Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Ketika Hujan Berbicara

Pondok Pesantren Darun Nun Malang


Pagi yang cerah, siang yang indah, badan yang sehat, teman yang baik, lingkungan yang menyehatkan otak dan pikiran.
itu semua nikmat yang luar biasa di hari ini. Sangat patut dan wajib bagi saya mengucap “alhamdulillah”.
hari ini berjalan seperti biasa, berangkat kuliah yang selalu pagi, sampai dikelas jam setenagh 7, seperempat jam kemudian ngantuk dikelas (hehe), dan menyelesaikan kewajiban mencari ilmu tepat jam 9 pagi dengan dosen yang lumayan killer.
semua ini adalah nikmat yang tak ada bandingannya, karena diluar sana masih banyak yang ingin sekolah dan berkehidupan seperti kita, namun mempunyai kendala untuk itu.
nikmat tuhan mana lagi yang engkau ingkari ????
Nilah kata-kata yang selalu terngiang dikepala ketka mengeluh mulai menghampiri di otak saya.


Next,
Setelah kuliah saya langsung capcus pergi ke kediaman saya bersama teman-teman ketika tidak ada jam kuliah, yaitu kantor el-zawa. Kantor tempat kami mengabdi karena telah mendapat beasiswa  sebagai kader di kantor tersebut.
kantor ini tak pernah sepi, meskipun kadang hanya ada cleaning servis dan para staff yang jumlahnya 3 orang (hehe). Semangat mereka untuk melayani nasabah membuat kantor ini tak sepi dengan kunjungan para masyarakat, baik yang berasal dari luar kampus maupun dari dalam kampus.
 seperti biasa di ruang perpustakaan saya dan teman-teman bercengkarama, berdiskusi sampai dengan curhat akbar (bahasa untuk curhat di kader angkatan kamiJ yang mayoritas isinya tentang jodoh,,haha)
agenda siang itu adalah membereskan data untuk para muzakki yang berasala dari kalangan internal kampus, meliputi dosen, kayawan, staff dll.
ditenga mengerjakan tugas tersebut, lem yang kami gunakan habis, dan persediaan di kantor juga habis, akhirnya salah satu staff di kantor menyuruh kami untuk membelinya.
“beli aja ya, solanya persediaan di kantor juga lagi habis” ujar slah satu staff kantor dibagian administrasi
“Iya tadz, tapi diluar masih hujan gerimis” jawab saya
“ya udah nanti aja gak papa”
tapi kalau ditunda pasti gak akan selesai, apalagi teman-teman banyak yang lagi gak ada kuliah, sayang sekali kalau nganggur sedangkan tugas ini masih belum ada setengahnya terkerjakan.
akhirnya saya memutuskan unuk membeli lem dijalan sebelah kampus. Meskipun gerimis tak apa-apa, toh juga tokonya deket dengan kampus, hanya jalan beberapa mneit saja sudah sampa.
Niat untuk membeli sedikit goyah ketik saya cari payung di tempat cleaning service tak ada, teman-teman gak ada yang bawa payung, begitupun karyawan yang ada di kantor, tak ada payung satupun yang bisa saya gunakan.
“cedek ae nadz, mlayu ae gak oppo..haha”celetuk salah satu teman saya
Bener juga sih, , hujan diluar juga gak begitu deras
akhirnya saya capcus ke toko tersebut yang jaraknya 150 m dari kantor
setelah sampai 20 m sebelum sampai ditoko, kelihatan toko tersebut tutup dan gerbang dalam kedaan trekunci. wahhh, ,,pertanda pemilik gak ada dirumah. Kecewa deh...
itulah satu-satunya toko yang dekat dengan kampus
Akhirnya dari pada saya harus balik tanpa dapet apa-apa, hanya dapet kerudung yang sudah terlanjur kena rintikan air hujan,. Hemmm, saya memtuskan untuk melangkahkan kaki ke toko yang jaraknya 30 meter dari situ, semoga tidak tutup seperti toko yang pertama
.alhamdulillah, pucuk dicita ulam pun tiba.
“ibuu,,“uara saya memnaggil penjual
“iya mbk, golek oppo??” suara ibu penjual sembari berjalan  ke arah saya
“lem kertas ada bu???”
“piro??” (barapa?)
“Setunggal buk”
“oalah, tak kiro sak pak mbk”(dengan nada sinis)
“satu aja bu”
“4000”
saya diam saja sambil ambil uang idompet dengan frekuaensi waku yang lama  berharap si penjual segera membungkus lem tersebut.
“kreseknya mana bu bbuat bungkus?”
“mek siji ae mbk, gak atek kresek”(tetap dengan nada sinis)
“kan hujan bu?” sergah saya
“gak, gak, lak tuku akeh ngono mbak njalok kresek!”
“lha hujan ni bu gak sa’aken tah, cek iso digawe ngreseki dompet q menisan,,hee”
sambung  saya ke ibu penjual untuk menangkal rasa mangkel yang sudh terlanjur masuk dihati saya
“enggak mbak, gak atek”
“owh, nggeh sampun bu,,makasi ,,,monggo”
“ya”

mungkin inilah gaya berjualan si ibu penjual. Tap tak dapat dipungkri, rasa jengkel bersemayam di hati dan pikiran.
sudah selayaknya bukan ,,seorang customer mendapat perakuan baik dari penjual???
hemm,, mungkn ibi ini belum paham betul dengan konsep yang satu ini.
tak adapat dibendung lagi, sayapun sampai kantor menerikan pengalam saya tersebut kepada teman-teman yang dari tadi sudah ada dikantor.
oaalah, ibu disitu emnag kayak gtu, aku ae emoh mbalek tuku nag kunu
ternyata slah satu teman saya pernah belanja juga disitu dan mendapat perlakuan yang sama.
hemmm
dalam hati saya mulai berjannji, gak akan beli disitu lagi kecuali benar-benar kepepet.
akan tetapi ini mungkin bisa menjadi pelajaran tersendiri buat kita para orang muslim dalam bersosial, tak hanya ketika berkata saja, tetapi ketika bermuamalah haruslah menggunakan apa yang diajarkan rasulullah.
من كا ن يؤمن باالله واليوم الاخر فليقل خير او ليصمت[1]
“barangsiapa beriman pada allah dan hari akhir , maka berbicaralah yang baik atau diam(H.R Bukhari dan Muslim)”
 banyak orang sakit hati karena kalimat yang keمuar dari mulut kita
bnyak orang yang tersakiti karena perkataan kita,
banyak orang meneteskan air mata karena kata-kata kita

seakan-akan indahnya islam menjadi sulit dipercaya ketika semua itu terjadi dikalangan orang mslim.
mungkin inilah kebenaran dari kata-kata pepatah: mulutmu hariamu mu
banyak persahabtan yang kandas karena kata-kata
banyak perseteruan yang terjadi akibat kata-kata
permusuhan tercipta karena kata-kata
perdebatan sering berakhir ricuh karena kata-kata
perselisihan berujung fatal karena kita-kata

mari kita renungi juga ayat al-qur’an  al-isra’ 53
@è%ur ÏŠ$t7ÏèÏj9 (#qä9qà)tƒ ÓÉL©9$# }Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) z`»sÜø¤±9$# éøu\tƒ öNæhuZ÷t/ 4 ¨bÎ) z`»sÜø¤±9$# šc%x. Ç`»|¡SM~Ï9 #xrßtã $YZÎ7B ÇÎÌÈ  
53. Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Qs. Al-fathirr:10
`tB tb%x. ߃̍ムno¨Ïèø9$# ¬Tsù äo¢Ïèø9$# $·èÏHsd 4 Ïmøs9Î) ßyèóÁtƒ ÞOÎ=s3ø9$# Ü=Íh©Ü9$# ã@yJyèø9$#ur ßxÎ=»¢Á9$# ¼çmãèsùötƒ 4 z`ƒÏ%©!$#ur tbrãä3ôJtƒ ÏN$t«ÍhŠ¡¡9$# öNçlm; Ò>#xtã ÓƒÏx© ( ãõ3tBur y7Í´¯»s9'ré& uqèd âqç7tƒ ÇÊÉÈ  
10. Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, Maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik[1249] dan amal yang saleh dinaikkan-Nya[1250]. dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. dan rencana jahat mereka akan hancur.

[1249] Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa Perkataan yang baik itu ialah kalimat tauhid Yaitu laa ilaa ha illallaah; dan ada pula yang mengatakan zikir kepada Allah dan ada pula yang mengatakan semua Perkataan yang baik yang diucapkan karena Allah.
[1250] Maksudnya ialah bahwa Perkataan baik dan amal yang baik itu dinaikkan untuk diterima dan diberi-Nya pahala.

Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari ini semua, amiin  yaa robb


By: Laila.Nadzifa





[1] Qomi’ tughyan.108
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar