Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Luka di Atas Luka


-maafka------------

maaf, aku pernah menggores luka yang telah luka
maaf, luka itu membuat seribu luka baru dalam batinmu
maaf, lukamu ternyata telah membusuk menjadi luka luka baru
dan sekali lagi saya mohon maaf, kalau luka itu membuat kau menjadi rindu padaku.
dan tolong maafkan aku, kalau hari ini luka itu sudah menjalan keseluruh tubuhmu,
jangan marah ya, dan sekali ini terima maafku, kalau luka itu telah membiru dan menjadi diriku ini,


"terimakasih kau telah membuat luka dalam hidupku" itu katamu.

terima kasih juga, kau mau untuk saya lukai dengan seribu jarum hatiku,
aku tak bermaksud melukaimu, hanya karena dengan luka itu, aku bisa masuk keseluruh tubuhmu.

maafkan luka

Malang, 29/9/2015
Share on Google Plus

About Halimi Zuhdy

Penulis puisi berbahasa Indonesia dan Arab (sudah 7 Antologi yang ditulis), Penulis buku Pembelajaran Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Arab, Lingkungan Bahasa, dan lain sebagainya. serta terpanggil untuk menjadi Da'i dan mengaji diberbagai pondok di Malang. sekarang menjadi Dosen Tetap UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan pembina mata kuliah Sastra Arab Modern, Folklor Arab, Teori Sastra, dan Al-Arabiyah Li Aghrad Khassoh. serta mengajar Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab di Pascasarjana UIN Malang
menjadi Ketua Redaksi Jurnal LiNGUA Humaniora UIN Malang, dan menjadi Khodim Pondok Pesantren Darun Nun Malang.
Pernah belajar di King Saud University dan Menyelesaikan Doktoralnya di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Menjadi Motivator Menulis, Pembelajaran Bahasa dan Sastra.

0 komentar:

Posting Komentar