Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Murid dan RPPku

Oleh Dyah Ayu Fitriana





Susahnya mencari media yang relative untuk pembelajaran Dinamika Interaksi Manusia membuat saya begadang malam hari tadi. Bayangkan saja, di sini apartemen ini tak ada wifi(rumah kami aja sih). Paketan internet HP saja sangat mahal. Jadi terpaksa saya hanya menerka-nerka apa media yang bisa saya download dengan cepat esok nanti. Dan jawabannya yakni video atau minimal gambar. Kalaupun tak bisa aku akan menggunakan media dari film-film yang kupunya dari laptopku.
Sesampainya di sekolah aku kaget bukan kepalang. Gimana nggak kaget, aku hanya membawa laptop dan tas. Charger laptop dan mouse tertinggal di meja. Padahal itu alat untuk membuat laptopku berfungsi. Lebih parah dari itu buku pelajaran yang akan kuajarkan serta rangkuman yang sudah kusiapkan sebagai alat tempur, semuanya tergeletak di meja rumah. Yup aku lupa membawanya. Alhasih kututup laptopku karena percuma dia tak akan bisa berfungsi dengan baik. Segera saja laptop teman yang lain yang menjadi mangsa. Hehe
Dengan susah payah kuselesaikan RPP ku pagi itu, karena kebetulan jam mengajarku ada di jam ke dua. Kusempatkan juga untuk mendownload media yang akan kugunakan.  Yes akhirnya aku sudah mendapatkan ide, kelas ini akan kuajak menempel ria. Menempel gambar-gambar tentang dinamika interaksi manusia. Sudah kusiapkan lem dan bolpen. Laptop mbak luza ini akan membawa anak-anak menuju zaman dahulu dan sekarang lewat video-video yang telah kuunduh. Ya Alhamulillah insyaallah akan berjalan dengan lancer. Kutengok jam dii laptop masih jam 08.05 wah masih lama. Namun beberapa detik kemudian aku baru sadar itu adalah jam Indonesia. Dan artinya perbedaannya satu jam peh.. wah aku hamper saja telat masuk kelas, segera kukemas barang-barang. Namun terlebih dulu harus dicetak RPP dan gambar-gambar. Kabar buruknya saat kutengok tempat print. Wih teman-teman PKL ku sedang menggunakan alat tersebut begitu banyak exemplar. Akhirnya aku menyerah pada keadaan. Kuberaanikan diri berangkat hanya dengan bersenjatakan laptop saja.
Kita bisa aja sih berrencana, tapi bagaimanapun juga Allah jua yang menentukan akhirnya. Senjata yang kubanggakan dan kujagakan, laptop tersebut ternyata tak tersentuh sedikitpun di dalam kelas. Mengapa? Ya bagaimana bisa, laptop yang bukan punyaku itu ternyata tidak mau digunakan untuk memakai LCD kecuali dengan sambungan kabel USB terlebih dahulu. Kabel USB dari mana coba, lemaslah sudah aku di depan kelas. Saat membuka pelajaran, dengan sedikit gemetaran aku berpasrah saja. Allah bantu aku. Kubaca doa yang menjadi andalan. Allahumma laa sahla illa maa jaaltahu sahla wa anta tajalil khazna idzaa syi’ta sahla. Yaa allah dzat yang tiada kemudahan kecuali Engkau yang menjadikannya mudah, dan engkau bisa menjadikan susah apa-apa yang mudah. Aku pasrah. Aku sudah berusaha terbaik yang kubisa.

Dan ternyata ketika aku mulai kelas tersebut…. (Bersambung)

Kuala Lumpur, 16 Feb 2016
SIKL
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar