Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

CORETANKU EDISI 2



Hakikat kalimat uhibbuka/ki fillah itu dapat diibaratkan sebagaimana formulasi maslahah dalam konsep ekonomi islam.
M= π + B, dimana M= Maslahah; π= profit (dunia);dan B= Berkah (akhirat). Maka jika dimasukkan kedalam rumus tersebut dapat disimpulkan bahwa jika kita mencintai sesuatu/seseorang hanya karena ketampanannya, kepintarannya, kecantikannya, hartanya maka yang didapat hanyalah dunia saja yang manfaatnya hanya bisa diambil dalam sekejab saja. Tapi jika kita mencintainya juga karena jalan Allah, maka tidak hanya dunia, akhirat pun mengikutinya begitu juga maslahah yang akan jauh lebih besar.
(Pasca kuliah ekonomi islam)

Hukum utilitas marginal yang semakin berkurang menyatakan bahwa, ketika jumlah suatu barang yang dikonsumsi meningkat, utilitas marginal dari barang tersebut cenderung berkurang. Semakin sering mengkonsumsi barang tersebut, maka pada satu titik tertentu akan timbul kejenuhan atau kepuasan yang semakin berkurang. Misalnya, jika kita mengkonsumsi es krim saat pertama kali maka kita akan mendapatkan tingkat kepuasan atau utilitas tertentu. Tetapi kepuasan tersebut akan semakin berkurang jika kita menambah konsumsi untuk yang kedua, ketiga dan seterusnya dalam satu waktu. Bahkan jika kita menambah es krim cukup banyak, bukan kepuasan yang akan didapat, melainkan kita bisa jatuh sakit.
Begitu pula cinta, mungkin saat pertama kali mengucapkan kata cinta, timbul kepuasan yang amat besar. Namun jika terlalu sering diucapkan yang ada hanyalah kehambaran tidak manis, tidak asin, tidak asam, bahkan terasa pahit sekali. Jadi jangan mudah mengucapkan cinta, kalau kau belum siap untuk bercinta. Diamkan dulu lisanmu. Tunggu saat yang tepat, dimana semuanya telah siap untuk didapat.
(Pasca kuliah microekonomi)

Kunci seorang pelari marathon yang hebat adalah tingkat kefokusannya untuk mencapai garis finis dan kuat tidaknya tali sepatu. Demikian pula para pejuang cita- cita. Kunci utamanya adalah focus. Focus dengan apa yang dicita- citakannya serta menguatkan “tali sepatu” agar tidak mudah jatuh dan dapat memberikan kekuatan kaki meringkankan dalam berlari mencapai cita- cita.

(Pasca membaca berita sepakbola) 
Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Farla A.s
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar