Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KELAPA YANG BUAHNYA TAK SEPERAPA HARGA

Oleh Dyah Ayu Fitriana

        Kultum dhuhur yang dibawakan oleh Ustad Muzakki di Masjid Tarbiyah UIN siang tadi sangat mengena di hati. Perasaan sedih bercampur kesal karena susahnya tuntutan penyelesaian skripsi, terobati sudah. Ust Muzakki, ustad gaul yang ceramahnya berisi namun selalu menghibur. 
          Beliau berucap "Man tawaddhoa rofaallahuu lakum" siapa yang tawadhu rendah hati maka allah akan mengangkat derajatnya siapa yang tinggi hati Allah akan merendahkannya. 
         "Seperti pohon kelapa" ucap beliau. "Dia begitu tinggi, semua bagiannya dibutuhkan banyak orang dari bawah sampai atas, buahnya pun berada jauh di atas. Namun tahukah kita setelah buah itu tua? dia akan dijatuhkan dengan sangat keras, dipukul,dikupas, dijambak dan di parut. Dan harganya pun tidak seberapa mahal. 
         Tapi lihat si ketela, dia berada di bawah tanah. Namun Allah mengangkat derajatnya. ia dijadikan kripik dikemas baik lalu di jual sampai semua penjuru kota. Itu baru contoh buah. Lalu bagaimana dg manusia? Manusia seharusnya juga sama. Merendahkan hatinya. Walaupun mobilnya Mersi, kalau ada guru atau teman di jalan ya tetap saja harus bersalam. Seorang yang berpendidikan S3 harus tetap biasa berbicara pada bawahannya, malah kalau bisa sambil didoakan agar bawahan tersebut bisa menjadi sepertinya. Layaknya Nabi yang tak pernah memberi dengan tangan diatas. Tapi beliau membiarkan pengemis untuk mengambil uang di tangannya, sebagai isyarat bahwa Nabi mendoakan agar mereka bisa memberi seperti beliau.

Perum BCT
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar