Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Ni'mat yang terlupakan


“Bila apa yang kita harapkan terwujud, maka bersyukurlah”
“Namun bila ternyata apa yang kita harapkan belum terkabulkan, maka harus lebih bersyukur”

            Kata-kata ini yang abi nasihatkan kepada kami ketika kajian kitab mu’asyaroh zaujiyyah tadi pagi. Sekilas kata-kata ini memang sederhana. Namun bila kita dalami maknanya mampu mengirimkan rasa berbuah air mata. Kata ini mungkin terlihat mudah untuk di aplikasikan ketika kita berada pada zona aman dan nyaman. Namun, ternyata tidak semua orang mampu mengaplikasikan kata ini ketika kegagalan, kesedihan,dan kegalauan menimpa kita. Terlihat lebih banyak orang lebih memilih menangis, menyendiri , marah bahkan mengakhiri kehidupan bila apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan.
            Setelah mendengar nasihat dari abi, seketika memori masa  lalu terungkap kembali. Dalam hati muncul berbagai pertanyaan yang menimbulkan segunung penyesalan. PANTASKAH DIRI INI MARAH KETIKA APA YANG KITA HARAPKAN TIDAK TERWUJUD?? PANTASKAH ORANG LAIN MENJADI KORBAN KESEDIHAN BILA  SEBENARNYA ITU SEMUA SKENARIO TUHAN????
Astaghfirullahal Adziiiimm.....
            Ternyata baru kusadari bahwa diri ini begitu sombong. Ternyata baru kusadari bila hati ini begitu keras sehingga membutakan nikmat Tuhan yang tersembunyi di balik kesedihan. Berbagai penyesalan menyelimuti hati ini. Banyak sekali nikmat Tuhan yang tak aku syukuri. Kini baru aku menyadari bahwa tak selamanya kesedihan,  kegagalan, dan putus asa menghampiri kita. Sebenarnya itu semua adalah siklus yang tak selamanya kita alami. Ia hanyalah pemberhentian sementara menuju nikmat yang hakiki.  

 Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Miftachul Chusnia
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar