Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

TRAINER MUDA dan MUKENAH PUTIH



Adzan berkumandang, tapi  Tetap kupacu motor. Nanti dulu lah sholatnya. Kan waktu ashar masih panjang. Sampai di rumah yang kutuju, ternyata sang tuan rumah tidak ada. Kemana gerangan beliau? Apa mengisi training atau semacamnya?. Seorang wanita muda yang cantik dengan mukenah putihnya menoleh. Istri sang tuan rumah. Sholat dulu yuk, dia berkata
Jleb. Hatiku rasanya mak jleb. Malu pada diri yang sedari tadi ingin menunda sholat.
Masjid kompleks tak seberapa jauh dari rumah beliau. Tapi sepi, sangat sepi. Apalagi ini ashar masih banyak yang bekerja dan semacamnya. Namun kembali diriku dikejutkan dengan seorang kukenal yang sedang sholat sunnah di dalam masjid. Yah itulah tuan rumah yang ku maksud.
Selepas sholat segera aku bertamu ke rumahnya. Kali ini lebih hidup karena sang istri ikut menemani. Mereka bercerita banyak sekali tentang pengalaman di tanah suci. Tentang bagaimana perjuangan mereka hingga bisa berumroh dengan keluarga besar, tempat-tempat yang mulia yang mereka kunjungi, perjuangan untuk beribadah di tempat-tempat yang begitu mustajab. Semuanya membuatku terpana. Sering aku ditanya tentang tempat ini itu, dan aku tak tahu. Begitu malu rasanya, sangat malu.
Asal tahu saja kenapa aku begitu malu pada mereka. Lima bulan yang lalu, mereka bukanlah keluarga yang seperti ini. Kerap aku kesana, namun canggung terasa. Hanya sang suami yang menemui dan begitu formal. Beliau adalah seorang trainer muda dan juga pengusaha, dulu kekenal sangat stylish dan dengan baju serta semua serba mahal nan gonta ganti. Sang istri pun tak pernah kulihat menemuiku untuk sekedar memberi senyum. Namun kali ini beda. Saat ashar tadi kulihat wajah yang dulunya penuh ambisi itu tersungkur dalam dekapan sajadah. Mata mereka  berkaca ketika menceritakan pengalaman di makkah dan madinah. Terlihat jika sangat rindu ingin kembali beribadah di sana.
Subhanallah, memang segala kehendak hanya milikNya. Tak ada yang tahu baik buruk manusia kecuali Dia. Tidak ada satupun yang tahu, mungkin saat ini orang itu begitu lalai namun kemudian kecintaan padaNya melebihi kita yang sedari kecil sudah digembleng agama. Atau mungkin yang sedari kecil sudah belajar agama namun sampai saat ini pengetahuan agama serta kecintaan pada Rabb masih sangat dangkal. Memang benar DiberikanNya Kemuliaan pada siapa yang dikehendaki dan diberikanNya kerajaan pada siapa yang dikehendaki. Semoga kita akan terus bergerak lebih baik untuk mendapat ridhoNya. Semoga Allah memberikan kesempatan pada kita untuk selalu mencintaiNya. Aamiin.


Dyah Ayu Fitriana Yesss
Lobby Microteaching UIN Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar