Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KEISTIMEWAAN RASA LAPAR DAN CELAAN BAGI RASA KENYANG

Pondok Pesantren Darun Nun Malang


KEISTIMEWAAN RASA LAPAR DAN CELAAN BAGI RASA KENYANG

Ketahuilah bahwa sumber segala bencana berasal dari nafsu perut. Dari nafsu perut inilah timbul nafsu farji (kemaluan) yang berbeda-beda. Karena nafsu perut ini nabi Adam dikeluarkan dari surge dank arena nafsu perut ini  pula menyebabkan seseorang mencari kemewahan dunia dan mencintainya sampai lupa bahwa waktu dia hidup di dunia hanyalah sementara.
Rasulullah bersabda “ perangilah nafsu kalian dengan rasa lapar dan haus, karena pahalanya seperti pahala jihad di jalan Allah. Sungguh tiada amal yang lebih disukai oleh Allah selain rasa lapar dan haus”. Hasan berkata, nabi Muhammad SAW bersabda, “ orang yang paling mulia kedudukannya diantara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling lama lapar dan tafakkurnya. Dan orang yang paling dimurkai Allah diantara kalian adalah semua orang yang suka tidur, suka makan dan suka minum”.
Diantara manfaatnya yaitu tidak melupakan musibah orang-orang yang mendapat ujian, tidak melupakan siksa dan dapat menghancurkan nafsu lainnya. Dengan rasa lapar seseorang dapat begadang dan menolak rasa kantuk. Rasa lapar juga dapat mempermudah melaksanakan ibadah dengan tekun.
Barang siapa yang kekenyangan maka ia akan menjadi malas untuk melakukan berbagai ketaatan. Banyak makan menyebabkan orang lebih banyak bersiap-siap untuk mencari rizki dan memasak, lebih banyak menyisihkan waktu untuk membasuh tangan dan menjadi sering keluar masuk WC untuk buang air.
As Syari (seorang imam panutan Abu Hasan al Baghdadi) menceritakan bahwa konon ada seorang syekh yang menelan tepung dengan kualitas nomor satu. Saat ditanya mengapa melakukan hal itu, ia menjawab, “sungguh, aku telah menghitung antara kunyahansampai ditelannya tepung itu dapat digunakan untuk bertasbih sebanyak 70 kali, tapi aku tidak mengunyah roti sejak 40 tahun. Maka ketahuilah, orang yang yakin bahwa setiap jiwa itu adalah permata yang tidak bernilai, maka ia tidak akan menyesal kehilangan permata itu.
Cara melatih diri menghancurkan hawa nafsu yaitu dengan mengurangi porsi makan atau makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang. Fastabiqul khoirot…Semoga bermanfaat
Dikutip dari “ ihya’ ulumuddin”

Risalatul Munawwaroh
PP Darun Nun BCT Blok F3 No 4 Sukun Malang
 
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar