Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

WAKTU YANG SIA-SIA

Pondok Pesantren Darun Nun Malang


WAKTU YANG SIA-SIA

Suatu hari ada dua orang pemuda yang dimita ayahnya untuk pergi ke terminal. Masing-masing dari mereka diberi uang 24 dinar. Pemuda yang pertama menggunakan uang tersebut untuk berfoya-foya. Padahal ayahnya memberikan amanah kepadanya untuk menggunakan uang tersebut sebagai bekalnya ke terminal. Ia lupa akan amanah itu. Setelah uangnya tersisa 1 dinar ia baru sadar bahwa uang tersebut harus ia gunakan untuk pergi ke terminal membeli tiket bus dan bekal makan ketika di terminal. Uang 1 dinar itu tidak cukup untuk membeli tiket bus dan bekal makan ketika di terminal. Akhirnya ia tetap bisa pergi ke terminal tetapi tidak ada sesuatupun yang dapat ia lakukan di sana.


Berbeda dengan pemuda yang kedua. Ia benar-benar memegang amanah ayahnya. ia tidak gunakan uang itu untuk berfoya-foya. Ia gunakan uangnya tadi untuk membeli tiket bus dan sisnya ia gunakan keperluannya yang lain. Sehingga saat ia di terminal ia dapat melakukan apapun yang ia suka.

Sebenarnya gambaran cerita di atas adalah gambaran kehidupan kita di dunia. Kata terminal dalam cerita di atas adalah gambaran kuburan. Sedangkan 24 dinar adalah gambaran waktu yang telah Allah berikan kepada kita yaitu 24 jam. Jika kita piker-pikir lagi, semua orang telah diberikan waktu yang sama oleh Allah. Kualitas dan kuantitas kehidupan kita tergantung pada individu masing-masing. Seorang pemuda yang  pertama dalam kisah di atas hanya menggunakan 1 jam waktunya untuk beribadah dan sisanya ia gunakan untuk bermain-main. Sungguh banyak waktunya yang terbuang sia-sia. Semoga Allah senantiasa menolong kita agar seperti pemuda yang kedua yang menggunakan sebagian besar waktunya untuk beribadah kepada Allah dengan harapan kita bisa lebih dekat dengan Allah sehingga kita dapat menggapai rahmad Allah.

Rasulullah bersabda “ ketika masuk waktu sore janganlah menunggu waktu pagi, dan apabila sudah masuk waktu pagi, jangnlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah waktu sehatmu untuk bekal sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu untuk bekal matimu”.

Risalatul Munawwaroh
PP darun nun (BCT Blok F3 No 4 Sukun Malang)
 
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar