muhammad. Ketika ajal mau menghampiri paman Nabi, Nabi datang dan menuntun pamannya agar mengucapkan Syahadat namun paman dengan tegas menolak tuntunan Nabi. Sampai Nabi Muhammad berjanji akan menolong pamannya kelak di akhirat nanti, akan tetapi sang paman tidak diberi keimanan oleh Allah SWT. Sampai-sampai Rasulullah di tegur oleh Allah SWT. "Innaka La tahdi man ahbabka walakinna Allaha yahdi man yasak" Hai Muhammad tidak seenaknya engkau memberi hidayah tidak seenaknya engkau memberi petunjuk, petunjuk ini atas Kuasa-Ku, Akulah yang memberi petunjuk. Sampai Akhirnya paman Nabi mati dalam keadaan Kafir. Inilah persoalan Nabi Muhammad yang tidak bisa mengajak pamannya sendiri untuk masuk ke dalam agama Islam.

Para Nabi saja mempunyai persoalan apalagi kita sebagai makhluk biasa, pasti memiliki banyak persoalan. Baik persoalan dengan Orang Tua, Keluarga, Teman, Saudara ataupun Masyarakat. Persoalan pasti kita alami namun adakalanya persoalan di selesaikan bukan di bikin rumit. apapun masalahnya kita hadapi dengan tenang hati lapang serta ikhlas dalam menerima persoalan. Kalau tidak suka dengan persoalan jangan hidup, hehehe.. :D. Orang Hidup itu memang ada persoalan. Seperti Kata Nabi persoalan itu di dalam Qur'an-Nya "Fainna Ma'al Usri yusro" Setiap ada persoalan pasti ada penyelesaian.

Untuk menyelesaikan Persoalan ada tiga hal yakni :

1. Sholat Tepat Waktu ( Iqomatissholati ala Waqtiha)

Susahnya hidup teryata bisa diselesaikan dengan Sholat tepat waktu dengan hati yakin kepada Allah, Insyaallah segala persoalan akan mudah terselesaikan. seperti yang telah terukir di dalam kitabnya "Uduni astajib lakum" Berdoalah dengan melaksanakan sholat maka Allah akan mengambulkan permintaan kita. Jangan sampai lupa mendirikan sholat inilah kunci utama dalam menggapai ketenangan jiwa serta dalam menyelesaikan persoalan yang ada. "Innasholata tanha anil fakhsai wal munkar" Sessungguhnya sholat itu membentengi perbuatan mungkar. Jika perbuatan mungkar tidak ada insyaallah Allah akan melindungi kita.

2. Sedekah


3. Berbakti Kepada Kedua Orang Tua


Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar