Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

ILMUAN WANITA YANG SUFI



Oleh Dyah Ayu Fitriana 


Nafisatul Al Ilm, sumber pengetahuan Islam yang berharga, begitulah kebanyakan orang menyebutnya. Beliau adalah cicit dari Rasulullah Saw. Dikenal sebagai perempuan yang abidah zahidah (tekun menjalani ritual agama), namun juga merupakan seorang ilmuan terkemuka pada masanya, sehingga Imam Syafii berguru padanya. Beliau lahir di Madinah dan wafat di Mesir (145 H- 208 H), makam beliau ditempatkan di Masjid Sayyidah Nafisah Kairo, Mesir.

Ketika berusia 44 tahun, beliau hijrah ke Mesir. Begitu bahagia penduduk Mesir dapat berjumpa dengan wanita yang kealimannya sudah tersohor ini. Ratusan penduduk setiap hari berkunjung ke rumah beliau untuk meminta doa, nasihat atau berkonsultasi. Namun karena banyaknya waktu yang digunakan untuk melayani ummat, Sayyidah Nafisah merasa waktunya kurang untuk beribadah. Beliau khirnya memutuskan untuk kembali ke madinah agar tiap hari dapat berkunjung ke makam kakeknya, Nabi Muhammad.


Mendengar kabar tersebut penduduk kairo berduka cita. Bahkan Gubernur Mesir turun tangan. Ia melobi Sayyidah Nafisah agar tetap tinggal di Mesir. Gubernur berjanji menyediakan tempat yang lebih luas agar dapat menampung jamaah yang banyak dalam pengajiannya. Beliau juga mengusulkan agar waktu untuk melayani masyarakat hanya pada hari rabu dan sabtu saja. Akhirnya setelh menimbang dan meminta petunjuk Allah, Sayyidah Nafisah memutuskan untuk tetap tinggal di Kairo, Mesir.

Lima tahun setelah Sayyidah Nafisah tinggal di Kairo, Imam Syafi'i tiba pula di sana. Karena sudah lama mendengar ketokohan ulama perempuan ini, beliau berkunjung ke rumah Sayyidah Nafisah. Sayyidah Nafisah pun menyambut dengan suka cita kunjungan Imam Syafi'i. Perjumpaan itu berlanjut dengan pertemuan yang sering. Jika Imam Syafi'i berangkat mengajar ke masjid nya di Fustat terlebih dahulu beliau mampir ke rumahnya. Begitu pula ketika pulang beliau mampir  ke rumahnya. Dikabarkan bahwa beliau adalah ulama yang paling sering berkunjung dan mengaji pada Sayyidah Nafisah.

Manakala Imam Syafi'i sakit beliau mengutus sahabatnya untuk memintakan doa pada Sayyidah Nafisah, dan ketika sahabatnya pulang beliau telah terlihat bugar kembali. Suatu hari ketika beliau sakit Sayyidah Nafisah mengatakan hal yang berbeda "Matta'ahu Allah bi al-Nadzhr Ila Wajhih Al-Kariim" (Semoga Allah memberinya kebahagiaan ketika berjumpa dengan-Nya). Mendengar ucapan tersebut Imam Syafi'i faham bahwa usianya tidak akan lama lagi, beliau berwasiat kepada sahabatnya agar jenazahnya dibawa ke rumah Sayyidah Nafisah untuk di sholatkan.

Begitulah kisah Sayyidah Nafisah, seorang sufi yang juga ulama perempuan terkemuka. Islam dan dunia merindukan sosok seperti beliau. Semoga kitadiberikan kemampuan untuk menjadi Sayyidah Nafisah berikutnya.

Adopsi Buku Ashabul Kahfi Melek 3 Abad
Dr. Nadirsyah Hosen & dr. Nurrussyariah Hammado  

Bukit Cemara Tidar 
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar