Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Farla & Evi, Berhenti sejenak di QS. 94:5-6





                Mega merah tertata sangat rapi nan indah, serta abangnya sangat jelas di netraku.  Gelembung-gelembung awan tak mau kalah mencuri perhatianku, ia berbaris rampak di sekitar mega abang itu. Tak lama kemudian waktu shalat maghrib tiba. Suara takmir Masjid Baiturrahman tengah mengalunkan kalimat adzan. Mahasantri Darun Nun pun dengan malu menengadahkan kedua tangan disusul doa lirih setelah usainya adzan dikumandangkan. Selesai mengusapkan kedua tangan di romannya, beberapa dari kami bersahut kata antri secara bergantian untuk mengambil air wudlu.
                Nila       : ana fil hamam amam.
                Izzati   : ba’daki…….
Riza      :after you yes Mss. Izza…
Beginilah keadaan hirup pikuk pondok pesantren Darun Nun, mahasantri terlihat sangat bersemangat ketika hendak menghadapNya pada waktu shalat tiba.
Selesai mengambil wudlu, kami berbondong-bondong mendatangi masjid untuk menyahuti panggilan dariNya.
Allahu akbar… shalat maghrib dimulai. Selesai membaca QS. Al-Fatihah, imam masjid lanjut membaca surat. Pada ayat ke-5 terbaca oleh sang imam, pikiranku mulai membuka awing-awang. Sejenak cerita dua hari yang lalu teringat olehku. Ya, iya itu adalah ceritaku dan Farla.
Dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 11 hari sabtu. Farla ingin membeli sebuah flashdisk, aku tahu itu dari Fitri, teman sepondok kami.
Evi         : Fit, I need a flashdisk, I want to buy it.
Fitri      : hmmm.. I hear that Farla want to buy it ba’da atsar. I think you can buy it with  Farla.
Evi         : Are you sure?
Fitri      :Yes, I’m sure dear…
Evi         : ok. Thanks for your information. I will ask to Mss. Farla
Fitri melanjutkan melahap bakso yang baru saja dibeli di Bakso Bintang Kota, tentangga kami. Kami baru saja sampai di pondok setelah sepanjang siang kami kelilingi Pasar Besar untuk mencari sarung yang sesuai selera kami. Iya, sarung khusus perempuan yang digunakan untuk bawahan mukenah. Kami merasa sangat lapar dan sebagai jalan keluar, kami membeli bakso di tetangga kami.
Selesai makan, ku bersihkan mangkok beserta sendok dan garpu yang selesai ku gunakan. Ku letakkan kembali peralatan makan itu ke tempat semula. Kemudian kudatangi Farla yang tengah asyik tertawa seorang diri di depan laptopnya.
Evi         : Farla…
Farla     :…….
Farla hanya terdiam dan memandangi layar laptop seraya memegangi telinganya. Baru kusadari terdapat headset di keduan telinganya. Ku berniat memanggilnya kembali dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya.
Evi         : Farla…..
Farla     : Hah… (Dia tersentak kaget, pandangannya beralih kepadaku.)
                 Why????
Evi         :Far, I hear from Fitri that you will buy a flashdisk ba’da atsar. Won’t you?
Farla     :Yes, I ‘ll. Why?
Evi         : How do you think if I follow you? I need a flashdisk too.
Farla     :Arasso.
                (To be continue)

Evi
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar