Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Cinta Aku







Namaku AKU, dan aku sangat mencintai diriku. 
"Yah, namaku AKU, kau ingin tahu tentang hobiku? alamatku? cita-citaku? yang menarik minatku? atau apalah itu aku akan dengan sangat senang hati menceritakannya padamu. Berjam-jam pun tak akan terasa jika yang kita bicarakan adalah aku. Namaku? jangan ditanya lagi. hal penting itu janganlah sampai salah kau sebut, atau bahkan salah penulisannya, aku akan sangat marah. O ya dan jangan lupa, gelar yang tertera pada namaku, jangan sampai kau salah menuliskannya, kau kira mudah untuk mendapatkannya? sangat sulit dan butuh waktu yang lama. Apa??? kau ingin kita berbicara tentang dirimu? apa kau tak salah?? baiklah, bicaralah. Aku akan mendengarkannya, hanya mendengarkannya. Karena bagiku, masalahmu tiada pernah begitu besar, namun entah mengapa tiap hari itu-itu saja yang kau ceritakan. Jadilah seperti diriku, yang kuat dan tangguh menghadapi segala masalah. Hanya ini yang harus kamu lakukan, sadarilah masalahmu itu tiada penuh arti dan jadilah kuat sepertiku."

Ngeri? Kasar?
Tulisan itu, perkataan itu mungkin terlihat kasar dan ngeri untuk dibaca, dan mungkin saja banyak yang berkomentar "iihh.. nih orang egois banget sih". Tapi guys, ya itulah kenyataannya (walau nggak semua). Karena memang ilmu psikologi dan sosiologi telah banyak menemukan bahwa seseorang akan sangat mencintai dirinya, akan suka membahas apapun tentang dirinya, dan lagi menganggap dirinya selalu benar.
Tapi, hello. Kita sudah dewasa, nggak seharusnya naluri tersebut kita biarkan mengakar tanpa terurus. Tak jarang kok, ada orang yang bisa mengenyampingkan masalahnya demi membantu permasalahan orang lain dan masyarakat disekitarnya. Tak sedikit pula orang yang dengan tulus hati selalu bisa menyenangkan hati orang lain, dia bisa memberikan support dan mungkin hal-hal kecil seperti membelikan es kesukaan temannya. Tak sulit jika kita ingin menemukan orang seperti itu. Nah apa orang seperti itu tak punya egoistik? salah. dia tetap memiliki, namun dia lebih memilih untuk meredakannya dan lebih memperhatikan orang lain. Lebih melihat permasalahan orang lain sepertihalnya dirinya memiliki masalah tersebut. Jadi, hal yang buruk jika kita selalu menomorsatukan diri sendiri, dan menganggap remeh orang lain. 

Selalu perbaiki diri, bukan sempurna yang kita tuntut, namun usaha yang harus terus tersulut. 

Dari temanmu, muslimah shalihat.
Dyah A Fitriana
@Fitriyesss


Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar