Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Prasangka Ber Tuhan

                                                                    Prasangka Ber Tuhan


Pondok Pesantren Darun Nun Malang


Inilah liburan yang dinanti-nanti, 

liburan sebelum lebaran hari raya idul fitri,,,taraaaaa,,liburan menanti!
#SENEnggJ

Setelah malamnya pamit sama ummah & abi, (karena berniat buat pulang ba’da shubuh jadi pamit malamnya setelah isya’)langsung paginya setelah sholat shubuh saya capcus buat pulang ke kampung halaman. 

Bismillahirrohmaniirohim......
Setelah keluar dari gerbang pondok, jarak 900 meter ada kucing melintas, lebih tepatnya anak kucing karena ukurannya yang mash kecil.
waktu yang masih pagi membuat jalan tidak begitu jelas, terlebih di area peurmhan yang memnag oada saat itu penerangan tidak terlalu terang.
“gluduk” suara ban yang mengenai badan kucing
dengan segera saya berhenti
“astaghfirullah” gumam saya dalam hati
suasana yang masih petang membuat hati dan pikiran deg-deg an
“pertanda apakah ini” pikiran saya bertanya-tanya
segera saya cari kucing yang badannga sempat mengenai ban sepeda motor saya.
saya lihat-lihat kearah sekitar tempat kejadian, tap tak ada satupun kucing.
pikiran mulai tenang,alhamduliilah  , berarti tidak terjadi apa-apa terhadap kucing tadi, karena saya juga merasa hanya mengenai sedikit dari badan kucing, kesrempet sedikit istilahnya.
hati mulai tenang karena si kucing tidak terluka, tapi tetap saja melayang-layang dalam pikiran”pertanda apakah ini???”
Segera saya teringat dengan perkataan salah satu ucapan ustadz saya “perbanyaklah sholawat dalam keadaan apapun, karena kehebatan sholawat tidak bisa ditandingi dengan akal pikiran manusia”.
þÎTrãä.øŒ$$sù öNä.öä.øŒr& (#rãà6ô©$#ur Í< Ÿwur Èbrãàÿõ3s? ÇÊÎËÈ  
152. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. al-Baqarah: 152)

Saya hidupkan agi mesin sepeda motor saya, sambil melaju pelan, saya iringi perjalanan awal dengan membaca sholawat.
matahari semakin tinggi, hati dan pikiran masih teringat kejadian tadi habis shubuh. Tapi ah,,Bukankah Allah Bersama Dengan Prasangka Hamba_Nya??
Saya mantapkan hati dan meyakinkan pikiran bahwa tidak akan terjadi apa-apa sampai nanti sampai dirumah. Bismillah saya melaju dengan yakin sambil terus komat-kamit sholawat. (Kayak dukun aje komat kamit,,hehe)

Alhamdulillah 2 jam kemudian saya sampai dirumah,.
benar saja tidak terjadi apa-apa sampai dirumah. Saya sempat berfikiran ataukah ini  pertanda buruk ketika diperjalanan, ataukah mngkin akan ada kejadian buruk setelah dirumah???
fikrian kembali bertanya-tanya. Ah,,,kembali lagi: Bukankah Allah Sesuai Dengan Prasangka Hambanya?: sya yakinkan hati dan mantapkan pikiran bahwa semua akan baik-baik saja.

benar saja, alhamdulillah Beberapa hari dirumah sampai menjelang lebaran tak ada hal buruk yang terjadi.
saya teringat dengan kata-kata seorang motivator indonesia yang juga menjadi salah satu idola sayaJ
beliau bekata:  Kita Harus Yakin Seyakin-Yakinnya Terhadap Sesuatu, Sekali Lagi Harus Yakin Seyakin-Yakinnya. Contohnya nih, ketika nabi musa membelah lautan ketika dikejar-kejar orang kafir, beliau yakin laut itu akan terbelah dan bisa menjadi jalan bagi beliau dan umatnya. Oba saja kalau beliau raga, ntar kebelah enggak ya,kebelah enggak ya, kebelah enggak ya??kalau enggak gimana ya,,malu dong sama ummat yang ada dibelakang, malu juga sama musuh yang sudah mnegejar,,,hehe(justkid)
Tapi beliau yakin, dengan sekali pukulan, atas ijin Allah laut pun terbelah. ,

Itulah kuncinya..YAKIN..

Ini juga yang saya terapkan dulu waktu mengikuti tes ujian masuk universitas.
setelah lulus tingkat Sma, saya tidak langsung melanjutkan tetapi berhenti dulu 1 tahun, umumnya orang kalau udah satu tahun tidak belajar, paling enggak ngikutin les, atau bimbingan belajar masuk perguruan tinggi. Tapi saya tidak, saya hanya pinjam tes punya kaka tingkat dan belajar seperlunya.
ujian dimulai, waktu mengisi kolom regristasi ada kolom yang belum saya isi meskipun itu tidak mempengaruhi nilai tes, tapi dari situ membuat hati saya ragu, ragu tidak diterima, ragu akan tidak berhasil dan tidak lolos. Dalam mengerjakan tes saya sudah sangat sungguh-sungguh semaksimal mungkin mengerjakan tes yang ada. Alhasil beberapa hari telah keluar hasil/pengumuman mahasiswa yang lolos atau tidak. Alhamdulillah Allah memberi saya kesempatan untuk mencoba jalur penerimaan lain, artinya saya harus daftar lagi alias belum diterima,,hehe..(Akibat RAGU)

 Niat dari awal hanya ingin di UIN, akhirnya saya mengikuti jalur lain, yaitu jalur mandiri. pada jalur mandiri ini tes lumayan lebih banyak karena selain tes tulis juga ada tes lisan/ wawancara plus baca tulis al-qur’an.  Disinilah saya yakin seyakin yakinnya bahwa saya lolos dan bisa menjadi mahasiswa UIN.  

Hati deg-degan menunggu pengumunan yang mana ini merupakan harapan terakhir setelah tess sebelumnya tidak lolos..:0

Alhasilll,,,,

 Alhamdulillah bebrapa hari setelah itu, hasil keluar DAN nama saya menjadI salah satu mahasiswa yang lolos.

iyah tadi modalnya,,YAKIN Diterima, atas izin allah PASTI dterima.,

LAGI-LAGI..: Bukankah Allah Sesuai Dengan Prasangka Hambanya?
Dari abu hurairah ra, rasulullah saw bersabda:
انَاعِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى
“aku (allah) sesuai dengan persangkaan hamba pada-ku” (muttafaqun ‘alaih)





Semoga Bermanfaat :)

By: Laila Nadzifa


Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar