Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Mengatasi Kesulitan Menulis




Sahabat, ada banyak hal yang ingin kita capai dalam hidup ini. Mungkin salah satunya itu adalah jagi menulis, lebih lebih kita sebagai akademisi yang setiap hari bergelu dengan dunia baca dan tulis. Tapi tak menutup kemungkinan, seua orang juga butuh membaca dan menulis. Dan itu sangat penting. Bukan hanya untuk orang yang sekolah atau kuliah saja, tapi siapapun sangat perlu untuk membaca dan meulis. Dalam Al-Qur’an Allah mengajarkan kita, untuk terus membaca alam ini. Membaca bukan hanya aktivitas dari mata saja, membaca bukan hanya membaca tulisan saja, tapi hakikat membaca adalah bagaimana memfungsikan semua indra yang kita punya untuk mampu mneyerap informasi yang baik kedalam jiwa kita. Setiap detik dari kehidupan ini , tentu tak lepas dari aktivitas membaca. Entah membaca dengan mata, telinga, ataupun dengan hati. Maka disinilah sangat berperan indra kita, bagaimana kita memfungsikan apa yang Allah berikan dengan sebaik baiknya.
Namun, kita sangat sering mengeluh, apa yang harus kita tulis. Ada satu hal yang harus benar-benar kita fahami. Bahwa sesungguhnya menulis tidak akan pernah bisa tanpa membaca. Ini adalah sepasang kekasih yang tak bisa di pisahkan lagi. Jika gemar membaca, maka aka nada banyak hal yang ingin kau tulis. Maka sangat sulit jika ingin jago menulis tapi tak suka membaca. Jika membaca sudah menjadi makanan sehari hari, maka menulis pun akan menjadi minuman sehari hari. Kita hanya perlu memaksa diri kita untuk banyak membaca, dengan begitu akan banyak informasi dan ide ide yang selalu terbayang sehingga tak sabar ingin menulis.
Yuk kita coba beberapa tips yang mungkin bisa muharab buat sahabat semua ketika menemukan kesulitan dalam menulis. Karena segala sesuatu memang harus diusahakan, harus susah dulu, gak akan mungkin langsung bisa, maka disanalah kita akan merasakan proses belajar yang nikmat, mari kita nikmati kemudian merasakan betapa berbunga bunga nya ketika sudah bisa menulis.
1.      Membiasakan diri membaca, membaca apa saja yang ada di hadapan kita, membaca jenis buku apa yang kita suka juga harus terus dicoba, misalnya suka cerpen atau novel, maka banyaklah membaca itu., jika suka buku yang membahas politik atau agama maka teruslah membaca itu. Karena membaca adalah aktivitas menyerap informasi yang kemudian ditampung didalam otak, semakin kita banyak membaca maka otak kita akan penuh dengan informasi, dan akan segera ditumpahkan dengan menulis.
2.      Berkumpul atau banyaklah berteman dengan orang yang suka membaca dan menulis, hal ini sangat mudah kita lakukan. Dengan bertemu orang orang yang demikian ini akan sangat memacu kita untuk mengikuti jejaknya. Jika ingin harum ,bertemanlah dengan orang yang menjual minyak wangi, jika ingin pandai menulis, maka bertemanlah dengan orang yang suka dan pandai menulis pula.
3.      Yuk action dengan menulis. Menulis itu bukan teori yang setumpuk halaman atau dari ceramah dosen yang berjam jam, tapi menulis harus segera di laksanakan. Harus segera dipraktekkan, harus segera di eksekusi, tulislah apa yang ingin kau tulis, tulis apa yang ada dalam fikiran, jangan memikirkan apa yang akan ditulis, kata Bapak Ewa.
4.      Senang mengikuti diskusi menulis, dan  senang bertemu para penulis kemudian bisa berdiskusi, itu sangat baik dalam mengembangkan potensi menulis kita. Semakin kita banyak bertemu orang, dengan karakter yang berbeda-beda, dengan cirri khas penulis yang satu dengan yang lain, membuat kita akan semakin banyak menyerap informasi, membaca kehidupan .
5.      Tiada hari tanpa menulis, ini harus benar benar masuk ke dalam hati kita, hingga setiap hari akan menjadi kewajiban yang akan terasa berbeda jika tidak melaksanakannya, mungkin tahap ini agak sedikit sulit, tapi tak ada salahnya kita mencoba, tapi kalau sudah cinta, maka tak ada yang sulit, cinta itu seperti virus, akan terus menyerang, begitu juga dengan cinta menulis, nanti akan ketagihan pengen nulis dan terus dan terus berbunga bunga kalau sudah menulis.
Sekarang tinggal di coba ya sahabat, semua tergantung dalam diri kita masing masing, walau seribu memberikan kamu tips tapi tak satupun kau mencobanya maka mustahil semua itu akan terjadi. Katanya Om  Iwan Setyawan, Orang boleh pandai setinggi langit , tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah , karena menulis adalah untuk sebuah keabadian.Ustadz Salim A.Fillah juga bertutur : Penulis sejati bersemboyan : Hanya sedikit ini yang ku tahu , ku tulis ia untukmu, maka berbagilah denganku apa yang kau tahu. Penulis sejati tak berniat mengajari, dia Cuma berbagi, menunjukkan kebodohannya kepada para pembaca agar mereka mengoreksi. Penulis sejati berniat diluruskan kebengkokannya, ditunjukkan kekeliruannya, diluaskan pemahamannya, dilengkapi kekurangannya. Penulis sejati jadikan dirinya seakan  murid yang mengajukan hasil karangan pada guru, beribu pembaca menjelma berjuta ilmu. Bukan kecerdasan yang membuat seorang penulis menjadi besar, kehausan pada ilmu yang membuat tiap goresan pena menjadi bermakna.
Akhirnya, tak ada harap kecuali yang secuil ini mendatangkan barakah dan ridhaNya, jadikan setiap huruf yang berbaris rapi ini mengalir dalam aliran kebaikan hingga tak ada yang tersisa kecuali lautan barokah dariMu Ya Robb….Semoga bermanfaat.

Malang, 07 Sepetember 2015
Izzati Ruba’ie





Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

1 komentar:

  1. saya setuju dengan point no satu, Menulis dan membaca adalah ibarat 2 sisi koin yang tak bisa terpisahkan.

    BalasHapus