Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Sombong, Perlu yaa?? Part II

"Maka Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa"
ini adalah terjemahan dari firman Allah yang berbunyi 

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

Saya tertarik dengan tulisan mbak nadzifah sebelumnya. Tentang sombong. Betapa penyakit ini sungguh mudah terjangkit pada hati-hati manusia. Betapa syetan dengan mudahnya menyelipkan rasa sombong ini diantara niat baik kita, disekitar amal mulya kita, di dalam perjuangan kita, dan lebih parahnya diantara perbuatan dosa kita. 

Tulisan ini menjadi pengingat bagi semuanya terutama diri saya sendiri yang masih sering lupa. Di setiap masa, orang-orang sombong selalu berakhir dengan buruk. Ingatkah kita pada syetan yang mengaku lebih baik dari adam? apakah hukumannya? dia dikeluarkan dari syurga dan  dipastikan akan masuk neraka. Ingatkah kita pada fir'aun yang mengakui kerajaan Mesir adalah miliknya, yang mengaku dirinya sebagai tuhan? apakah balasan untuknya? yah dia tenggelam dalam samudra dengan kesombongannya.Dan apakah kita ingat pada Qarun yang menganggap segala yang dimilikinya adalah hasil dari ilmunya sendiri? Dia diterkubur dalam harta yang ditimbunnya sendiri? Lalu bagaimana dengan kita? berapa kali kita merasa sombong, merasa lebih baik dari yang lain, dan merasa memiliki kelebihan yang tidak akan dimiliki orang lain. Kita lupa bahwa segala yang kita miliki akan dengan mudah diambil oleh Sang Pemberi. 

'Aidh Al-Qarni menyebutkan 
Orang yang memuji diri sendiri akan selalu dinilai negatif oleh orang lain. Sebab manusia yang memikliki tabiat yang zalim dan bodoh lebih menyukai dirinya sendiri. Orang yang menceritakan asal usulny adalah orang gagal. Orang yang menceritakan strata sosialnya yang tinggi adalah orang yang bodoh. Orang yang memuji dirinya dengan ketaqwaannya adalah orang yang tertipu. Dan orang yang menuturkan kelebihannya adalah orang hina. 

Berhenti menyebutkan nama orang lain, karena sesungguhnya diri kita tak pernah lepas dari godaan syetan untuk berlaku sombong. Akan lebih baik bagi kita untuk bertaubat kepada Allah. Berhenti memuji diri sendiri dan memperbanyak memuji kekuasaan Allah. Berhenti mengucapkan kebaikan dan membiarkan amal kita yang berbicara. 

Dyah Ayu F
Pondok Pesantren Darun Nun 






Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar