Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Menantilah dengan cinta




Sahabat, tentu pernah kan merindukan seseorang yang sangat kita sayng ?yang kita kagumi? Atau seseorang yang kita harapkan?. Maka penting bagaimana menata hati ketika seringkali rindu itu menghantui hari hari kita. Apalagi ditengah sibuknya belajar, jangan sampai semua aktifitas terganggu hanya karena merindukan seseorang yang belum tentu dia juga merindukan kita. Agar rindu kita ini tidak sia-sia dan selalu dijalanNya, maka labuhkan lah hanya kepadaNya, sampaikanlah hanya kepadaNya, mintalah hanya kepadaNya.
Seperti api  yang menemukan kayu
Membakar dan menghanguskan
Seperti panas yang mencairkan batuan es
Hingga dingin itu menjadi salju
Seperti ombak yang menghantam karang
Bergeming,tapi pasti akan terkikis
Sedikit demi sedikit
Menghujam sanubari
Dan, terasa resah yang menyesak saat nafsu membisikkan
Untuk sekedar menatap
Untuk sekedar menyapa
Umtuk sekedar berbicara
Disini, ada hati yang terkapar
Karena sikap yang tanpa sengaja
Membuat hatiku selalu gundah
Ada yang salah dengan imanku
Karena, aku mulai tergoyahkan
Dengan apa yang ku pandang indah
Ada yang mengganggu keteguhan imanku
Jika ini jatuh cinta
Cukup satu yang ku yakinkan
Jatuh itu sakit
Dan, tentang sikap yang membuatku resah ini memang begitu sakit
Semoga aku bias melabuhkan cintaku hanya karena Allah
Biarlah aku terus merasa jatuh
Tapi, aku akan bangkit untuk membangun cinta
Cinta yang bisa  menggapai syurga
Kan ku tunggu pinanganmu dengan Al-Qur’an
(Bahirul Amaly Heri “Kupinang Engkau Dengan Al-Qur’an”)
Cinta, menurut Ibnu Qayyim, mengharuskan seseorang yang terpanah olehnya untuk mengkhususkan cintanya kepada yang ia cintai. Juga hendaknya ia tidak menyekutukan cintanya terhadap kekasihnya dengan yang lain. Seseorang tidak bisa membagi bagi cintanya dengan adil. Dalam kalbu seseorang tidak mungkin terdapat dua cinta, sebagaimana dalam wujud ini terdapat dua tuha, laysa fii qolbi hubbani wa fil wujudi robbani. maka taka da salahnya ketika mencintai seseorang, yang sering salah adalah cara kita mengekspresikan cinta itu.
Maka taka da salahnya juga ketika kita merindukan seseorang. Karena rindu itu juga fitrah, hati kita lah yang harus di tata bagaimana mengelola rindu itu dengan baik.
Aduhai syahdunya bidadari shalihah
Cantik dengan ketaatannya kepada Allah
Santun dengan akhlakul karimah
Lembut dengan sikap dan tutur katanya
Sederhana tapi tetap mempesona
Menebar kebaikan dan penyejuk jiwa disekelilingnya
Hingga ia tumbuh harum bermekaran
Maka kumbang pun akan berebut mendapatinya
Tetaplah kemar wahai kuntum
Hingga engkaulah yang akan dipetik

Menantilah dengan cinta, rindukan ia dengan do’a. Terus berbenah menjadi lebih baik, hingga Allah kan kirimkan kekasih hidup yang terbaik menurutNya. Tak ada yang perlu dirisaukan tentang siapa dia, karena sungguh,jodoh itu adalah cerminan kita. Allah sungguh adil. Sudah jelas dalam ayat cintaNya, lelaki yang hanya untuk perempuan yang baik pula. Maka tugas kita hanyalah terus menjadi lebih baik, agar Allah berkenan memberikan jodoh yang baik pula. Jangan malu malu meminta kepada Allah. Jodoh seperti apa yang kita inginkan. Sebut pula namanya, tidak apa apa. Allah memang lebih tahu apa isi hati kita, Allah lebih tahu apa yang  menjadi keinginan kita, tapi dengan menyebut namanya itu sungguh menandakan betapa penuh harapnya kepada Allah untuk memberikan dia kepada hati kita. Tentu harus tetap berharap pada Allah, siapapun yang pada akhirnya yang Alllah berikan, maka itulah pilihan yang terbaik menurut Allah. Karena baik menurut kita , tapi belum tentu baik menurut Allah. Maka mohonlah yang terbaik menurutNya, agar semuanya diberkahi, agar bahagia kita mendapat ridhaNya.

Tak ada cara paling mencintai yang paling indah kecuali mendoakannya. Terus minta dia pada Nya sang pemilik segala, sebut namanya dihadapanNya, sembari terus menata diri dan pribadi menjadi lebih baik. Karena do’a do’a yang kita panjatkan akan terpantul kepada orang yang kita doakan.

Izzati Ruba'ie
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar