Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Pembangunan Sendi-Sundi Karakter Bangsa Melalui Muatan Lokal

Menteri Anies Akan Masukkan Muatan Budaya Lokal ke Kurikulum Baru




Yogyakarta - Mendikbud Anies Baswedan memberikan gambaran mengenai kurikulum baru yang sedang digagasnya. Dia akan memasukkan muatan budaya masing-masing daerah dalam porsi yang cukup.

"Sekarang ini ada perubahan kurikulum, dan perubahan kurikulum tidak semua bahan dimasukkan ke situ. Sebab anak kita bukan seperti cendawan yang berisi segala macam. Tetapi kita akan memberikan ruang yang cukup pada ekspresi lokal dan pada budaya seluruh nusantara agar pendidikan kita bukan penyeragaman," ujar Anies di Yogyakarta, Sabtu (14/2/2015).

Anies mengatakan, pendidikan memberikan ruang untuk tumbuhnya sikap kreasi dan munculnya produktifitas. Jadi tujuan mendidik bukan hanya sekedar menghasilkan lulusan dan ilmuwan.

"Tapi menghasilkan manusia baru yang bisa hidup mandiri dan bisa mengelola kekayaan budaya lokal. Jadi mumpung kita lagi ada perbaikan, nanti kita akan masukkan di situ," pungkas dia.



*       *       *

Pembangunan Sendi-Sundi Karakter Bangsa Melalui Muatan Lokal
Analisis atas kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayan 

Dunia pendidikan seringkali memunculkan issu tertentu yang mengarahkan berbagai pihak untuk menghasilkan gubahan baru. Harapannya tidak lain adalah sebagai evaluasi dan inovasi agar sistem yang ada menghasilkan suatu capaian yang lebih optimal, sesuai dengan yang diharapkan. Inilah yang senantiasa diupayakan dari tahun ke tahun, agar pendidikan Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dengan negara lain.
 Sepertihalnya kebijakan baru pada tahun-tanun sebelumnya, pada era ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan juga tengah berupaya memberikan konsep baru perihal kurikulum pendidikan. Hal ini ditandai dengan adanya issu penambahan muatan lokal budaya masing – masing daerah di Indonesia yang nampaknya akan segera dicanangkan. Artinya, setiap peserta didik akan dikenalkan lebih jauh mengenai adat dan kebiasaan di tiap daerahnya, yang mayoritas telah terkemas dalam unsur kebudayaan. Bagi segenap pihak yang bersangkutan, ini merupakan bentuk peluang dan tantangan tersendiri. Dikatakan berpeluang karena dalam pengimplementasiannya akan berpotensi besar dalam menyumbang pengembangan kemampuan nonakademis peserta didik. Dikarenakan dalam substansinya, sebagian besar kebudayaan  yang ada menghasilkan nilai-nilai hingga suatu suguhan yang mengandung estetika dan bernilai tinggi. Sebagai contoh, tari-tarian daerah, lagu daerah, dan sebagainya. Hingga sampai pula pada goal yang beliau katakan, “Pendidikan memberikan ruang untuk tumbuhnya sikap kreasi dan munculnya produktifitas”.
Menanggapi adanya pendidikan karakter yang telah lama digaungkan, nampaknya pemberian muatan lokal kebudayaan dapat dinilai sebagai jawaban yang telah lama ditunggu. Hal ini sejalan dengan misi yang selama ini digencarkan, tidak lain menyangkut pendidikan karakter. Dengan adanya penambahan muatan lokal mengenai pembelajaran budaya, anak Indonesia diharapkan juga mampu memiliki karakter yang mencerminkan keIndonesiaannya. Sejalan dengan apa yang sedang terjadi, hal ini dirasa semakin  penting mengingat arus moderniasi semakin gencar berkembang dari masa ke masa. Maka inilah yang mampu menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Hingga puncak dari segala harapan yang ada adalah sampai pada pelestarian kebudayaan yang dimiliki Indonesia.
Disamping peluang yang ada, berbagai tantanganpun sudah pasti menunggu di pelupuk mata. Beragamnya karakter peserta didik mengharuskan pengajar muatan lokal kebudayaan harus ekstra bekerja keras. Pasalnya, bagi mereka yang sudah terlanjur terinjeksi oleh modernisasi saat ini, tidaklah mudah untuk diberikan asupen yang notabene kebudayaan asli bangsa sendiri. Maka dari itu, mewujudkan pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan merupakan tanggung jawab besar di masa depan. Pemerintah juga diharapkan mampu melakukan pengawasan yang berkelanjutan akan hal ini, agar pencanangan yang ada tidak sekedar pencanangan belaka. Disisi lain, pemilahan materi ajar juga perlu dipersiapkan sebaik mungkin mengacu pada kesesuaian porsi dan standart.

Kebudayaan Indonesia yang ada merupakan sesuatu yang besar. Secara tidak langsung, inilah yang mampu menjadi sumber kekayaan bagi diri suatu bangsa apabila masyarakatnya mampu mengembangkan. Dengan adanya partisipasi langsung dari generasi penerus, maka hal inilah yang dapat menjadi sumber dorongan yang kuat bagi suatu bangsa guna unggul di mata dunia. Semoga.




Analisis berita oleh:

Indah Nurnanningsih
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar