Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Kesabaran orang tua yang tak terbatas

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
eorang anak yang tidak tahu menahu akan arti orang tua disisiku namun lama kelamaan aku mengerti akan orang tua yang selama ini membimbingku, mengajariku, bahkan mereka rela memberikan seluruh nyawanya hanya untuk si buah hatinya. Orang tua itu bagaikan malaikat yang Tuhan kirim untuk menemaniku di dunia ini, merekalah yang mampu memahamiku, meski kenalan ku ini tak ada ujungnya. Hingga sampai saat ini aku masih saja nakal. Aku sering membuat mereka kesusahan tapi mereka tidak pernah mengeluh akan kenakalanku yang telah ku perbuat kepada mereka. Ya Tuhan ampuni aku yang selama ini telah berbuat nakal kepada malaikat yang telah Engkau kirim untuk menemaniku dan membimbingku. Aku sadar akan hal ini , aku mulai mencoba agar menjadi pribadi yang bisa membanggakan orang tua. Aku harus bisa membuat mereka tersenyum lebar atas keberhasilanku. Mereka pribadi yang kuat, sabar, hebat dan banyak lagi yang tak bisa ku sebutkan saking banyaknya kelebihan dari orang tua ku ini. Orang tua itu ibaratkan air, tanpa mereka aku tidak bisa hidup. Air itu sumber kehidupan bagi emua manusia, bagitu juga orang tua merekalah sumber kehidupan yang tak akan pernah mengecewakanku. Merekalah yang mampu menopang kehidupanku mulai aku kecil ingusan hingga aku mulai beranjak dewasa ini. Masayaallah aku harus bersyukur masih memiliki kedua orang tua yang luar biasa hebatnya , yang mempu mendidikku , mengajariku, menyayangiku sepenuh hatinya sampai-sampai aku tak mampu harus membalas apa kepada beliau . mungkin aku hanya bisa membalas dengan menghormati, merawat orang tua, menemani disaat mereka membutuhkanku pokoknya melayani mereka dengan sepenuh hati itulah caraku untuk membalas kebaikan yang telah diberikan oleh orang tuaku yang hingga sampai saat ini aku masih belum bisa membalas kebaikannya. Apakah Mungkin Tuhan akan mengambil kedua orang tuaku disaat aku belum bisa membalas kebaikan yang telah mereka berikan kepadaku. Y a Tuhan, hanya satu pintaku.. “jangan ambil kedua orang tuaku disaat aku belum bisa membahagiakan mereka”. Aku tidak mau semua kenyataan pahit menimpaku disaat aku belum siap menerima semua ini. Aku yakin Tuhan mengabulkan doaku yang telah ku panjatkan kepada-Nya. Aku tau semua ini tidak mudah untuk dipenuhi. Tapi keyakinan ini kuat sekuat aku menyayangi kedua orang tuaku hingga mereka menutup mata. Aku sangat menyayangi orang tuaku merekalah yang berjasa didalam hati dan didalam kehidupanku, aku tak mampu jika mereka meninggalkanku secepat buroqnya nabi muhammad. Aku ingin kebahagian ini hanya untuk kedua orng tuaku. I LOVE YOU FAMILY.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/alfiyah/kesabaran-orang-tua-yang-tak-terbatas_56d321e7ed9673582d977868

Aku adalah seorang anak yang tidak tahu menahu akan arti orang tua disisiku namun lama kelamaan aku mengerti akan orang tua yang selama ini membimbingku, mengajariku, bahkan mereka rela memberikan seluruh nyawanya hanya untuk si buah hatinya. Orang tua itu bagaikan malaikat yang Tuhan kirim untuk menemaniku di dunia ini, merekalah yang mampu memahamiku, meski kenalan ku ini tak ada ujungnya. Hingga sampai saat ini aku masih saja nakal.

Aku sering membuat mereka kesusahan tapi mereka tidak pernah mengeluh akan kenakalanku yang telah ku perbuat kepada mereka. Ya Tuhan ampuni aku yang selama ini telah berbuat nakal kepada malaikat yang telah Engkau kirim untuk menemaniku dan membimbingku. Aku sadar akan hal ini , aku mulai mencoba agar menjadi pribadi yang bisa membanggakan orang tua. Aku harus  bisa membuat mereka tersenyum lebar atas keberhasilanku. Mereka pribadi yang kuat, sabar, hebat dan banyak lagi yang tak bisa ku sebutkan saking banyaknya kelebihan dari orang tua ku ini.

Orang tua itu ibaratkan air, tanpa mereka aku tidak bisa hidup. Air itu sumber kehidupan bagi emua manusia, bagitu juga orang tua merekalah sumber kehidupan yang tak akan pernah mengecewakanku. Merekalah yang mampu menopang kehidupanku mulai aku kecil ingusan hingga aku mulai beranjak dewasa ini.

Masayaallah aku harus bersyukur masih memiliki kedua orang tua yang luar biasa hebatnya , yang mempu mendidikku , mengajariku, menyayangiku sepenuh hatinya sampai-sampai aku tak mampu harus  membalas apa kepada beliau . mungkin aku hanya bisa membalas dengan menghormati, merawat orang tua, menemani disaat mereka membutuhkanku pokoknya melayani mereka dengan sepenuh hati itulah caraku untuk membalas kebaikan yang telah diberikan oleh orang tuaku yang hingga sampai saat ini aku masih belum bisa membalas kebaikannya.

Apakah  Mungkin Tuhan akan mengambil kedua orang tuaku disaat aku belum bisa membalas kebaikan yang telah mereka berikan kepadaku. Y a Tuhan, hanya satu pintaku.. “jangan ambil kedua orang tuaku disaat aku belum bisa membahagiakan mereka”. Aku tidak mau semua kenyataan pahit menimpaku disaat aku belum siap menerima semua ini. Aku yakin Tuhan mengabulkan doaku yang telah ku panjatkan kepada-Nya. Aku tau semua ini tidak mudah untuk dipenuhi. Tapi keyakinan ini kuat sekuat aku menyayangi kedua orang tuaku hingga mereka menutup mata.

Aku sangat menyayangi orang tuaku merekalah yang berjasa didalam hati dan didalam kehidupanku, aku tak mampu jika mereka meninggalkanku secepat buroqnya nabi muhammad. Aku ingin kebahagian ini hanya untuk kedua orng tuaku. I LOVE YOU FAMILY.

Nur Alfiyatul Hikmah
Aku adalah seorang anak yang tidak tahu menahu akan arti orang tua disisiku namun lama kelamaan aku mengerti akan orang tua yang selama ini membimbingku, mengajariku, bahkan mereka rela memberikan seluruh nyawanya hanya untuk si buah hatinya. Orang tua itu bagaikan malaikat yang Tuhan kirim untuk menemaniku di dunia ini, merekalah yang mampu memahamiku, meski kenalan ku ini tak ada ujungnya. Hingga sampai saat ini aku masih saja nakal. Aku sering membuat mereka kesusahan tapi mereka tidak pernah mengeluh akan kenakalanku yang telah ku perbuat kepada mereka. Ya Tuhan ampuni aku yang selama ini telah berbuat nakal kepada malaikat yang telah Engkau kirim untuk menemaniku dan membimbingku. Aku sadar akan hal ini , aku mulai mencoba agar menjadi pribadi yang bisa membanggakan orang tua. Aku harus bisa membuat mereka tersenyum lebar atas keberhasilanku. Mereka pribadi yang kuat, sabar, hebat dan banyak lagi yang tak bisa ku sebutkan saking banyaknya kelebihan dari orang tua ku ini. Orang tua itu ibaratkan air, tanpa mereka aku tidak bisa hidup. Air itu sumber kehidupan bagi emua manusia, bagitu juga orang tua merekalah sumber kehidupan yang tak akan pernah mengecewakanku. Merekalah yang mampu menopang kehidupanku mulai aku kecil ingusan hingga aku mulai beranjak dewasa ini. Masayaallah aku harus bersyukur masih memiliki kedua orang tua yang luar biasa hebatnya , yang mempu mendidikku , mengajariku, menyayangiku sepenuh hatinya sampai-sampai aku tak mampu harus membalas apa kepada beliau . mungkin aku hanya bisa membalas dengan menghormati, merawat orang tua, menemani disaat mereka membutuhkanku pokoknya melayani mereka dengan sepenuh hati itulah caraku untuk membalas kebaikan yang telah diberikan oleh orang tuaku yang hingga sampai saat ini aku masih belum bisa membalas kebaikannya. Apakah Mungkin Tuhan akan mengambil kedua orang tuaku disaat aku belum bisa membalas kebaikan yang telah mereka berikan kepadaku. Y a Tuhan, hanya satu pintaku.. “jangan ambil kedua orang tuaku disaat aku belum bisa membahagiakan mereka”. Aku tidak mau semua kenyataan pahit menimpaku disaat aku belum siap menerima semua ini. Aku yakin Tuhan mengabulkan doaku yang telah ku panjatkan kepada-Nya. Aku tau semua ini tidak mudah untuk dipenuhi. Tapi keyakinan ini kuat sekuat aku menyayangi kedua orang tuaku hingga mereka menutup mata. Aku sangat menyayangi orang tuaku merekalah yang berjasa didalam hati dan didalam kehidupanku, aku tak mampu jika mereka meninggalkanku secepat buroqnya nabi muhammad. Aku ingin kebahagian ini hanya untuk kedua orng tuaku. I LOVE YOU FAMILY.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/alfiyah/kesabaran-orang-tua-yang-tak-terbatas_56d321e7ed9673582d977868
eorang anak yang tidak tahu menahu akan arti orang tua disisiku namun lama kelamaan aku mengerti akan orang tua yang selama ini membimbingku, mengajariku, bahkan mereka rela memberikan seluruh nyawanya hanya untuk si buah hatinya. Orang tua itu bagaikan malaikat yang Tuhan kirim untuk menemaniku di dunia ini, merekalah yang mampu memahamiku, meski kenalan ku ini tak ada ujungnya. Hingga sampai saat ini aku masih saja nakal. Aku sering membuat mereka kesusahan tapi mereka tidak pernah mengeluh akan kenakalanku yang telah ku perbuat kepada mereka. Ya Tuhan ampuni aku yang selama ini telah berbuat nakal kepada malaikat yang telah Engkau kirim untuk menemaniku dan membimbingku. Aku sadar akan hal ini , aku mulai mencoba agar menjadi pribadi yang bisa membanggakan orang tua. Aku harus bisa membuat mereka tersenyum lebar atas keberhasilanku. Mereka pribadi yang kuat, sabar, hebat dan banyak lagi yang tak bisa ku sebutkan saking banyaknya kelebihan dari orang tua ku ini. Orang tua itu ibaratkan air, tanpa mereka aku tidak bisa hidup. Air itu sumber kehidupan bagi emua manusia, bagitu juga orang tua merekalah sumber kehidupan yang tak akan pernah mengecewakanku. Merekalah yang mampu menopang kehidupanku mulai aku kecil ingusan hingga aku mulai beranjak dewasa ini. Masayaallah aku harus bersyukur masih memiliki kedua orang tua yang luar biasa hebatnya , yang mempu mendidikku , mengajariku, menyayangiku sepenuh hatinya sampai-sampai aku tak mampu harus membalas apa kepada beliau . mungkin aku hanya bisa membalas dengan menghormati, merawat orang tua, menemani disaat mereka membutuhkanku pokoknya melayani mereka dengan sepenuh hati itulah caraku untuk membalas kebaikan yang telah diberikan oleh orang tuaku yang hingga sampai saat ini aku masih belum bisa membalas kebaikannya. Apakah Mungkin Tuhan akan mengambil kedua orang tuaku disaat aku belum bisa membalas kebaikan yang telah mereka berikan kepadaku. Y a Tuhan, hanya satu pintaku.. “jangan ambil kedua orang tuaku disaat aku belum bisa membahagiakan mereka”. Aku tidak mau semua kenyataan pahit menimpaku disaat aku belum siap menerima semua ini. Aku yakin Tuhan mengabulkan doaku yang telah ku panjatkan kepada-Nya. Aku tau semua ini tidak mudah untuk dipenuhi. Tapi keyakinan ini kuat sekuat aku menyayangi kedua orang tuaku hingga mereka menutup mata. Aku sangat menyayangi orang tuaku merekalah yang berjasa didalam hati dan didalam kehidupanku, aku tak mampu jika mereka meninggalkanku secepat buroqnya nabi muhammad. Aku ingin kebahagian ini hanya untuk kedua orng tuaku. I LOVE YOU FAMILY.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/alfiyah/kesabaran-orang-tua-yang-tak-terbatas_56d321e7ed9673582d977868
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar