Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

DILEMA MASJID MASA KINI



oleh: Zuhrotul Anwariyah

            Bersyukurlah para remaja islami masa kini, khususnya yang telah sadar akan pentingnya peran Anda. Terlihat mudah, namun perlu arah. Seolah gampang, tapi jangan sembarangan. Berdasarkan survei membuktikan bahwa persoalan yang sedang terjadi pada diri jamaah kini adalah kurangnya kesadaran pada diri remaja islam. Sehingga yang menjadi generasi penerus dan pengurus masjid bukan lagi remaja, melainkan anak-anak kecil dan bapak-bapak.
Ketika suara adzan masjid dikumandangkan, setiap godaan datang dan menjadi penghalang. Remaja yang hendak berdiri dan mengambil air wudhlu seolah dihadang melalui jeritan ponsel yang suaranya lebih lirih. Bahkan, adzan jarang lagi terjawab. Padahal, sungguh Rasulullah saw telah bersabda:

Artimya: “Apabila muadzin mengucapkan, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ lalu salah seorang dari kalian menjawab, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu An La Ilaha Illallah, ’ dia menjawab, ’Asyhadu An La Ilaha Illallah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, ’ dia menjawab, ’Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Hayya Ala ash-Sholah, ’ dia menjawab, ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’Hayya Ala al-Falah, ’ dia menjawab, ‘La Haula Wala Quwwata Illa Billah, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ dia menjawab, ‘Allahu Akbar Allahu Akbar, ’ kemudian muadzin mengucapkan, ’ La Ilaha Illallah, ’ dia menjawab, ’ La Ilaha Illallah, ’ (dan semua itu) dari hatinya; niscaya dia masuk surga.” (HR Muslim 2/328).
            Harapan jamaah telah tertuang lima kali dalam sehari. Yakni ketika hendak mengerjakan shalat. Setelah mendengarkan suara iqamah, jamaah menjawab dengan doa berikut:

Artinya: “semoga Allah menegakkan shalat ini selama-lamanya dan semoga Allah menjadikanku termasuk golongan orang-orang yang baik dalam mengerjakannya.”
Oleh karenanya, remaja islam mari sadar. Bangun kembali sebuah kepedulian. Wujudkan semua harapan jamaah yang telah terdengar. Kabulkan semua impian yang tertuang!
 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
BUKIT CEMARA TIDAR
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar