Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Mari Berlayar di Lautan Ilmu

Alhamdulillah , tiada pantas kata yang terucap kecuali puji syukur kami padaMu Ya Robb, hingga saat ini masih bisa merasakan indahnya dekapan cintaMu dalam iman dan islam. Kemarin terasa begitu cepat , hingga ternyata kami telah melewati haru itu. Hari yang ditunggu-tunggu dan semangat mempersiapkannya. Semoga barokah manfaat selalu menyelimuti.

Acara workshop Kepenulisan yang diadakan leh Ponpes Darun Nun , pada hari sabtu, 14 Maret 2015 di Masjid Baiturrahman Bukit Cemara Tidar. Acara diikuti oleh santri dari berbagai pondok pesantren. Semoga terus terjalin ukhuwah diantara kita semua hingga sama-sama mewujudkan kejayaan islam dengan berkarya bernafaskan islam , menebar kebaikan dengan goresan pena. Hari itu kami diberikan segudang ilmu dan motivasi oleh tiga pemateri yang luar biasa, beliau adalah :Abina Ustadz Halimi zuhdi, ustadz Rofik dan ustadz Slamet . Tentunya memberikan warna luar biasa dalam hati para peserta hingga mampu menghasilkan beberapa karya kecil dalam waktu yang singkat. Para peserta di minta untuk menulis langsung tanpa ada alasan apapun. Karena sesungguhnya menulis itu kebanyakan malasnya, padahal banyak sekali ide yang ada dalam fikiran.

Pada hakikatnya menulis adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari membaca. Maka jangan mimpi bisa menulis tapi tak pernah membaca. Tuangkan apapun yang ada dalam fikiran , jika  tidak , maka hilanglah semuanya. Tulisan pertama tentu belum bisa menjadi tulisan terbaik, tapi jika terus diasah maka akan menghasilkan tulisan yang indah. Sama halnya ketika kita shalat tahajjud, bukankah itu sulit sekali untuk bangun , disaat orang-orang nyenyak dalam tidurnya. Jika kita ingin berusaha tentu bisa mewujudkannya, entah dengan cara apapun. Tapi jika sudah terbiasa, istiqomah setiap hari, maka itu akan menjadi terbiasa, ia akan menjadi cinta dan kebutuhan. Jika tidak melaksanakannya sekali saja, maka akan sangat terasa berbeda sekali. Begitu pula dengan menulis, jika ia diasah terus, dilatih terus, penuh istiqomah, sedikit demi sedikit, maka lama kelamaan tulisan kita akan indah dibaca, tentunya bisa memberikan manfaat bagi semuanya.


Semoga menjadi awal yang indah untuk terus istiqomah berkarya sampai mati...
Izzati Ruba'ie
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar