Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

CINTA YANG TAK TERDUGA



CINTA YANG TAK TERDUGA



Cinta …. Cinta…. Ya itulah kata yang diidam-idamkan oleh remaja atau semua orang sebenarnya. Yah kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan cinta dari SI CINTA. Yah memang namanya cinta. Atau mau cerita dari SI BRIAN. Hm… sama saja kok. Lawong ini perjalanan cinta mereka. Hehehehhehe…
Ok… Aku mulai dari awal perkenalan mereka. Mereka bertemu tidak sengaja yaitu saat hendak mengikuti ujian SNMPTN. Kebetulan si Cinta punya adik eponakan sebut saja Rizky yang se SMA dengannya. Dan si Rizky ini punya adik keponakan bernama Brian. Eh cie.. cie… Nah Akhirnya mereka sepakat untuk berangkat bersama-sama.Mereka naik kereta api yang kebetulan harga tiketnya hanya 4.000 rupiah.
Sepanjang perjalanan mereka sangat asyik mengobrol. Si Cinta hanya menjadi bulan-bulanan omongan dari mereka. Setelah sesampainya di stasiun akhirnya mereka berpisah. Cinta nginep di kos kerabatnya dan si Brian dan Rizky menginap di kos kakaknya. Akhirnya sampai juga mereka di kos tempat menginap. Kring, Kring, Kring … Tiba-tiba HP Cinta berbunyi. Ternyata ada sms dari seseorang yang mengjak kenalan. Karena lagi pengen serius karena besok menghadapi ujian, ia biarkan saja.
HP bordering kembali. Kali ini bukan sms ternyata ada telepon masuk. Akhirnya karena takut kalau itu penting, Aku angkat.
“HALO… Assalamualaikum”, sapaku.
“Walaikumsalam, sms ku kok gak dibales sih”, jawabnya
“Hm. Maaf ini siapa ya?”, jawabku
“Brian yang tadi naik kereta ma kamu.:, balasnya
“Hm. Kok tau no.ku? Hm. Pasti dari Rizky ya ?”, balasku
“ Iya, memangnya tidak boleh ya?”, jawabnya lagi
“ Boleh kok”. Akhirnya kita mengobrol dan Aku yang ingin belajar karena besok mau ujian pun menghentikan teleponnya. Hm.. esok hari pun tiba… Mentari menyapa ku dengan gembira. Kicauan burung yang tak henti-hentinya bernyanyi. Bagaikan ucapan selamat pagi untukku.
Dag Dig Dug Derr… Begitulah suara jantungku yang tak henti-hentinya berhenti sepanjang perjalanan kos menuju kampus yang saya idam-idamkan. Saat mencari ruangan Aku bertemu dengan Brian lalu dia menyapaku dan bilang “ Sukses ya say”. Karena mungkin Aku belum punya rasa dengan dia maka hanya aku abaikan sapaan say nya.
Ujian pun mulai. Para peserta mengerjkan dengan tenang. Ujian pun selesai. Dan kami kembali ke tempat menginap masing-masing. Setelah itu kami pulang ke daerah asal kami tercinta. Namun, kami tidak berbarengan. Aku yang pada saat itu dijemput oleh Ayahku karena beliau baru dari Surabaya dan mereka berdua pulang bersama Kakak Brian.
Lama sekali kami tidak kontak-kontak an maksudnya sms or telpon-telponan. Karena saat ia ingin mengungkapkan perasaannya. Aku bilang Aku sudah punya pacar. Ya memang realitanya Aku sudah punya pacar. Saat pengumuman terkait ujian SNMPTN pun keluar. Alhmadulillah Aku pun lolos dan dia juga lolos. Aku tau dia lolos dari Si Risky.
Dua tahun pun berlalu. Kita benar-benar lost kontak dan dia tiba-tiba menghubungiku. Hari itu bertepatan malam idul fitri. Dia mengirimkan kata-kata “minal aidizin wal faidzin”. Aku pun membalas juga dan dia Tanya to the point “ Apakah Aku masih puya pacar”? Aku yang pada waktu itu jomblo membalas kalau Aku jomblo. Heheheheh… WAh modus ini buat dia tiba-tiba bilang ingin silaturrahim kerumah pada lebaran ke empat. Mengingat kita banyak sekali saudara dan kerabat yang akan kita kunjungi.
Lebaran ke empat pun tiba. Dia benar-benar ingin dating kerumah, Aku juga tak lupa bahwa pda hari itu dia akan dating. Tiba-tiba HP berbunyi. Ternyata dia sudah sampai jalan raya samping rumahku. Dia bingung ruamhnku yang mana. Akhirnya Aku keluar dan Aku susul dia. Dengan motor satria yang ia kendarai fdan helm ink yang ia kenakan. Sungguh terlihat sangat keren. Hehehehe.. Ya maklum lah ABG Labil.
Saat itu ada orang tua ku dirumah., Dia sangat sopan.Perbincangan antara Aku,dia dan orang tua sangat hangat. Waktu berjalan dengan sangat cepat Akhirnya ia pun berpmitan. Dalam sela-sela perbincangan tadi Dia berkata
“Hm. Kamu tidak jemblem lagi ya”, Ungkapnya ( Maklum Aku dulu terkenal dengan panggilan jemblem). Aku yang semakin kurus karena mungkin banyak pikiran saat kuliah”, jawabku. Dia hanya tertawa dan langsung menaiki motor satrianya. Tak lupa dia memberikan salam perpisahan secara islami. Setelah kejadian itu, kita sering sms dan telpon-telponan. Liburan hari raya pun sudah usai. Waktunya kita kembali untuk menimba ilmu. Dia yang menaiki motor ke Malangitu pun mengajakku untuk berangkat bersamanya.
Yah. Aku pun juga tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Kita banyak mengobrol dan sesekali dia berikan gombalannya padaku. Yah. Tak terasa kita sampai juga di Malang. Di malang dia tidak mengontrak atau ngekos tapi dia dibelikan rumah yang bias ditinggali dia bersama kakaknya. “Waw.. Sungguh kaya anak ini”, pikirku.
Aku pun diajak kerumahnya sebelum dia mengantarku ke kos. Dia mengajakku karena ada modus. Dia menembakku dan mengatakan cinta pada ku. Ya… Tanpa berpikir panjang karena pada saat itu Aku yang sedang jomblo meng iyakan kata cintanya. Akhirnya kita pun jadian. Cerita cinta kita pun berjalan sangat lama. Aku dan dia pun saling mengenal antar keluarga. Tak jarang Aku ikut acara keluarganya. Begitu juga sebaliknya. Jika keluarganya ke Malang Aku selalu menemui mereka.
Pernah juga waktu malam tahun baru, acara tersebut kita lewati bersama dengan keluarganya di rumah Malang. Suasana sangat hangat sekali dan di malam itu dia mengajakku untuk bertungan. Ia memberikan gelang emas yang sangat bagus. Hm. Padhal biasnya kan orang mau tungangan itu diberikan cincin. Katanya kamu kan udah punya cincin dua. Ya mending Aku beikan gelang. Hm. Begitulah ikatannya.
Hm.. aku tidak langsung mengiyakannya. Aku berpikir ini hanya sbagai pemberiannya. Dan besoknya Aku bersama keluarganya berencana untuk ke Jatim Park I Batu, Malang. Dengan hajatan karena Kakak Brian yang semakin lama semakaim sukses karirnya sehingga mentraktirku bersama keluarganya ke Jatim Park. Duh Senangnya… Tapi Aku malu sekali karena Aku bangun kesiangan mungkin efek Aku lagi dapet alias libur sholatnya mungkin ya. Hm.. Jangan berpikir aneh-aneh loh ya,… Aku tidur bersama Ibu n Kakak sepupu cewek Brian di kamar utama sedangkan Brian beserta sepupu lain di depan TV. Hehehe…
Karena jam menunjukkan pukul 06.00 WIB, Aku belum bangun juga maka Ibu Brian menyuruh Brian untuk membangunkanku. Awalnya dia hanya miscall sambil telpon-telpon Aku. Namun, mungkin karena keenakan tidur dan tadimalam baru bias tidur jam 02.00 WIB maka belum bangun juga Akunya. Akhirnya Brian memberanikan diri untuk membangunkanku langsung. Masuklah dia dikamar (tempat aku tidur). Dan dengan lembutnya dia membangunkan. Tapi dasar Akunya yang rdur kayak kebo. Akhirnya Aku juga belum bangun juga.
Beb… bangun… Beb… malu cewek jam segini belum bangun dia pun memegang tanganku dan kakiku, Akhirnya Akupun terbangun dan sambil menahan kantuk sekaligus malu. Aku bingung dan malu sekali mau keluar. Akhirnya Aku memberanikan diri keluar dan minta maaf kepada keluarganya.Akhirnya Aku ambil handuk dan alat mandiku langsung ku mandi. Hehe.
Setelah itu, kita sarapan dan Aku gak membantu memasak. Duh sungguh malunya Aku. Huhuhu… Hm. Sebenarnta semua gak memasak sih Cuma menyiapkan masakan sisa tadi malam. Hehehehe… untuk mengurangi rasa malu akhirnya saya mencuci piring bekas keluarganya makan. Setelah semua beres, kita berangkat menuju Jatim Park.
Disana Brian mengantri untuk membelikan tiket masuk ke Jatim Park. Masuklah kita ke tempat pariwisata tersebut. Pintu pertama adalah wahana atau museum binatang yang sudah mati. Pintu kedua adalah binatang hidup, pintu selanjutnya adalah wahana bermain. Singkat cerita yang lucu sekali. Di wahana bermain, Kakak beserta sepupu brian berani untuk memcoba bermain wahanan yang ada. Sedangkan brian takut sekali terhadap ketinggian. Oleh karena itu, dia hanya melihat saja. Karena Aku gak tega untuk melihat sendirtian . jadi ku putuskan untuj mencoba satu wahana saja.
Setelah semua wahana dicoba. Ini ada bagian yang sangat menantang. Yaitu rumah hantu.  Kali ini Brian tidak takut. Dan dia berkata biar Aku yang menghadapi hantunya nanti. Wih baru kali ini kelihatan maco. Dari tadi ngapain aja beb.. hehehehe… Baru kelihatan maconya. Hehehe.. Aku pun semakin ketakutan. Dia yang tau Aku ketakutan bilang,” Tenang beb, Aku ada dibelakanmu”. Asyik… Biar beb ntar kamu yang dicokot hantunya,.. hahahha”, godaku. Antrian semakin sedikit sekarang giliranku untuk masuk ke dalam beserta kakak dan Brian.    Kakak Brian didepan dan Brian dibelakangku. Sungguh kita begitu dekat Dan Semoga Alloh selalu mendekatkan kami. Amin….

By: Yulia Nailir Rohmah
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar