Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

The Miracle Of Sedeka


Sebelum langsung menuju ke tema, mungkin saya akan mengawali dari cerita dulu ya rekk...
Dulu waktu masih kursus bahasa  inggris di pare, tepatnya waktu kelas speaking, tutor saya yaitu mr.amir menugaskan untuk menceritakan tentang pengalaman yang tidak bisa dilupakan karena juga pada waktu itu tema yang dibahas dalam modul yaitu“telling experience (bercerita tentang pengalaman)” yang mana dalam contoh cerita di modul tersebut yaitu “birthday party (pesta ulang tahun)” . Sebagai tugasnya setiap anak dikelas disuruh untuk menceritakan pengalaman mereka masing-masing, kita dibagi menjadi beberapa kelompok dan tiap anak menceritakan pengalaman mereka kepada kelompoknya. Singkat cerita tiap anak menceritakan pengalaman masing-masing tentang hari ulang tahunnya.
Dan untuk saya sendiri bingung nih mau menceritakan apa, sayapun gak mau ambil pusing saya ambil aja pengalaman saya waktu ultah juga, yaitu bersama keluarga kecil saya (temen-temen kontrakan). Hemmm sambil bercerita kepada teman-teman kelompok, saya bergumam dalam hati “kok saya sebenarnya ada cerita lain ya,,yang insyallh lebih mengena dan bisa buat pelajaran juga buat kita semua”.
Next,,,,,
Tiba-tiba diseperempat cerita, saya berhenti dan izin ke teman sekelompok saya untuk ganti tema. Saya bilang “hemm,, sorry friends, can I change my topic?, , please!!” kata saya kepada teman-teman sekelompok dan berharap mereka semua menyetujuinya. Akhirnya dengan tidak berat hati teman-teman menjawab “yeah, it’s ok”.,” I think,,never mind”..disambung celetuk salah satu temen saya.
Dan sayapun dengan semangat 45 langsung memulai cerita tentang pengalaman yang insyallah tidak akan saya lupakan ini. Kejadian ini terjadi sekitar satu tahun yang lalu, ketika saya masih duduk di semester 3, tepatnya di tahun 2012.
Tak ada yang istimewa dihari itu, sama saperti aktifitas saya seperti biasanya, berangkat kuliah di pagi hari,dikampus aktifitas sama temen-temen, habis kuliah langsung capcus kerja dan pulang hingga  malam. Pada hari itu saya pulang kerumah lumayan larut malam, yaitu sekitar jam 8 malam karena ada lemburan yang harus diselesaikan di tempat saya kerja part time. Sesampainya dirumah saya langsung memarkirkan kendaraan tepat disebelah pintu rumah , yaitu tempat dimana biasanya saya parkir kendaraan sebelum saya masukkan ke dalam rumah. Karena mungkin saking capeknya saya langsung istirahat dikamar dan tertidur setengah (belum sampai alam mimpi maksudnya.,hee)
selang beberapa menit kemudian saya dibangunkan teman saya dan diingetin “nad (panggilan saya) sepeda motor kamu gak mbok lebokne disek  a?? (nad,,motor kamu gak kamu masukin dulu ta?)”
trus saya menjawab”ngkog disek ae wes, isik kesel (nanti dulu aja deh, masih capek nih)”.
karena mungkn teman saya juga capek karena seharian aktifitas penuh sama seperti saya, yaitu kuliah sama kerja part time. kamipun berdua udah gak sanggup menahan pedihnya mata, langsung tertidur pulas hingga menjelang shubuh. Ketika adzan shubuh saya bangun dan beberapa menit kemudian diikuti teman saya bangun dan menunakan sholat shubuh. Seperti shubuh-shubuh sebelumnya seteah sholat biasanya ngaji sebentar. Hanya beberapa menit dan dapat beberapa ayat membaca al-qur’an tiba-tiba saya terinat tentang sesuatu, sontak saya kaget dan setengah berteriak “astaghfirullah diyn (nama panggilan teman saya satu kamar, dyan) sepeda motor ku belum tak masukin”. Dengan hati dag dig dug saya ambil kunci motor dan kunci pintu rumah langsung turun tangga dan mengecek keberadaan motor saya.
Tak pikir panjang langsung nyaut kunci sepeda motor yang ada dicantelan sebelah pintu, sampai depan pintu langsung saya buka pintu rumah, dan ternyata,,,,,
teng tong,,,,,,,dengan mata terbelalak dan kaget, ,,,,
apa nih tebakan temen-temen??????
penasaran ?????!!!!!
dengan hati dag dig dud dearr,,,
alhamdulillah masih utuh seperti sedia kala, padahal beberapa hari sebelumnya tetangga sebelah rumah pas, bercerita bahwa sepeda motor milik beliau yang biyasanya di parkir di depan rumah hilang ,(pantesan akhir-akhir ini sepeda motor beliau yang biyasanay etrparkir didepan rumah ttiak kelihatan) tetangga juga sering mewanti-wanti (menasehati) untuk berhati-hati dalam masalah penjagaan motor. Selain itu saya juga teringat pacar teman saya satu kontrakan yang kos nya tidak jauh dari tempat kami, hanya beda RT kehilangan 1 sepeda motor dan beberapa laptop.
Sungguh kejadian ini hal luar biayasa, betapa yang maha kuasa mengetahui kalau itu satu-satunya harga berharga , soale gak enek tunggale, nduwene mek iku...hehe(gak ada yang lain, Cuma punya itu)
Saya berfikir keras atas kejadin ini, sungguhkah ini kemurahan dari-Nya, bagi seorang hamba seperti saya yang sering lalai akan ajarannya???? Hanya yang maha pemurah_lah yang tahu.
Nekt,,,,,,,
mungkin inilah yang saya sebut sebagai “miracle of sedekah” .
(Cerita sebelum kejadian) satu hari sebelumnya adalah hari kebangkitan bagi saya.
soalnya itu adalah hari dimana saya menerima gaji,hehe,, ya meskipun nilainya tak seberapa tapi itu sangat berarti, apalagi bagi mahasiswa seperti saya yang saldo selalu mepet diambang batas akhir,,haha
lanjut cerita(ehhm),, sebelah kontrakan saya itu ada rumah kecil, sempit dan dengan perabotan seadanya yang dihuni oleh seorang nenek, sendirian tanpa ada satu family pun yang menemani, kondisinya yang tua renta tanpa sanak saudara membuat kondisi beliau sangat memprihatinkan. Tapi itu semua tak membuat beliau bersedih, terlihat dari keseharian beliau yang selau tersenyum ramah dan menyapa dengan lembut setiap saya dan teman-teman melewati rumah yang beliu tempati.
singkat cerita, melihat kondisi nenek tersebut menggerakkan hati saya untuk memberikan sesuatu kepada beliau, (bukan bermaksud riya’ lo ya rekk) entah apa bentuknya. harapan saya semoga nenek tersebut bisa senang dan tersenyum lepas ketika saya membelikannya sesuatu. Tanpa pikir panjang setelah menerima gaji saya langsung capcus ke toko untuk membeli, bingung juga ni sampai toko mau saya belikan apa. Karena pikir saya nenek-nenek dan giginya sudah tidak kuat(hehe) saya belikan roti dan sisa uangnya saya masukkan kedalam kresek satu bungkus dengan roti.
tak ambil waktu lama langsung saya berikan kepada nenek tersebut.
Dalam al-qur’an surat al-an’am: 160 menerangkan bahwasanya barang siapa bersedekah maka allah akan meembalasnya dengan 10 kali lipat. Mari kita tengok ayatnya......

`tB uä!%y` ÏpuZ|¡ptø:$$Î/ ¼ã&s#sù çŽô³tã $ygÏ9$sWøBr& ( `tBur uä!%y` Ïpy¥ÍhŠ¡¡9$$Î/ Ÿxsù #tøgä žwÎ) $ygn=÷WÏB öNèdur Ÿw tbqßJn=ôàムÇÊÏÉÈ  
160. Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan Barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka Dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
Secara logika, sepeda motor saya yang ada diluar rumah tentunya menjadi sasaran empuk para maling, mengingat tetangga dan pacar teman saya baru saja kehilanagn sepeda motor, dan semenjak kejadian  itu daerah itu menjadi daerah yang rawan dengan kausus pencurian. Tapi apa yang terjadi dengan sepeda moto saya? Tanpa ada lecet dan goresan sedikitpun, masih utuh ditempat seperti sedia kala, dengan posisi yang tanpa berubah.
“ Sungguh inilah campur tangan yang maha kuasa”
Jika kita flashback pada cerita saya tersebut, sungguh ini adalah buktinya. Tahukah teman-teman berapa nominal yang saya sedekahkan kepada sang nenek tadi???
jawabannya 50.000 rupiah,,
tahukan anda berapa harga motor pada saat itu? Harga pada saat itu sudah mencapai 13.500.000.00
Sungguh nominal yang saya sedekahkan بين السماءوالارض (bagaikan langit dan bumi). Allah tidak hanya mengganti 10 kali lipat, tapi hingga beratus kali lipat.
SUBHANALLAH.....
Surat ath-thalaaq ayat 7:
÷,ÏÿYãÏ9 rèŒ 7pyèy `ÏiB ¾ÏmÏFyèy ( `tBur uÏè% Ïmøn=tã ¼çmè%øÍ ÷,ÏÿYãù=sù !$£JÏB çm9s?#uä ª!$# 4 Ÿw ß#Ïk=s3ムª!$# $²¡øÿtR žwÎ) !$tB $yg8s?#uä 4 ã@yèôfuŠy ª!$# y÷èt/ 9Žô£ãã #ZŽô£ç ÇÐÈ  
7. Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

Semoga sekedar tulisan ini bisa membuat kita semua lebih bisa dan ikhlas dalam bersedekah, amiinn yaa robb

By: Laila Nadzifa
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar