Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Bapak

Izzati Ruba'ie

Cerita tentang kita terlalu banyak, belum saja memulai, air mata ini sudah mengalir mengingat semua tentang beliau. Sosok sederhana penyejuk hati nan jauh disana selalu terbayang di kerdipan mata, selalu tercurah do'a do'a indah untuk beliau yang tersayang, semoga Allah selalu menjaga beliau, memberikan kesehatan dan umur yang barakah, memudahkan setiap urusan, mengabulkan semua impian, dan Allah selalu memberikan kebahagiaan di setiap hari hari beliau. Robbighfirly waliwa lidayya warhamhuma kamaa robbayani shogiro.

Bapak , kami memanggil beliau. Lelaki sederhana yang punya cinta yang luar biasa. Mendidik delapan putra putri dengan teladan yang hasan. Beliau lelaki pendiam tak banyak bicara, perkataan beliau sedikit, tapi banyak berbuat. Selalu menanamkan dalam jiwa kami bahwa hanya kepada Allah tujuan hidup di dunia. Memberikan semangat menuntut ilmu setinggi tingginya dan berani meninggalkan kampung halaman, namun tetap rendah hati dengan ilmu yang diperoleh dan dihiasi dengan akhlakul karimah.

Waktu kecil, Bapak selalu membawa saya kemanapun beliau pergi. Beliau orang yang sangat suka silaturrahim, semua guru dan sahabat selalu dikunjunginya. Setiap beliau membawa saya di hadapan Tuan Guru, kepala saya selalu dielus elus oleh Tuan Guru sambil didoakan agar jadi anak yang baik dan pintar. Setiap shalat selalu shalat berjamaah , satu aja anak beliau yang kurang, beliau akan menunggu sapai datang, begitu juga ketika makan, semuanya harus bersama. Setiap selesai shalat shubuh , beliau membuka kitab dan menjelaskan pada kami semua. Selesai shalat magrib kami belajar baca Al-Qur'an, hafalan juz amma kemudian mengulang pelajaran.

Bapak suka berkebun, suka beternak, dirumah kami banyak peliharaan beliau dan halaman yang ditanami buah buahan. Semasa muda dulu beliau habiskan disawah untuk bertani. Saat ini hanya dirumah mengurus hewan peliharaan dan tanaman disekitar rumah. Dikelilingi cucu cucu yang menggemaskan, mereka semua dekat dengan beliau, beliau sosok penyayang yang sangat memanjakan kita, apalagi cucunya.

Bapak selalu bilang, semangat terus sekolah Nak, pergilah menuntut ilmu, jangan fikirkan biiaya dari mana, Allah selalu menjamin orang yang menuntut ilmu, taat kepada Allah teladani Rasulallah dan berusaha manfaat bagi siapapun. Jangan sampai harimu terlewatkan tanpa baca Qur'an, sesibuk apapun jangan sampai ketinggalan dhuha dan tahajjudnya, belajar puasa senin kamis, Niatkan nuntut ilmu hanya karena Allah, jadi apapun besok jangan difirkan , yang penting belajar yang baik.

Setiap pulang, menyaksikan keseharian beliau, selalu menetes air mata ini. Andai saja keshalihan itu bisa diwariskan, Itu yang paling ingin kuwariskan dari beliau. Keshalihan, kesederhanaan dan qona'ahnya beliau. Maafkan ananda Pak,,,Uhibbu ilayka yaa Aby..

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar