Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

HAKIKAT RIYA’

Pondok Pesantren Darun Nun Malang


HAKIKAT RIYA’
Kata riya’ berasal dari kata ru’yah. Sedangkan kata sum’ah bersal dari kata sima’. Makna sal riya’ adalah mengharap orang lain melihat posisinya diantara manusia. Terkadang dilakukan dalam bentuk amalan  bukan ibadah terkadang juga dalam bentuk ibadah.
Adapun memamerkan pakaian yang baru nan indah, warna yang elok dipandang hingga membuat orang lain tersengkok kagum, rambut yang indah, suara yang lembut, pura-pura khusu’ adalah penyempurnaan riya’. Begitu pula  dengan ulama’ yang menonjolkan kemampuannya dengan melantunkan sajak-sajak indah dalam ceramahnya untuk memperlihatkan kapasitas keilmuannya, kecuali jika tujuannya adalah agar ajaran agama yang disampaikannya lebih memudahkan diterima disertai nilai yang tulus dalam menyampaikan ceramahnya. Yang demikian ini dibolehkan.
Riya’ adalah bentuk mencari kehormatan. Dengan demikian ukuran kehormatan yang di bolehkan adalah jika untuk memenuhi kebutuhan hidup yang mendesak saja, seperti mencari sedikit harta yang hukumnya dibolehkan. Jadi, disamping mengandung racun, kehormatan atau pangkat juga menjadi obat, sama halnya dengan harta. Sebagaimana halnya harta yang dapat melalaikan dan melengahkan manusia dari mengingat Allah, begitu pula dengan kehormatan yang banyak.
Namun, jika engkau mendapatkan kehormatan atau pangkat berlimpah tanpa berasal dari keinginanmu sendiri, dimana jika kehormatan tersebut hilang engkau tidak sedih karenanya dan kehormatan itu tidak memalingkanmu dari mengingat Allah, lalu engkau menggunakannya seperti penggunaanmu terhadap harta yang berlimpah yaitu dengan di dermakan untuk mementingkan kepentingan orang lain dan untuk kemanfaatan makhluk maka hukumnya boleh.
Jadi kebolehan memiliki kehormatan atau harta yang banyak adalah jika keduanya tidak menjadikan manusia lalai dari mengingat Allah dan saat kehormatan itu hilang, ia tak merasa sedih.
Metode menghindari riya’ dan terapinya yaitu engkau harus menyadari bahwa sumber dari riya’ adalah cinta harta, kehormatan dan pujian. Selanjutnya berfikir dan sadarilah bahwa Allah melihat isi hatimu, sehingga engkau akan berkata kepadaNya “ aku adalah orang yang paling hina dalam pandanganMu.” Jika engkau sudah menyadari akibat riya’, meskipun untuk menghilangkan riya’  ditempuh dengan kematian, engkau akan mengetahui bahwa terlepas dari riya’ itu lebih utama.  
Risalatul Munawwaroh
Dikutip dari “ihya’ ulumuddin”
PP Darun Nun BCT Blok F4 No 3 Sukun Malang
 
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar