Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

JIHADNYA ADIK KECILKU

oleh: Zuhrotul Anwariyah

getar hati semakin kencang. mulut tiada kuat sedikt pun bercakap. tatkala maghrib tiba, tedengar suara dari musholla di rumah. senyum, bahagia, haru, semua membaur jadi satu saat itu.
adik kecilku nan genap 8 tahun usianya, dia duduk di bangku kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI). tak ku sangka, sosok yang tak punya rasa takut dan sering membangkang di masa kecilnya ini, kini dia tumbuh sebagai anak kecil yang mulai memiliki rasa tanggungjawab dan amat pemalu. sikap dan sifatnya yang perhatian dan penyayang kepada sesama serta anak kecil yang berusia di bawahnya, membuat ia digemari dan dipanuti oleh teman dan adik sepermainannya.
adik kecil nan senantiasa kurindukan, begitu ku tersadar akan sikapnya, "mungkinkah ia telah berjihad?" tanyaku dalam hati, ketika kulihat realita yang nampak. tiap kali adzan maghrib dikumandangkan, datanglah tetangga kecilku yang berusia 5 tahun itu. dia menghentikan sepeda mungil yang dikendarainya di depan rumahku sambil brteriak, "mas Alfa, mas... Ayo berangkat!". Yeach, Alfa adalah sapa adik kecilku. tersimpan tanya di benakku, "Ayo??? Ayo kemana???". Lalu kudapati jawaban akan pertanyaanku itu melalui ibuku. ketika aku tanyakan padanya, dijawablah pertanyaanku sambil tersenyum, "ke musholla, itu agenda rutin mereka setiap maghrib tiba". "waw, keren juga 2 anak kecil itu", pikirku.
namun, nampaknya hari ini Alfa sedang capek, sehingga ia menolak ajakan tetangga kecilku ini tuk sholat jamaah di musholla, bahkan ia berkata "hari ini aku gak ke musholla, sholat di rumah saja". "lho, di mana?" sahut tetangga kecilku. dijawablah oleh Alfa, "di musholla rumah". "gak mau, aku gak sholat, pulang saja. gak ramai di sini, gak enak" sahut tetangga kecilku. tersenyum aku mendengar tutur katanya yang polos.
melihat tetangga kecilku yang kecewa dan frustasi itu, Alfa tak tega. "lho.. ayo sholat di sini saja, jamaah sama aku", ucap Alfa. ketika mendengarnya, tetangga kecilku mengurungkat niatnyauntuk pulang. ia pun memutuskan untuk sholat jamaah bersama Alfa. mendengar obrolan mereka berdua, ibuku memberi sedikit arahan kepada Alfa tentang tata cara menjadi imam. meklum, anak kecil. saat diberi arahan dan terlihat pada praktiknya, ternyata masih sedikit tingkat pemahamannya.
di mulailah sholat berjamaah mereka. di bacalah surat Al-fatihah oleh Alfa dengan suara lantang. tepat bunyi ayat terakhir surat, "...waladh-dhoolliin", ternyata tidak ada sahutan "amiin" dari tetangga kecilku. dan Alfa pun diam selama beberapa waktu, nampaknya ia menungg jawaban itu dari makmumnya. setelah tak kunjung juga ada jawaban, dilanjutlah pembacaan surat An-Nash (tanpa diawali dengan pembacaan basmalah). dan terus berlanjut dengan gerakan-gerakan sholat. pada rakaat ke-2 dan ke-tiga, tak terdengan suara lantang lagi dari sang imam sholat. hanya dapat tersenyum aku bersama ibuku yang mengawasi sholatnya kedua anak itu.
itulah kisah imutnya anak-anak kecil zaman sekarang. jika anak kecil saja telah mulai belajar jihad, lalu bagaimana dengan kita? sudahkah kita jihad?


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Bukit Cemara Tidar
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar