Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

DAKWAH SEMUT KETIKA DITANYA RIZQINYA

Pondok Pesantren Darun Nun Malang


DAKWAH SEMUT KETIKA DITANYA RIZQINYA


Sebagaimana telah diketahui dalam firman Allah Q.S An-Naml ayat 15-16 bahwa nabi Sulaiman merupakan seorang nabi yang bisa berbicara dengan binatang.
وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا ۖوَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ(15) وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖوَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۖإِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ (16)
Artinya:
“dan Sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan Kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman (15). Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan Dia berkata: "Hai manusia, Kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan Kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata (16)".
Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Sabana Sakti yang berjudul “Dakwah Para Binatang Pilihan Allah” tertulis bahwa dalam suatu riwayat, nabi Sulaiman pernah bertanya kepada seekor semut: “berapa rizqimu dalam setahun?”. Kemudian dijawablah oleh semut: “hanya sebutir gandum!”.
Ditempatkanlah semut tersebut ke dalam sebuah botol oleh nabi Sulaiman, dan ditaruh pula bersamanya sebutir gandum, lalu kepala botol itu ditutup.
Genap satu tahun semut itu dalam botol, dibukalah mulut botol tersebut. Namun, ternyata si semut hanya memakan setengah butir gandum. Lantas, nabi Sulaiman beranya: “mengapa sebutir gandum ini tidak kau habiskan?”.
Dijawablah pertanyaan itu oleh semut: “karena aku dulu hanya bertawakal kepada Allah, sehingga aku makan butir gandum semuanya, karena Dia tidak akan melupakan aku. Tetapi setelah tawakalku beralih kepadamu selama aku berada dalam botol, maka aku biarkan separuhnya, ini aku lakukan untuk menjaga diri barangkali engkau melupakan aku, maka tahun berikutnya aku akan memakan separuh biji gandum yang masih tersisa itu!”.
Setelah mendengar penuturan semut tersebut, nabi Sulaiman langsung bersujud kepada Allah dengan mengucapkan kalimat tentang kebesaran Allah.

 

Zuhrotul Anwariyah
BUKIT CEMARA TIDAR
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar