Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Dear Adikku...(Part1)

Dear Adikku yang shalihah, ketika ayam berkokok di terbitnya fajar, disaat semua orang senang nyenyaknya dalam lelap, dalam balutan selimut yang nyaman, maka tidak dengan kita, bangunlah dengan penuh semangat yang baru, jangan mau kalah dengan setan yang membelenggu kita, segeralah mengambil air wudhu, lalu nikmati bercumbu romantis dengan sang Maha Pemilik Cinta. Ketika kita bangun, kemudian shalat dua rakaat, maka engkau telah memperoleh kemenangan, setan akan menangis melihat kita khusyuk dihadapanNya, dengan begitu akan mudah setiap perjalanan hidup kita hari itu. Jangan pernah merasa berat, bangunlah walau dua rakaat, awalnya akan sulit, tapi jika sudah terbiasa, insyaallah akan merasa menyesal jika ketinggalan satu malam saja untuk tidak bangun qiyamul lail. 

Dear Adikku yang cerdas, setiap hari adalah kesempatan yang takkan pernah terulang kembali, maka gunakanlah hari yang kita jalani ini dengan penuh kebaikan. Setiap hari harus ada perubahan menuju lebih baik, harus menambah ilmu pengetahuan dan wawasan , dan tentunya harus bertambah amal kebaikan sebagai tabungan akhirat kita kelak. Mungkin akan banyak rintangan dan ujiannya, disaat teman sebaya kita menghabiskan waktunya dengan jalan-jalan ke Mall, ngerumpi kesana kemari, jangan pernah bersedih ketika engkau merasa ketinggalan zaman, kelak dia yang akan menangis karena dulu terlalu mengikuti zaman yang membuat dia jauh dari Robbnya. 

Dear Adikku yang baik hati, setiap yang kita lakukan, baik itu baik atau buruk,pasti akan ada orang yang suka dan tidak suka. Kita tidak perlu repot-repot mengurus orang yang selalu menilai kelakuan kita, kita hanya terus berusaha menjadi lebih baik. Ingatlah, setiap pekerjaan tergantung niatnya, maka niatkan semuanya karena Allah, lalu biarkan Allah yang akan menilai dan membalasnya. Jangan sampai kita terus berusaha berbaik di hadapan manusia, kemudian lupa membaikkan diri di hadapan Allah.Sebaik apapun kita, cukuplah hanya Allah saja yang tahu. 

Dear Adikku yang cantik, engkau akan selalu cantik dengan apa yang ada dalam dirimu, apa yang Allah berikan adalah anugrah terbaik pemberianNya, Maka dengan menjaganya dengan menutup aurat adalah cara terbaik mensyukurinya, bukan tentang jilbab apa yang kita kenakan, tapi bagaimana jilbab itu bisa menjadi pelindung bagi kita,sebagai benteng diri untuk tidak bermaksiat, sebagai pengenal bahwa seoarang muslimah yang selalu terjaga kehormatannya. Ketika sudah memutuskan berjilbab, bukan fashion jilbabnya yang kita pelajari dek, tapi bagaimana mempelajari islamnya lebih dalam lagi, hingga jilbab bukan hanya sebagai fashion semata, tapi dia menjadi sebuah ketaatan yang terus diiirngi dengan keimanan yang semakin dalam.

Dear Adikku, hidup adalah bagaimana berjuang untuk melakukan yang terbaik dalam rangka ketaatan kepadaNya, kita diciptakan sungguh hanya untuk beribadah kepadaNya, banyak dimensi yang kita bisa lakukan untuk menggapai ridhaNya, maka sat ini, mumpung kita masih punya banyak tenaga,waktu,kesempatan,kekuatan, teruslah menuntut ilmu tanpa mengenal waktu dan tempat, kata pepatah, padi itu semakin berisi semakin merunduk, semoga kita bisa jadi seperti itu, semakin kita berilmu, maka semakin baik akhlak dan perbuatan kita, karena sungguh akhlak itu yang akan mencerminkan ilmu yang kita peroleh. tak ada gunanya sekarang kita pintar berbagai macam disiplin ilmu tapi tak pernah menyembah kepadaNya.

Dear Adikku sayang, tumbuhlah dengan akhlak dengan ilmu, kita pasti akan bahagia dunia dan akhirat. cantiklah dengan akhlak dan ilmu, kita pasti akan dicintai oleh siapapun. 




catatan untuk diri sendiri dan siapapun yang ingin menjadi lebih baik
Izzati Ruba'ie

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar