Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Wow! Membaca itu Menyenangkan, 10 Cara Cinta Membaca

10 cara cinta membaca

Membaca adalah suatu hal yang mutlak dibutuhkan setiap makhluk yang bernama manusia. Tak terkecuali buat yang masih berambut hitam maupun yang sudah beruban, tak perduli gender, suku, tempat dan tanggal lahir, tak ada perbedaan antar setiap individu. Semua yang bernama manusia pasti membutuhkan ilmu pengetahuan, salah satu caranya adalah dengan membaca. Memang, dengan mendengar dan memperhatikan otak dapat memproses informasi dan menciptakan persepsi. Namun, tidak akan bertahan lama dan tentunya tidak akan seluas ketika membaca menjadi cara andalan dalam rangka memperoleh pengetahuan. Itulah mengapa membaca menjadi kebutuhan primer, selayaknya bernafas dan makan.
Otak sebagai organ tubuh yang paling utama membutuhkan nutrisi secara fisik maupun nutrisi yang sifatnya pembentuk persepsi, untuk menentukan tindakan dan respon menanggapi rangsangan yang diberikan alam sekitar dengan baik. Nutrisi otak yang terbaik adalah pengetahuan, membaca dan berfikir. Namun, masalah yang sering muncul adalah tidak semua orang senang membaca, untuk itu 10 cara ini akan membuat anda mulai dan semakin mencintai ‘membaca’.

1.    Tujuan
Secara pribadi, saya tidak akan mau melakukan sesuatu bila tidak memiliki tujuan secara jelas. Saya yakin begitupula dengan anda. Maka, langkah pertama adalah tentukan tujuan mengapa anda harus membaca. Mungkin ini bisa menjadi opsi tujuan anda.

a.      Karena Allah memberikan perintah demikian “Bacalah!”. Maka membaca sebagai bentuk ketaatan sebagai makhluk. 

b.      Agar dapat memberikan manfaat kepada anak, orang tua, sahabat, orang-orang di asekitar kit

c.       Biar tidak ketinggalan informasi
Dan masih banyak alasan yang dapat anda munculkan

2.    Target
Langkah pertama untuk menccapai sebuah tujuan adalah dengan membuat perencanaan yang baik dan tepat. Bagaimana semen, batu, air dapat berubah menjadi rumah yang cantik dan nyaman bisa terwujud tanpa perancangan terlebih dahulu. Baik dari segi model, anggaran, sarana dan lain sebagainya. Begitupula dengan membaca, agar lebih menyenangkan, rencanakan dengan tepat yang akann dilakukan. Semisal. Dalam 1 tahun menyelesaikan 20 judul buku. Dalam satu bulan menyelesaikan 2 judul buku. Dalam satu hari membaca 100 halaman, dan seterusnya.

3.    Mengatur waktu
Kunci keahlian adalah kosisten, istiqomah dalam menjalankan segala hal demi mencapai tujuan. Dalam tempo 24 jam sehari, tentukan jadwal untuk membaca. Semisal 1 jam setiap hari, bisa diambil waktu yang luang semisal setelah sholat subuh, di sela waktu antara sholat isya’ dan maghrib. Tentunya disesuaikan dengan jadwal harian, yang terpenting selalu bawa buku kemanapun. Sehingga ketika ada waktu luang semisal menunggu antrian, di dalam bis, bisa langsung keluarkan buku dan baca.

4.    Sedikit demi sedikit
Cara mudah untuk menumbuhkan rasa cinta membaca tentunya adalah dengan memulai membaca. Mulailah membaca sedikit demi sedikit, step by step. Tak ada dokter yang tiba-tiba langsung ahli membedah pasien tanpa belajar sedikit demi sedikit terlebih dahulu. Mulai dari belajar anatomi, fisiologi, sampai teknik membedah yang baik dan benar. Begitu pula dengan membaca, demi memperoleh ilmu pengetahuan yang banyak sekaligus mencintai prosesnya yakni membaca. Maka, mulai dari bacaan yang ringan terlebih dahulu, luangkan waktu yang tepat namun berangsur-angsur dan konsisten. Selayaknya pelari marathon yang memulai dengan perlahan namun semakin lama semakin cepat. Biar tidak lelah di awal dan berakhir dengan bosan membaca karena terlalu diforsir di awal. Ingat, step by step – konsisten.

5.    Totalitas
Tujuan membaca untuk memperoleh makna, bukan hanya sekedar membaca kata. Untuk itu, setiap membaca, buku apapun itu lakukan dengan penuh kesungguhan. Benar-benar mencoba memahami setiap makna dari deretan kata di depan mata. Dengan begitu, maka akan diperoleh pengalaman tersendiri terkait kegiatan membaca anda. Bila ada bagian istilah atau pembahasan yang kurang dapat difahami, boleh lah bertanya pada sang ahli, bisa tanya mbah google, bergabung di forum-forum terkait bacaan dan seterusnya. Komitmen dan totalitas yang anda pupuk tentu akan menghasilkan pengetahuan yang lebih mendalam, dan membaca semakin mengasyikkan tentunya.

6.    Teratur dalam mengikat makna
Mengikat makna, cara berikut ini merupakan cara yang cukup efektif untuk memahami apa telah anda baca. Mengikat makna disini maksudnya, adalah membuat catatan setiap selesai ataupun ketika sedang membaca, usahakan selalu membuat catatan lengkap dengan pemahaman anda. Catatan tersebut dikelompokkan berdasarkan bidang yang dibahas pada bacaan. Disendirikan pada buku tersendiri yang mewakili tiap bidang ataupun memisahkan bagian buku yang digunakan untuk mencatat. Untuk kemudian disimpan di perpustakaan pribadi. Dengan begitu ketika muncul permasalahan, bisa langsung digunakan tanpa harus membaca dan mencari-cari di buku asalnya. Lebih menghemat waktu bukan.

7.    Perpustakaan pribadi
Mengumpulkan buku dari berbagai sudut keilmuan merupakan pilihan yang cukup bagus, setidaknya siapkan satu atau dua buku dari setiap bidang. Sehingga ketika dibutuhkan, ketika menemui permasalahan yang terkait tinggal baca, telaah, faham. Namun, biarpun begitu dibutuhkan tempat khusus untuk menempatkan buku-buku koleksi kita tersebut. Sayang sekali jika sudah mahal-mahal beli eh belum ada kesempatan membaca, begitu ingin membaca susah mencari atau bahkan tidak tau dimana terakhir menyimpan buku-buku tersebut. Oleh sebab itu, membuat perpustakaan pribadi cukup menjanjikan untuk menyimpan buku-buku dan ilmu berharga anda. Tidak perlu besar dan mewah, cukup mulai dengan yang sederhana dan memanfaatkan tempat-tempat, sudut-sudut ruangan yang tidak terlalu di gunakan misalnya.

8.    Sharing ilmu
Seringkali kita menemukan seorang guru yang apabila ditanya maka seolah-olah ilmunya tidak pernah habis untuk dibagi. Sebenarnya yangmembuat seorang guru menjadi manusia yang sangat hebat adalah kemampuan dan kemauannya membagi ilmunya. Learning by teaching, yups! Itulah cara agar sebuah ilmu menjadi awet dan bertambah-tambah setiap saat. Karena setiap kita membagi ilmu tanpa sadar kita sudah melakukan evaluasi, pengayaan terhadap diri sendiri dengan mengulang akan memperkuat ingatan dan inilah rahasia para ulama terdahulu. Terbukti dengan menulis kitab, melakukan kajian ilmiah, mengajar, ulama terdahulu semakin pandai, semakin dalam pemahaman keilmuannya lebih dari yang dapat kita bayangkan. Oleh sebab itu, jangan pernah ragu untuk membagi apapun yang kita tahu, untuk lebih tahu. Tidak akan pernah berkurang ilmu yang dibagikan, melainkan akan terus bertambah dan bertambah.

9.    Bantu orang lain dalam membaca
Saling membantu tidak akan merugikan, apalagi dalam hal proses mencari ilmu. Pasti tidak akan sia-sia, dan justru akan terasa semakin berharga. Salah satu caranya adalah dengan membuat kelompok membaca. Masing-masing anggotanya membaca buku yang berbeda. Kemudian setiap satu atau dua minggu sekali, diadakan pertemuan untuk membahas apa yang sudah dibaca selama sepekan, dan bagaimana pendapatnya. Semacam bedah karya, namun dilakukan secara rutin. Dengan begitu pemahaman terhadap bacaan akan lebih mendalam, karena yang diproyeksikan oleh pikiran dan persepsi yang dihasilkan setiap kepala pastilah akan berbeda-beda. Hal ini akan sangat membantu anda maupun sahabat-sahabat anda.

10.    Belajar dari ulama
Setelah memulai memunculkan minat, sampai akhirnya mampu membagikan pengetahuan, saling membantu dalam memperoleh pengetahuan melalui kelompok. Cara sederhana yang terakhir adalah dengan belajar pada ahlinya. Yups! Betul sekali, belajar pada para ulama, orang-orang yang memiliki pengalaman di bidang tertentu, ilmuan, saintis, ustadz, tukang becak, tukang sampah. Belajar kepada siapa saja yang memang ahli dalam bidangnya, dan tentunya berpengalaman. Namun seringkali kita kesulitan untuk menggali ilmu dari mereka, saking deg-degannya, saking hebatnya sehingga tanpa sadar kita menganggap mereka dewa yang sulit untuk didekati manusia, lantaran kita kesulitan untuk memulai pembicaraan. Mungkin ini dapat dijadikan alternatif, mulai dari “apa yang adna baca? Dari buku apa anda memulai? Buku mana yang lebih bagus dalam masalah ini? jika anda telah membaca permasalahan tertentu, lalu apa yang anda baca?” dan seterusnya.
Jadi begitu, itulah 10 langkah untuk mencitai membaca. Selamat mencoba dan rasakan kenikmatan pengetahuan tiada habisnya.

Salam cinta,

Amanatul Mubtadiah

Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar