Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Petugas Perpustakaan

Pondok Pesantren Darun Nun


Iniah hari dimana saya harus mengembaikan buku perpustakan yang sudah saya penjam lebih dari dua minggu yang lalu, mengharuskan saya berpijak kekamps disaat dosen menyepakati hari ini untuk libur.
Rasa malas tak terbendung, tapi mau bagaimana lagi, demi kewajiban yang harus saya tunaikan dan menghindari diri dari punishment yang ditetapkan oleh pihak perpustakaan, 500 buku untuk satu buku dan satu hari, dan buku yang asaya pinjam berjumlah 5 eksemplar.hemmm,,bisa dihitung sendiri berapa jumlah denda yang harus saya bayar untuk telat satu hari saja.
Kulangkahkan kaki masuk perpustakaan dan menitipkan ransel yang saya bawa, saya langsung menuju lantai 3 yang merupakan tempat untuk mengembalikan buku. Setelah menyerahkan buku dan kartu mahasiswa untuk mendeteksi buku yang saya pinjam, petugas yang berjenis perempuan itu bertanya,

"Masih 1 ya mbk? "
"iy mbk, apa ya mbk judulnya?"
"lha di kos nya ada buku apa, kok lupa?" (dengan nada memojokkan)
"Lupa mbk,,"
"Tsunami Aceh, Adzab Atau Bencana?" (tetap tanpa ekspresi)
"Iy mbk, makasih" (sambil saya pergi dengan hati sedikit kecewa)

Dalam hati bergumam, kenapa beliau yang jelas-jelas pegawai universitas islam tidak dengan baik menerapkan asas yang ada dalam islam, sudah jelas tabassum(senyum) dan ramah sudah menjadi anjuran agama kita dalam bermuamalah.
yahhh, namanya juga orang, berbeda sifat dan karakter, meskipun agama telah mengajarkan sedemikian rupa
# semoga kita termasuk dalam hamba aLLah yang selalu menegedepankan value of islam

Next,
Niat hati langsung menuju rak buku yang menjadi tujuan saya dari awal, tapi rasanya pikiran ingin melangkahkan ke tempat katalog yang sudah terkomputerisasi, bukan untuk mencari daftar buku di search engine komputer, tetapi ingin mengisi kritik dan saran yang ada di kolom khusus yang disediakan oleh pihak perpustakaan.
Tak butuh berpikir panjang saya langsung menuju tempat komputer tersedia, mata langsung menuju pada layar monitor, mencari-cari kolom kritik dan saran .
tapi, alangkah terkejutnya saya, kenapa fasilitas software ini tidak ada????
menu yang tersedia ternyata telah diperbarui, step pencarian buku pun juga beda. Semuanya baru,,,
arghhhh,,,
mungkin karena mengetahui mimik wajah saya yang nampaknya kebingungan, salah satu bapak-bapak petugas perpus datang, “mencari buku apa mbk?”
Hemm, maaf pak, kolom kritik dan saran dimana ya letaknya?
apa mbk??
 Bapak ini kurang bisa endengar jawaban saya, karena mungkin kebawa usia yang dari wajahnya sudah menunjukkan sekitar umur 50_an.
"kolom kritik dan saran kok gak ada ya pak? "Dengan suara agak keras ku kembali bertanya.
" sekarang gak ada mbk,,"
"owhh,,ya sudah pak...monggo pak,,,,"
sebelum sampai saya melangkah jauh, bapak tersebut bertanya
"bahasa arabnya burung apa mbk?"
"hemm, apa pak?"
"Burung,,"
dengan wajah dan mimim seenaknya saya jawab"bird ,,hehe"(dengan wajah tersenyum dan niat bercanda)
"apa,,,baithh,,,??" kata bapak mengukangi kata-kata saya
"bird pak..hehe"
"hemm,,,"(gumam bapak dengan wajah cerah dan tersenyum)
denganb tersipu-sipu saya melangkahkan kaki, menghindari kejadian tak diinginakn terjadi,
khawatir akan diceramahi panjang lebar,,hehe
mungkin ada filososfi yang kaitannya dengan b.arabnya burung yang berhubungan dengan kolom kritik dan saran yang saya cari dai komputer perpustakaan uin yang  biasanya difungsikan sebagai katalog.
meskipun bapak ni terlihat sudah dimakan usia, tapi tak menutupi keramahan yang ada didalamnya. Selalu tersenyum dan dengan kata halus melayani mahasiswa mahasiswi yang sedang ada di perpustakaan.

Inilah cara allah menunjukkan  kebesarannya, sifat dan karakter manusia sangat berbeda,
meskipun agama telah mengajarkan cara bermuamalah, bersosialisasi, bertanggung jawab atas tugsanya, saling menyayangi antar umat muslim dll, tapi kita juga tidak boleh lupa bahwa islam juga mengajarkan untuk saling toleransi dan menghargai. Berjuta umat islam sudah pasti mempunyai karakter dan sifat yang berbeda, maka sudah sepatutnya kita untuk memahami hal itu, sembari  diri kita sendiri berusaha untuk menjadi umat islam yang selalu menerapkan ajaran islam dalam kehidupan sehari –hari.



Q. S. Yunus(10) : 40-41 
Artinya :
Dan diantara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan diantaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Rabbmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
4     Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.

Di dalam salah satu hadis Rasulullah saw., beliau bersabda :
 حَدَّثَنِا عبد الله حدثنى أبى حدثنى يَزِيدُ قَالَ أنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ اْلأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ.
[Telah menceritakan kepada kami Abdillah, telah menceritakan kepada saya Abi telah menceritakan kepada saya Yazid berkata; telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Dawud bin Al Hushain dari Ikrimah dari Ibnu 'Abbas, ia berkata; Ditanyakan kepada Rasulullah saw. "Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?" maka beliau bersabda: "Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran)]"



wallahu a’alam bisshowab.



By: Laila Nadzifa
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar