Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Bahagianya Menjadi Penulis



Mungkin 20 atau 30 tahun kedepan, kita sudah tak lagi bisa dikenal banyak orang. Seiring berjalannya waktu, kita akan menua dan akhirnya akan meninggalkan dunia yang fana ini. Namun , itu semua tak berlaku pada seorang penulis, raga boleh saja meninggalkan dunia ini, tapi karyanya, namanya, tulisannya, akan selalu dikenang dan dibaca banyak orang. Ia akan abadi sepanjang zaman, banyak yang mengenang dan mendoakan.

Walau mungkin ia berasal dari penulis yang jauh dari jangkauan kita, tidak bisa bertemu langsung dengan para pembaca, tetapi ia menjelma menjadi guru. Penulis akan memiliki banyak murid yang kemudian bisa memberikan keilmuan baru bagi siapa saja yang membacanya. Bukankah kita tau, ada tiga amal yang tidak pernah terputus dari anak adam walau dia meninggal dunia, adala anak yang shalih, ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah. Selama ada orang yang mengamalkan apa yang kita tulis, maka ia menjadi aliran pahala yang tak pernah terhenti.

Mengutip tulisan Ustadz Salim.A.Fillah dalam karya beliau : seorang Penulis terpana ketika di akhirat kelak, ketika menghadap Allah Swt, sambil bertanya Tanya kepada Allah, Ya Allah, kenapa amalku sebanyak ini, dari mana datangnya semua amalan baik ini Ya Allah, Engkau sungguh Maha Penyayang, tapi hamba rasa tak sebanyak ini amalan hamba, maka Allah menjawab: Ini adalah semua karya tulisan yang engkau tulis, setiap yang membaca mengamalkan apa yang kau tulis,  dan itu semua yang membuat hambaKu yang lain lebih dekat denganKu, kata Allah.

Penulis bersemboyan : Hanya ini yang ku tahu, mari bagilah denganku apa yang kau tahu. Penulis berniat diluruskan, ditunjukkan kekeliruannya, setiap pembaca menjadi menjelma menjadi guru, bak seorang murid yang menyodorkan tulisannya kepada sang guru. semoga terus istiqomah menebar kebaikan.,

Izzati Ruba'ie
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar