Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Peringatan Yang Berbekas

Peringatan Yang Berbekas

Di pagi hari seperti biyasa saya berangkat kira-kira jam 7 kurang 50 menit, karena dosen lumayan disiplin dan killer, meskipun kadang beliau juga terlambat. Hehe
mulai dari ransel yang baru saja saya isi buku, tak lupa kertas-kertas penting yang menjadi bahan diskusi bersama teman-teman dikampus dan beberapa buku referensi plus tidak ketingaalan sang penenang hati, yaitu laptop..ups
sepeda motor segera saya panasi dan saya bersiap-siap memakai sepatu . 
taraaaa,,,siap untuk berangkat menimba ilmu di kampus.
Ditengah perjalanan, saya menjumpai seoarang perempuan berjalan berjilbab biru, memakai kaos lengan panjang putih dan memakai rok jeans warna biru keabu-abuan, dalam pikiran saya sudah menduga mungkin ini adalah salah satu santri di pondok pesantren sabilur rosyad (terkenal di masyarakat dengan sebutan pondok “gasek” karena berlokasi di daerah kelurahan gasek).
Dari penampilan dan arah jalannya kayaknya dia juga sama kayak saya, sama-sama mahasiswa di UIN. Jarak kampus masih sekitar  2 km, lumayan capek jika ditempuh dengan berjalan kaki, seperti  yang dialami mbk ini. Memang meskipun banyak santri yang membawa sepeda motor (karena lokasi kampus dan pondok yang lumayan jauh). Tapi ada juga mahasantri yang tidak membawa motor. Dalam hati ingin menawari bncengan, akan tetapi jam sudah mepet disambut lagi dengan dosen yang killer membuat hati dan pikiran mengacuhkan untuk menawari boncengan.
Al hasil, saya nyampe dikelas tepat pada jam yang ada di jadwal yaitu 6.30. alhamdulillah dosen belum hadir. Akan tetapi betapa terkejutnya saya setelah membuka tas dan mengecek tugas minggu lalu yang harus dibawa, astaghfirullah, tugas saya ketinggalan di pondok. Langsung kuraih HP dan ku sms semua nomer santri pondok yang tadi kelihatan berangkat pagi. Satu adik pondok menjawab setelah beberapa menit “afwan mbk, saya baru nyampe kampus”. Argghh, ku coba telf lagi salah satu mbak pondok, satu menit dua menit tak ada jawaban, mungkin juga masih sibuk dengan prepare kekampus. Tanpa pikir panjang langsung ku putusakn untuk kembali ke pondok dan mengambil tugas yang tertinggal, mungkin ini adalah cara yang terbaik. Meskipun jarak pondok dan kampus lumayan jauh, sekitar 3.5 km.
Singkat cerita langsung saya pulang ke pondok dan mengambil tugas yang ketinggalan. Kaget bukan main, di jalan arah mau balik ke pondok saya melihat mbak-mbak dijalan yang tadi tidak jadi saya tawari boncengan sudah berada di jalan hendak menyeberang jalan arah mau masuk ke gerbang kampus.

Subhanallah, maha suci allah betapa indahnya mengingatkan hambanya untuk saling membantu sesama sudaranya dengan cara seperti ini.

inilah skenario allah, mungkin tadi kalau saya menolong mbak yang tadi jalan untuk saya tawari boncengan, akan lain lagi cerita & skenario yang telah dirancang oleh yang maha segalanya.

Sudah jelas dalam al-qur’an diterangkan bahwa sesaam muslim haruslah saling tolong menolong, seperti dalam Q.S al-Ma’idah :2
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw (#q=ÏtéB uŽÈµ¯»yèx© «!$# Ÿwur tök¤9$# tP#tptø:$# Ÿwur yôolù;$# Ÿwur yÍ´¯»n=s)ø9$# Iwur tûüÏiB!#uä |MøŠt7ø9$# tP#tptø:$# tbqäótGö6tƒ WxôÒsù `ÏiB öNÍkÍh5§ $ZRºuqôÊÍur 4 #sŒÎ)ur ÷Läêù=n=ym (#rߊ$sÜô¹$$sù 4 Ÿwur öNä3¨ZtB̍øgs ãb$t«oYx© BQöqs% br& öNà2r|¹ Ç`tã ÏÉfó¡yJø9$# ÏQ#tptø:$# br& (#rßtG÷ès? ¢ (#qçRur$yès?ur n?tã ÎhŽÉ9ø9$# 3uqø)­G9$#ur ( Ÿwur (#qçRur$yès? n?tã ÉOøOM}$# Èbºurôãèø9$#ur 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ( ¨bÎ) ©!$# ߃Ïx© É>$s)Ïèø9$# ÇËÈ  
2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah[389], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram[390], jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya[391], dan binatang-binatang qalaa-id[392], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya[393] dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.


By: Laila Nadzifa




Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar