Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BEREBUT ADZAN



Berebut Adzan



Saya seorang anak desa dari lamongan. Bagi kami-anak-anak desa, Sawah adalah sahabat karib. Tempat kita bermain layang-layang, bermain air, maupun berlarian di rerumputan sawah yang belum ditanami padi. Namun, satu hal yang paling susah dijangkau dari desaku. Yakni GUNUNG
“Mbak, aku pingin liat gunung” kata adik kecilku
“Oke, siap-siap yah, besok bangun subuh. Abis subuh kita ke sawah liat gunung”
Esok hari kami mulai bertengger di atas gubuk sawah yang terbuat dari anyaman bamboo-bambu desa.
“Mbak mana gunungnya?”
“Itu loh dek yang warnanya kebiru-biruan” sambil menunjuk kearah gunung
“Kecil sekali mbak” sahut adik satunya
“ Iya sayang, gunung itu sangat jauh dari sini. Makanya keliatan kecil. Nah kalo kita ke sana gunung itu sangaaaat  besar. Gunung adalah ciptaan allah yang sangat besar dan dijadikan sebagai pasak di muka bumi ini. Tahukah adek bahwa di dalam bumi ini ada cairan yang sangat panaas?”
“Masak sih mbak?? Kan ini tanah yang aku injak”
“Adek tahu telor?(adik-adikku mengangguk) telor itu atasnya keras, tapi dalamnya?”
“iya cair sih, kalo belum dikukus hehe”
“iya betul adik. Di dalam bumi ada cairan yang saaangat panas. Yang kadang-kadang akan keluar ke permukaan. Kita sebut itu gunung meletus.”
“oo.. iya kemarin aku liat berita di TV kak. Yang ada merah-merah keluar dari gunung  itu loh kak kayak kembang api maha gede” adik kecil menyahut
“haha. Itu lava namanya” si kakak menanggapi
“banyak orang yang salah mengartikan. Mereka mengira gunung itu sebagai tuhan. yang bisa sewaktu-waktu marah dan mengeluarkan lava itu. Tapi kita sebagai umat islam harus percaya kalau tuhan itu satu. Siapa??”
“Allah… “ jawab mereka serentak
“betul sekali. Gunung itu mah kecil kalau dibandingkan kekuasaan allah. Bahkan banyak sekali planet-planet dan bintang yang lebih maha besar dari gunung, bisa diatur oleh kekuasaan allah. Suatu hari nanti Jutaan gunung akan memuntahkan isinya. Bumi ini akan digonjang ganjingkan. Langit akan diruntuhkan. Seruntuh runtuhnya. Tak aka nada yang bisa selamat. Kita semua akan mati dan nanti akan dihidupkan kembali dengan wajah-wajah yang berbeda-beda. Ada yang seperti binatang, ada yang sangat tampan dan segar. Adek mau yang mana?”
“Aku gak mau jadi binatang mbak”
“maka dari itu. Harus rajin sholatnya, Adzannya, puasanya, dan baik sama pak e sama buk e. Oke?”
Mereka hanya diam tak menyahut. Kupeluk keduanya sambil melihat kembali gunung kecil yang mulai pudar oleh sinar mentari. Saat sore tiba, pak e bercerita bahwa kedua adikku berebut untuk mengumandangkan adzan di masjid. Hehe sungguh lucu mereka ini. 


Dyah Ayu Fitriana
Bukit Cemara Tidar
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar