Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Salah Siapa???


Betapa kakunya tangan ini di minta menulis, seperti kehilangan inspirasi, kehilangan kata-kata, bingung tak tahu apa yang akan ditulis, keluhku padamu sore itu. Bagaimana membacanya Dek, sudah berapa buku yang kau baca? tanya-nya. Lidahku terdiam , mencerna apa yang dia katakan, sempat saja ku kehilangan , sesuatu yang sering sekali Aby sampaikan: Jangan mimpi bisa menulis, kalau tidak banyak baca, orang pandai menulis, karena ia rakus dalam membaca, bagaimana bisa nulis kalau nggak pernah baca???

Kubenarkan dalam hati, kusadari, aku yang telah bersalah. Tak pernah memberi nutrisi pada otakku yang miskin ilmu ini, padahal ia butuh nutrisi dari banyak buku yang harus ku lahap. Masih berani ngeluh nggak bisa nulis? iyya,salah sendiri nggak pernah baca.

Menulis akan menjadi kaku, jika hati dan fikiran tak diberi nutrisi buku yang banyak, tak cukup satu kali, tak cukup satu buku, harus rakus membaca dan membaca, kapanpun dan dimanapun. Sama dengan lidah yang kelu letika muraja'ah hafalan dek, sangat menyedihkan ketika banyak ayat yang terlupakan, itu karena kurang membaca . Jika membacanya sudah luar biasa, dijamin hafalannya juga lancar. Ini hanya tentang kita banyak membaca atau tidak Dek, hanya saja beda yang kita baca.Tapi tugas kita sama, harus banyak  membaca.

Hal yang paling membahagiakan adalah melihatmu menulis banyak karya, yang bisa dibaca banyak orang, yang kita berharap semuanya bermanfaat barakah. Itu katamu yang buatku merasa sangat ingin menulis lebih banyak lagi, apa yang paling  membahagiakan kecuali melihat yang tersayang itu tersenyum bahagia. Terima kasih telah sabar mendengar keluh kesahku Albi. 

Izzati Ruba'ie
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar