Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Menarik minat baca anak dengan menggunakan dongeng

Pondok Pesantren Darun Nun Malang




Mendongeng merupakan hal yang menyenangkan apalagi sewaktu mendongengi anak-anak yang lucu dan gemesin. Di sisni dongeng merupakan bentuk strata lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang benar-benar terjadi. Dongeng merupakan bentuk cerita tradisional atau cerita yang disampaikan secara turun temurun dari nenek moyang. Dongeng berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral ( mendidik ), dan juga menghibur.

            Dongeng juga termasuk kebudayaan bangsa yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsanya. Agar terpelihara dengan baik maka dongeng harus di jaga kelestariannya. Yang termasuk ke dalam suatu budaya yakni dengan cara melestarikan budaya itu sendiri bisa juga berupa bahasa, cerita-cerita rakyat, adat istiadat dan kesenian. Di dalam dongeng terdapat nilai-nilai budaya yang harus dilestarikan oleh kita semua.

            Selain itu pendidikan yang memuat ajaran moral ataupun nilai-nilai luhur dapat kita peroleh melalui cerita-cerita rakyat. Dengan demikian cerita-cerita rakyat yang mengandung ajaran moral dan nilai luhur, dapat kita jadikan sebagai pedoman untuk bertingkah laku atau berbuat bagi masyarakatnya. Selain itu cerita rakyat bisa digunakan sebagai sarana untuk menjaga, melestarikan, dan menanamkan nilai-nilai dan norma-norma pada masyarakat, yang paling penting yakni untuk generasi yang akan datang. Dari cerita rakyat diatas kita juga bisa menanamkan nilai-nilai untuk dijadikan pengendali sosial yang mampu mengatasi konflik sehingga dapat mewujudkan ketentraman dan kedamaian hidup di lingkup masyarakat.
Nah maka dari itu cerita rakyat atau dongeng bisa digunakan sebagai sarana pendidikan yang bersifat prefentiv atau pencegahan, maksudnya yaitu melestarikan dan menanamkan nilai-nilai atau norma-norma yang bisa dipakai sebagai pedoman untuk berbuat bagi individu dalam masyarakat.

            Dongeng bisa menjadi sarana yang baik untuk menanamkan nilai dan norma, yakni menanamkan tentang kebaikan akan mengalahkan kejahatan, nilai kesetiaan, nilai membalas budi, nilai membantu tanpa pamrih, dan nilai-nilai lainnya.

            Dongeng sebagai salah satu bagian dari cerita rakyat ataupun cerita kolektif kesusastraan lisan yang dianggap tidak benar-benar terjadi (Danandjaya, 1984:83). Sebagaimana cerita-cerita prosa rakyat lainnya, dongeng pada mulanya diturunkan secara lisan tanpa diberi judul yang tetap. Sebagai cerita yag diturunkan secara lisan pada awalnya, menurut Danandjaya (1984:83), tujuan utama diceritakannya dongeng adalah sebagai hiburan, meski banyak juga yang melukiskan kebenaran, berisikan ajaran moral, atau bahkan sindiran.

            Imajinasi dan daya kreatif anak dapat ditumbuhkan melalui dongeng. Dengan mendengarkan dongeng seorang anak bisa ikut serta merasakan kesedihan, kegembiraan, ketegangan, kekacauan, kecemasan dan sebagainya. Di sini dongeng bukan sekedar kata-kata, melainkan nilai budaya sekaligus pembungkus ajaran moral. Biasanya dongeng sebagai cerminan perilaku pendukungnya.

            Dongeng merupakan karya seni (Baroroh, 1997:4). Sebagai karya seni dongeng mampu menampilkan yang indah serta bisa menjadi daya pikat yang mampu “menyihir: sehingga kita yang mendengarkan dongeng ikut terjun ke dalam suatu dongeng itu. Di sini dongeng di bungkus dengan rapi di dalam kesenian, yang mudah diajarakan dan disampaikan dan mudah menyentuh titik peka ruang kerohanian kita. Dengan keindahan seni ini kita yang mendengarkan cerita tidak mudah bosan meski sering diceritakan berulang-ulang.

            Dongeng mempunyai berbagai manfaat ataupun kelebihan-kelebihan yakni sebagai sarana pendidikan anak, sarana untuk mempererat hubungan antara anak dan orang tua, sarana untuk mempererat hubungan anak dengan gurunya, dongeng juga bermanfaat untuk meningkatkan daya imajinasi anak, serta menumbuhkan daya kreatifitaas dan berfikir anak, yang terpenting yakni dongeng mampu menumbuhkan minat baca anak. Dongeng bukan hanya sebagai penghibur belaka, dongeng juga bermanfaat bagi perkembangan seorang anak. Nilai yang ada di dalamnya meliputi perkembangan holistik, emosional, kognitif, moral, bahasa, dan sosial (Burke dalam Bunata, 1997:55).

            Menurut bruno Bettelheim manfaat dongeng bagi anak-anak yakni makna psikologis yang terkandung dalam cerita-cerita tersebut yakni antara lain optimisme, mencapai integrasi, membangun integrasi, mencapai realisasi diri yang lebih tinggi dan identitas pribadi mencapai kemandirian, dan penyembuhan dari rasa putus.

            Kegiatan mendongeng biasanya dilakukan oleh guru di ruangan atau dihalaman terbuka. Untuk mengekspresikan dongeng tersebut biasanya guru menggunakan media boneka atau wayang agar anak tertarik. Kegiatan mendongeng terhadap minat baca siswa dapat kita amati bahwa kesukaan anak terhadap buku mulai tumbuh, rangsangan untuk membaca memacu rangsangan untuk membaca, memacu rasa ingin tahu anak, setelah mendengarkan dongeng anak pasti keingintahuannya sangat besar seperti ingin membaca buku yang sudah di dongengkan kepada dirinya, meski hanya membolak-balikkan buku dan hanya mengamati gambar itu sudah cukup baik bagi perkembangan anak usia dini.

            Pentingnya menumbuhkan minat baca anak sejak dini menurut Leonhardt (2002:27) yaitu agar anak dapat membaca dengan baik, mempunyai kebahasaan yang tinggi, memberikan wawasan yang lebih luas keberagamannya, kelak mempunyai ketrampilan bahasa yang lebih unggul, dapat mengatasi rasa tidak percaya diri, memberikan beragam prespektif  kepada anak, membantu anak memiliki rasa kasih sayang, dapat memimpikan atau bercita-cita, mampu mengembangkan pola berfikir kreatif dalam dirinya, dan kecintaan membaca adalah salah satu kebahagiaan utama dalam hidup. Jika minat baca sudah ditumbuhkan sejak dini secara rutin, maka kelak anak-anak akan menjadi generasi yang suka membaca, berwawasan luas, memiliki pola pikir yang kreatif, dan tidak ad lagi masalah yang membicarakan tentang rendahnya minat  baca.

            Minat baca merupakan aktifitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dan cenderung menetap dalam rangka membangun pola komunikasi diri sendiri agar pembaca dapat menemukan makna tulisan dan memperoleh informasi sebagai proses transmisi pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran sepanjang hayat.



Nur Alfiyatul Hikmah







Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar