Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Menyulam Cinta di Kota Santri



"Orang berilmu dan beradab tidak akan tinggal di kampung halamannya, 
Merantaulah, tunggalkan kampung halamanmu, Berlelah-lelahlah
Niscaya manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang" (Imam Syafi'i)

Syair ini menjadi pemacu semangat untuk berani melangkah mneinggalkan kampung halaman. Sangat jelas terngiang ucapan beliau, ustadz kami , Al mukarrom, Ustadz Saefuddin, beliau yang mengajarkan Kitab Ta'lim Muta'allim setiap selasa sore di Asrama putri. Jangan pernah takut untuk melangkah menuntut ilmu, walaupun kalian perempuan, harus berani , berjuang dan terus punya cita-cita yang tinggi dalam menuntut ilmu. Ilmu Allah itu luas Nak, jangan pernah bosan untuk menyelaminya di dalam kehidupan ini, karena semakin kita selami , maka semakin kita tidak mengerti apa-apa, untuk itu jangan pernah berhenti dan menyerah di dalam medan jihad ini, pesan beliau.

Kediri Kota Santri, itu sebutan kampung kami di tempat mondok dulu. Karena di desa itu terdapat banyak pesantren dan Tuan Guru, kita tinggal memilih pondok mana yang akan kita tempati. Maka disanalah saya memilih Ponpes Al -Ishlahuddiny tempat berjuang, beribadah, belajar , menempa diri dan merasakan betapa indahnya sebuah persahabatan. Bertemu dengan Ustadz Ustadzah yang luar biasa , mendidik dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, yang tak pernah lelah membimbing kami dan terus menyampaikan ilmu pada jiwa jiwa yang haus akan ilmuNya, walau terkadang dengan kenakalan dan kesulitan kami memahami pelajaran, tapi beliau semua tak pernah menyerah dengan keadaan. Berbekal keikhlasan mengabdi , maka semuanya terasa indah. Padahal gaji tak seberapalah yang bisa diperoleh, jika bukan karena mengharap keberkahan dan ridhaNya, maka tak akan mungkin bisa membiming kami dalam belajar. Semoga Allah senantiasa membalas jasa-jasa beliau semua guru kami , semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda, selalu sehat dan dinerikan umur yang panjang dan barokah, serta dimudahkah dalam perjuangan mengembangkan pesantren dan mendidik adik-adik kami disana.

Ada banyak kenangan indah yang pernah dilewati di penjara suci itu, mengenangnya bikin nangis sendiri, betapa dulu sering bandel, tidak belajar yangs erius, sering bolos ,dan berbagai aktivitas yang sangat tidak bermanfaat. Kalau sekarang baru terasa, kenapa malas-malasan waktu di pondok dulu?? Ya Allah,,ampunkanlah,,semoga menjadi tamparan yang bisa memacu semangat lebih banyak belajar lagi. 

Disanalah , bisa banyak belajar tentang hidup ini. Bagaimana belajar mandiri, selepas SD langsung masuk pondok, kemudian harus belajar nyuci, mengatur keuangan, belajar yang baik, dan bisa hidup berbagi dengan teman. Tentu tidak mudah karena harus beradaptasi dengan lingkungan, karena biasanya dirumah, tinggal makan, tinggal pakai baju yang sudah rapi, dan semua hal-hal kecil yang biasanya dirumah sudah siap, sekarang harus belajar menyiapkannya sendiri. Teringat dulu sering cengeng, sering nangis sendiri kangen rumah ,padahal rumahnya deket banget diantara teman-teman yang lain. Pengalaman yang tak terlupakan dan bisa banyak sekali pelajaran adalah ketika di amanahi beberapa tugas, ketika itu menjadi Wakil ketua Osis , Pengurus Asrama/ Mudabbiroh Bidang pendidikan , dan tahun terakhir menjadi Ketua Pengurus. Banyak sekali yang membuat diri ini lebih dewasa, banyak tangisnya, banyak sakitnya, banyak perjuangannya, dan sangat indah sekali ketika di akhir, manis sekali perjuangan waktu itu. 

Mungkin diri ini tak sepintar teman-teman yang lain, apalagi ketika di Kampus, ketika teman-teman sudah menguasai sederet rumus yang memusingkan, dan saya masih merangkak menuju kesana. Itu semua bukan menjadi penyesalan kenapa dulu tidak memilih sekolah faforit yang terkenal, sangat bersyukur bisa belajar di Ponpes Al -Ishlahuddiny, karena tak semua orang bisa merasakan mondok, belajar mandiri, dll, sampai sekarang ini masih terasa dampaknya, saya tak mungkin bisa bertahan sampai saat ini , tanpa adanya ujian yang dilalui ketika dipondok dulu, untaian do'a yang terus mengalir dari guru-guru kami , dan sahabat sahabat yang luar biasa yang selalu membantu dan menyemangati ketika rapuh.

Fikiranku melayang-layang ke Kota Santri
Berjalan beberapa meter menuju Madrasah
Setiap pagi yang diawali penuh semangat
Shubuh Berjama'ah dilanjutkan Ta'lim shubuh
Walau dengan mata yang terkantuk kantuk
Tetap ingin mendengar nasihat para Tuan Guru

Madrasah yang indah penuh pepohonan rindang
Sesekali menyapu kelas sebelum belajar di mulai
Kakak pengurus Osis sering menyapa
Apakah hari ini tertib atau melanggar

Bapak Muchlis Karim mengawali pelajaran
Tak lupa mengajak kami membaca do'a syukur pagi
Sembari menanti guru yang akan memberikan pelajaran
Beliau sematkan beberapa untaian hikmah

Setengah hari menghabiskan tenaga di Madrasah
Sungguh nikmat menikmati makan siang masakan Inaq Beti
Segera melanjutkan aktivitas lainnya, sekedar mengulang pelajaran
mencuci baju, membersihkan kamar, atau istirahat sejenak

Sebelum senja menghampiri bumi
Selalu dilewati bersama Tuan Guru atau Ustadz kami
Menyelami lautan ilmuNya yang tak pernah habis
Merasakan betapa kurannya diri ini

Ketika kaki sudah melangkah jauh darimu
Selalu terbayang betapa indahnya saat saat itu
Teruslah berjaya Ishlahuddiny ku
Kelak ku akan kembali menciummu
Semoga bisa menebar manfaat walau secuil
Mengabdi padamu adalah harapanku

Malang, 20 Mei 2015
Selamat Hari Kebangkitan Nasional
Semoga terus bangkit menuju perubahan yang lebih baik
Menggapai mimpi yang disulam indah 
Salam cinta untuk almamater tercinta..Ponpes Al-Ishlahuddiny
Salam Takdzim untuk semua Tuan Guru, Ustadz dan Ustadzah
Izzati Ruba'ie

Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar