Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Mata Biru

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
oleh Amanah Al Mubtada


Sungguh matanya sangat indah, aku menemukan lautan luas tak terbatas lewat mata itu. Ada angkasa rasa yang sungguh menggoda siapa saja saat memandang mata indah dia. Hari ini sungguh indah, aku merasa bahagia. Mata itu menatapku dalam, penuh tanya entah apa yang dia rasa. Tak ingin ku ungkap semua, aku mengerti apa yang kau fikirkan Mata Biru.

Hari ini, menu spesial bubur kacang hijau dan hati sapi. Namun sedikit berbeda, hari jum’at kali ini bubur ini berwarna merah. Cantik, kusuapi kau dengan penuh cinta. Namun tak berkurang setitikpun bubur di mangkuk porselen bergambar bunga biru yang sekarang tertutup warna merah.

Kulangkahkan kaki jenjangku, kembali ke meja rias di pojok kamar bertembok pink. ada hiasan berbentuk noda disana, aku suka. Tembokku tambah cantik dengan warna merah itu.

“Aaa..aaarkh...!!! putriku...!!” ada suara tercekat muncul setelah deritan pintu gerbang, seperti ada hal yang mengejutkan sedang terjadi
derap kakinya mengganggu pagiku, tergesa-gesa kemari. Aku tahu

“sayang.. putri kita...!! dia...” wajah lelaki ini tampak pasi, bahkan di depanku.
Kupandang sepasang bola mata indah, berwarna biru di kotak perhiasan putihku yang sekarang jadi merah juga. Darah

Isakan dan teriakan tak henti-hentinya membuat lelaki ini jatuh dan terkapar berkali-kali. Cih..! dasar manusia tak berguna.


“Darahnya ada dimana-mana, kasian... dia masih dua tahun. ibunya sudah tidak waras” 
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar