Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Tak Selayaknya Beralih Arah


Evi Nurjanah

Rangkaian kata yang begitu menawan bagi hati-hati yang masih sendiri. “Eni & Galih”, tulisan yang ada pada lipatan kertas pada halaman pertama, disambung dengan sebuah ajakan untuk datang ke walimahan, yah, seorang teman mengundangku untuk datang pada acara pernikahannya.
Lembut, ceria, ramah dan manis sikapnya. Seorang sahabat yang selalu berangkat bersama ketika pergi ke SMA. Tak enak rasanya jika datang ke walimahan tanpa membungkus apa-apa sebagai kado pernikahan. Hingga ku minta pada seorang teman untuk membuat sketsa sederhana dengan gambar calon pengantin bersama calon imamnya.
Gambaran sketsa pun sudah siap untuk dicetak, ku pikir akan lebih pas jika dipasang di pigora. Rencananya akan ku ajak penggambar sketsa untuk menemani memilih pigora di sebuah toko yang tersohor di kota Malang, “Sardo”. 


Parkiran motor di toko ini hampir setiap saat penuh oleh kendaraan pengunjung, namun masih dapat sedikit celah untuk menempatkan kendaraanku. Pelanggan toko begitu banyak yang mengantri di beberapa kasir, ku cepatkan langkahku untuk melewati pintu masuk yang tepat berada di samping kasir 1. Kiri kanan ku teliti, namun tak ku temukan barisan pigora di toko lantai 1, akhirnya ku langkahkan kaki untuk menapaki tangga-tangga lantai 2, tak juga terlihat pigora disana, sampai ke lantai tiga. Terdapat begitu banyak barang pecah belah seperti piring, gelas, nampan, hiasan piring dari kaca dan berbagai barang plastik. mataku tersepona ketika melihat hiasan meja dari bahan kaca, pilih-memilih, akhirnya ku mengambil sebuah piring yang sangat lebar terbuat dari kaca dengan hiasan bunga-bunga. Selanjutnya beralih pada barang-barang dari plastik. Sebuah botol minuman dan toples persegi panjang terpilih untuk menemani piring besar di keranjang belanjaanku. Ku rasa sudah cukup banyak barang yang ku ambil, hingga sesaat terlupa bahwa tujuan utama ke toko ini adalah untuk membeli sebuah pigora. Ku putuskan untuk bertanya ke pegawai toko, seorang perempuan muda mengatakan bahwa pigora berada di lantai 1 barisan samping ATK. Ku kembali menapakkan kaki menuruni tangga menuju lantai 1.
Ku pilih-pilih, tak ada satu pun yang sesuai dengan sisa uangku, akhirnya ku batalkan memilih pigora dan ku ajak temanku untuk mengantre di kasir 1.
Selesai menata barang-barang di atas motor, ku ingat samar-samar pesan seorang yang ku hormati  ketika masih kuliah S1. Beliau berpesan bahwa ketika sedang dalam sebuah perantauan hendaknya kita fokus pada tujuan, terlebih ketika menuntut ilmu. Jangan sampai tergoyahkan ataupun terpengaruh dengan hal-hal lain yang bisa mengganggu kita mencapai tujuan. Namun jika akhirnya hal-hal berpengaruh tersebut adalah sebuah kebaikan dan kita mendapatkannya setelah selesai mencapai tujuan, maka hal tersebut adalah bonus dari Allah.
Senyum hambar terlukis tipis di wajahku, hendaknya lain waktu ku utamakan memenuhi tujuanku baru ku sempatkan untuk berfokus ke hal yang lainnya. Namun, senyumku semakin melebar, membisikkan hati untuk tetap optimis dan bersyukur telah Allah ingatkan melalui pengalaman berbelanja hari ini. Akhirnya, ku putar kunci motor dan ku nyalakan mesin untuk menuju ke kediaman kami.



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Bukit Cemara Tidar, Karangbesuki Sukun, Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar