Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Hubungan "pacaran" dengan Teori Columb

 Oleh : intani sholihah hafizatul husna

Pacaran dalam islam hukumnya HARAM !. Haram yaitu jika dikerjakan mendapat dosa, jika ditinggalkan mendapat pahala. Kita tahu bahwa hukum pacaran itu haram, lantas mengapa kita masih saja menjadi aktifisnya? kenapa? coba kita buka pikiran kita sejenak, bahwa dengan berpacaran, kita tentu telah melanggar syariaat-Nya. yang HALAL itu MENIKAH bukan PACARAN !. Terlalu banyak mudharat yang kita dapatkan jika kita pacaran, salah satunya yaitu berkhalawat.
       Jangan menjadi aktifis pacaran, karena pacaran merupakan jalan cinta paling mengerikan yang tak ada contohnya dari Allah dan Rosul. Pacaran adalah bid'ah paling mungkar dalam jalan cinta, pacaran adalah sumber dosa dan luka, bagaimana tidak? aku bisa membuktikannya dengan Teori Columb !

Tahu teori columb kan? Kalau dulu pernah SMP dan SMA, pasti pernah belajar teori listrik dasar di fisika. Aku katakan bahwa peluang dosa itu sebanding dengan gaya tarik menarik dua muatan. singkatnya hal ini dapat disederhanakan dalam rumus :

Pasti ngga paham ya? kita langsung kecontoh soal aja ya, kita pakai soal cerita aja supaya ngerti ya, Hehe (Maaf disini saya pakai gambar untuk nulis rumusnya, karena cara penulisannya untuk rumus-rumus saya belum bisa di blog, jadi saya nulis rumusnya di word baru saya cupture).
Lanjut ke contoh soal cerita yaa :).

Contoh : Singkat cerita, terbinalah hubungan si A dan si B yang mereka sebut dengan istilah pacaran. Nah, supaya paham kita buat suatu perbandingan "before dan after" pacaran. Kalau kita buat suatu permisalan sebelum pacaran mereka jaraknya jauh / tidak pernah saling mengusik satu sama lain. kita buatlah dalam ukuran 16 m. Dengan ketetap bahwa besaran kedua muatan cowok (A) = 2 columb dan cewek (B) = 2 columb (Walau realitanya tidak mungkin sama dan jumlah muatannya lebih besar, tapi supaya kita mendapat kesimpulannya saja). Dan setelah pacaran, jaraknya jauh lebih dekat dibanding sebelum pacaran. iya kan? Iya ! . jadi kita kasih lah jarak 1 m. Walau realitanya lebih dekat, bahkan tidak berjarak sama sekali. Waiiya zubillah.


Penyelesaian:

Semakin besar gaya tarik menariknya, semakin besar peluang dosa atau sebaliknya :)

Teman- teman bisa lihat perbandingan sebelum pacaran dan setelah pacaran, bukan? kuatan mana? Setelah pacaranlah. yang artinya peluang dosa ketika pacaran lebih banyak. Ingat persamaan ( Peluang dosa = Kuatnya gaya tarik menarik dua muatan ). Dan realita membuktikan betapa banyak wanita yang menjadi korban ataupun aktifis pacaran.

     "Mencintai karena Allah adalah ketika kita mencintai sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulnya. Lalu bagaimana aku mencintai wanita/lelaki yang halal untukku nikahi? Jawabannya adalah Halalkan dia /nikahi dia, kalau belum mampu? maka jaga jarak dengannya agar terhindar dari zinah ataupun dosa. Karena ketahuilah wahai saudariku, yang mencintaimu adalah dia yang ingin menghalalkanmu bukan ia yang ingin kau jadi kekasihnya, dia tidak menyentuhmu karena ia tahu ditusuk dengan besi panas lebih baik baginya daripada menanggung dosa bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya. Mendoakan yang terbaik untukmu, menjagamu dalam do'a dan nasehat itulah lelaki yang sayang padamu" .
Akhir kata untuk semua wanita, khususnya saudariku di Darunnun  ' Semangat ! jangan lepas rangkul Allah yang telah kau dekap saat ini, istiqomahlah, jaga dirimu, tutup rapat auratmu, tundukkanlah pandanganmu, istiqomahlah bersama hijab/niqobmu karenya kamu aman didunia serta mulia di akhirat , insyaallah akan ada laki-laki mulia yang tampan, sholeh sertam mapan yang akan datang menjemputmu.

NB : saya menulis tentang pacaran ini bukan berarti saya merasa paling benar, hanya saja ingin bersama-sama hijrah menuju yang lebih baik . dan tulisan ini murni dari saya sendiri. jika ada kata yang kurang sesuai pada kalimatnya, mohon dimaklumi, karena saya sendiri masih harus banyak belajar dalam menulis. yang penting tugas menulis minggu ini sudah saya kerjakan. walau tulisannya masih acak-acakan. hehe
 
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar