Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Tindakan Sosial Perspektif Marx Weber

Oleh 
Dewi Fajariyah
1) Teori Weber tentang Manusia
Teori Weber tentang manusia paling baik didekati melalui penciriannya atas empat jenis tindakan manusia. Dengan memakai pandangannya tentang tipe ideal, Weber memulai analisisnya dengan mengambil dari serangkaian tingkah laku manusia cita-cita tingkah laku rasional yang ia sebut zweckrational atau rasional tujuan.
Bentuk orientasi ini mencakup perhitungan yang tepat dan pengambilan sarana-sarana yang paling efektif untuk tujuan-tujuan yang dipilih dan dipertimbangkan dengan jelas, atau sasaran, seorang pelaku dalam terang keadaan-keadaan khusus tindakannya dan efek-efek sampingan yang diperkirakan ada sarana-sarana yang diikuti dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan lainnya yang mungkin dimiliki pelaku tersebut. Pandangan ini adalah sebuah kerangka pikir yang sangat utilitarian atau instrumentalis. Kerangka pikir ini logis, ilmiah dan ekonomis.
Analisis Weber mengenai jenis tindakan rasional ini tidak menyiratkan bahwa manusia selalu bertindak rasional. Sejauh tingkah laku aktual mendekati tipe ideal rasional tingkah laku aktual mendekati tipe ideal rasional tingkah laku itu langsung dapat dimengerti (dan dengan adanya pengetahuan tentang tujuan-tujuan dan sarana-sarana yang tersedia, dapat diprediksi) tetapi tingkah laku aktual sangat sering menyimpang dari model rasional itu.

Lagi pula sejauh mana tingkah-laku manusia bersifat rasional tujuan berbeda-beda menurut jenis masyarakat yang bersangkutan, rasionlaitas sarana tujuan yang paling khas dari kelompok-kelompok yang tersusun secara birokratis. Yang kedua dari empat jenis tindakan sosial Weber adalah tingkah laku wetrational atau rasional-nilai. Menurut model ini seorang pelaku terlihat dalam nilai penting yang mutlak atau nilai kegiatan yang bersangkutan. Dia lebih mengejar nilai-nilai daripada memperhitungkan sarana-sarana dengan cara yang secara evaluatif netral. Di sisni rasionalitas kalkulatif muncul hanya dalam pilihan atas sarana-sarana-sarana yang paling efektif untuk tujuan-tujuan yang dinilai, dan secara khas nilai-nilai menentukan pilihan sarana-sarana dan juga tujuan, sehingga sebuah tujuan yang secara moral baik mesti dicapai hanya dengan sebuah sarana yang secara moral baik. Manusia yang mengatakan kebenaran apa adanya jelas bertindak secara rasional nilai, tetapi juga benar bahwa semua tingkah laku manusia yang rasional mengandung sebuah unsur rasionlaitas-nilai karena pencarian tujuan-tujuan secara logis dalam segala bentuk mengandaikan bahwa tujuan-tujuan ini dinilai oleh si pelaku.[
Ketiga, Weber memiliki sebuah tipe ideal untuk tindakan afektif atau emosional, yaitu tingkah-laku yang berada dibawah  dominasi langsung perasaan-perasaan. Disini tak ada rumusan sadar nilai-nilai atau kalkulasi rasional sarana-saran yang cocok. Tindakan ini sama sekali emosional dan karenanya tidak rasional.
Weber mempunyai sebuah kategori keempat untuk tindakan manusia yang diberi nama ‘tradisionalis’untuk mencakup tingkah laku berdasarkan kebiasaan yang muncul dari praktik praktik yang mapan dan menghormati otoritas yang ada. Jenis tingkah laku tak bisa dianggap cukup sebagai tingkah laku yang dimaksudkan dan karenanya sebagai tindakan sejati, tetapi Weber memperhitungkan intensionalitas sebaga sesuatu yang implisit dan rrelatif berada di bawah sadar, dan dalam segi ini tindakan tradisional bukannya tidak sama dengan tindakan afektif.
Keempat jenis tindakan ini lebih daripada sekedar piranti para sosiolog: keempatnya adalah cara-cara para individu memberi makna pada tindakan-tindakan mereka dan bagi Weber, mendasarlah bagi kodrat manusia bahwa dia berusaha memberi anti tertentu kepada hidupnya. Oleh karena itu, manusia adalah suatu makhluk religius dalam arti bahwa bahkan kegiatan-kegiatan ekonomisya mengandaikan pandangan dunia umum tertentu yang ia pakai untuk membuta kehidupannya dipahami

~Semoga bermanfaat~
PP. Darun Nun 
Perum Bukit Cemara Tida Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar