Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Rindukan Aku Dalam Do’amu




Cinta, kata yang tak pernah habisnya untuk dibahas dan diperbincangkan. Semua orang saya kira pasti merasakan yang namanya cinta, entah tua maupun muda, entah cinta dari orang tua, keluarga ,sahabat,teman dan kekasih. Tentu cinta yang paling kira rasakan adalah cintanya Allah swt. Jika bukan karena cintaNya, kita tidak akan pernah bisa hidup di dunia ini, bisa bernafas dengan sempurna, jasad yang sehat, kebutuhan yang terpenuhi dan hidup yang bahagia. Maka tak sepantasnya kita tidak membalas cinta yang Allah berikan yang begitu sempurna ini. Mencintai Allah berarti membenarkan dalam hati, meyakini dengan jiwa, menjalani atau mengamalkan dengan amalan shalih. Tidak bisa kita hanya mengaku mencintaiNya dengan ucapan lisan lalu kita tak mengikuti perintahNya, maka sungguh kita sudah mendustai cinta yang diberikan olehNya. Maka dengan segala daya upaya kita, dengan segenap jiwa dan raga, terus kita berusaha mencintaiNya dengan sempurna. Dengan menaati segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
Ketika kita mencintai, tentu akan timbul rasa rindu. Rindu ingin melihat wajah orang yang di cintai, rindu ingin mendengar suara yang dicintai, rindu ingin terus berada didekat orang yang dicintai. Rindu akan terus bersemi ketika yang dicintai membalas rindu yang dipersembahkan kekasihnya. Semua bunga bunga tumbuh indah bermekaran di taman bunga, begitulah ibarat hati orang orang yang dilanda orang orang yang merindu kekasihnya. Maka akan sangat indah jika rindu kita dibalut dengan ikatan yang suci dariNya, rindu kita akan lebih romantic jika ia dikemas karena mengharap ridhaNya, rindu kita akan lebih sempurna jika semua karenaNya.
Lalu bagaimana dengan kita yang masih memiliki kekasih halal? Rindu kita akan dikemas seperti apa? Rindu kita akan dilabuhkan kepada siapa? Tentu ini pertanyaan besar yang harus kita pecahkan bersama. Saya menulis ini bukan karena saya telah pandai mengelola hati ketika sering kali dilanda rindu, tapi sungguh diri ini hanya ingin berbagi sedikit yang saya punya dan saya rasakan, karena teringat dengan pesan Nabi kita, sampaikanlah walaupun satu ayat, maka izinkanlak jari jemari ini menorehkan sedikit yang mungkin bermanfaat untuk sahabat semuanya.
Ketika hati seringkali membayangkan seseorang yang indah dipandangan mata, entah karena tampan wajahnya, luas ilmunya, karim akhlaknya, santun katanya, banyak hartanya, shalih keturunannya, cerdas otaknya, atau karena berbagai alas an apapun kita mengagumi seseorang, maka cepat cepatlah untuk mengadu kepadaNya. Ada sebuah syair yang mengatakan, jika engkau mencintai seseorang karena pintarnya, maka itu bukan cinta tapi kagum. Jika engkau mencintai seseorang karena hartanya ,maka itu bukan cinta, tapi matre. Tapi jika engkau mencintai seseorang karena tidak tahu alasannya atau bukan karena apa –apa, maka inilah cinta yang sesungguhnya. Om Tere Liye juga mengatakan, seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia akan pergi karena materi.tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi, karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran lebih baik atau lebih buruk. Maka perlu kita pertanyakan dulu hati kita, apa sebenarnya yang bikin hati kita suka? Suka karena apa adanya atau karena ada apanya?


bersambung dulu yah,,,,
sahabatmu Izzati Ruba'ie

Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar