Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Belajar Ilmu adab terlebih dahulu sebelum belajar ilmu lainnya

Oleh
Dewi Fajariyah 
 Melihat fenomena di lingkungan sekitar saya, termasuk saya pribadi termasuk orang yang kurang menerapakan adab yang baik terhadap Allah, diri sendiri serta orang lain baik itu teman, guru bahkan orang tua. Contoh, dalam kehidupan sehari-hari ada teman yang telat masuk kelas perkuliahan dengan penampilan yang kurang rapi, langsung saja muncul dari diri prasangka buruk "ah pasti dia tadi malam begadagan, ngopi-ngopi ga jelas di pinggir jalan sampai menjelang pagi makanya dia telat". Sungguh buruk adab kita terhadap Allah, diri sendiri dan teman kita sendiri. Kenapa kita tidak langsung berprasangka baik "subhanallah, temanku ini telat mungkin tadi malam qiyamul lail (sholat tahajjud, berdzikr dan nderes al-qur'an) sampai shubuh kemudian sholat shubuh berjama'ah, karena malamnya qiyamul lail dan  merasakan kantuk berat akhirnya tertidur setelah shubuh dan terlewat sampai jam kuliah masuk, makanya dia telat". 

Kejadian lainnya, baru datang dari perjalanan jauh sampai di rumah. Orang tua langsung menyuruhnya keluar ke suatu tempat saat itu juga. Pasti timbul respon yang kurang baik terhadap orang tua misal "sek buk (bentar buk), bahkan ada yang timbul emosi dengan berkata, " baru nyampek udah disuruh-suruh, udah tau masih capek". Padahal jelas dalam Al- Qur'an surat Al- Israa ayat 23, Allah berfirman "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia".Berkata "ah" saja dilarang apalagi dua perihal diatas jelas dilarang keras oleh Allah kepada ummatnya.

Contoh lagi, ketika seorang teman meminta bantuan untuk diantarkan ke suatu tempat yang memang penting, kemudian posisi saat itu juga banyak tugas, tanggungan organisasi dan lain-lain. Pasti seketika itu memberikan respon tidak bisa mengantarkan. Contoh lain lagi ketika seorang guru memberikan tugas pada kita, pasti lebih banyak menunda-nunda waktu untuk mengerjakan tugas tersebut sampai bahkan deadline telah datang, namun tugas belum juga rampung.
Semua contoh diatas adalah buruknya adab yang dimiliki seseorang saat ini. Banyak kajian ilmu yang telah dia ketahui, mulai dari ilmu agama, sains, teknologi maupun sosial dimana orang-orang saat ini memiliki kecakapan masing-masing bidang kelimuan . Namun ilmu adab (akhlak) yang mengiringinya sangat rendah. Pertanda ilmu adab di era modern, kurang dikaji dan diterapakan. Bahkan penyimpangan moral yang terjadi saat ini lebih halus (tidak nampak) tertutupi oleh tingginya tingkat intelektualitas yang dimilki, seperti korupsi yang dilakukan oleh para pejabat publik (pengambilan hak rakyat), tawuran antar mahasiswa, dan sebagainya.

Alangkah baiknya jika kita dapat meniru kebiasaan baik para ulama salaf, yang mendahulukan kajian dan penerapannya terhadap ilmu adab daripada ilmu lainnya, seperti hal nya kalam Imam Malik bin Abas (Pendiri Madzhab Maliki)

قال الإمام مالك بن أنس – رحمه الله – : ((كانت أمي تعممني وتقول لي: اذهب إلى ربيعة فتعلم من أدبه قبل علمه)) ترتيب المدارك وتقريب المسالك :
1/119

Imam Malik bin Anas berkata : Ibuku memakaikan aku imamah (surban) di kepalaku, kemudian beliau berkata: ‘Pergilah kepada Rabi’ah (guru Imam Malik), Pelajarilah adabnya sebelum engkau pelajari ilmunya!” (Tartib al-Madarik:1/119) 

begitupun dengan Imam Abdullah bin Mubarak (Murid Imam Malik dalam bidang hadits, dan murid Abu Hanifah dalam bidang Fiqh)

وقال الإمام عبدالله بن المبارك رحمه الله : ( طلبت الأدب ثلاثين سنة , وطلبت العلم عشرين سنة , وكانوا يطلبون الأدب قبل العلم ).غاية النهاية في طبقات القراء 1/ 198.


Imam Abdullah bin Mubarak berkata : "Aku belajar adab (tatakrama) selama 30 tahun, dan belajar ilmu (fiqh) selama 20 tahun, dan hendaknya kalian memperlajari adab sebelum belajar ilmu. (Ghayatun Nihayah Fii Thabaqatil Qurra' : 1/198).  

Semoga Allah mudahkan kita menjadi manusia yang beradab, sehingga dengan tingginya adab yang telah dimiliki dan diterapkan dapat jadikan diri sendiri serta orang lain selamat, bahagia dan nyaman. Terutama luhurnya adab ini, jadikan kita memperoleh kebahagian hakiki ketika bertemu Allah nanti

Wallohua'lam Bishshowab
Adaptasi dari kisah Rizqi Muzzammil
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar