Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

IQOB BAHASA



SENIN, 23 MARET 2015
Suasana di mahad tercinta…. Sunyi… Ups.. Rame saat ada yang kena iqob… Iqob??? “Ya Iqob Bahasa”… Darun nun terkenal sebagai pondok berkarya dan berbahasa. Mulai hari ini semua mahasantri Darun nun diwajibkan untuk memakai dua bahasa… Bahasa apa ya??? Bukan bahasa Madura dan Jawa lo…. Hehhehe.. Tapi, bahasa Arab dan Inggris. Sebelumnya kita sudah sepakat bahwa ada iqob bagi mahasantri yang tidak memakai dua bahasa tersebut pondok tercinta ini. Dimulai saat kita bangun dan diakhiri saat kita bubuk.. Mungkin, bisa dikatakan pagi ini, pagi yang apes buat Si X ( Nama Samaran ), salah satu Mahasantri yang selalu bangun pagi. Dia lupa bahwa sudah mulai diberlakukannya aturan itu. Ia nyrocos tanpa menggunakan kedua bahasa tersebut. Hm…. But, untungnya hanya empat kata yang ia ucapkan pagi itu. Sebelum ia memulai shalat malamnya.
Mbak Risa ( Gak usah pakai nama Samaran ya.. ) Sang coordinator bahasa pun secara sigap langsung mencatat kesalahan si X… Wow… Untungnya pagi itu aku gak terlalu bangun pagi (hehehheh Gumamku). Si X pun belum tersadar jika ia sudah dicatat. Setelah pulang shalat subuh dari “Masjid Baiturrrahman BCT”. Ia melihat namanya ada tambahan angka empat. Semua pun langsung tertawa terbahak-bahak. Namun, sambil mengerem omongannya (takut keceplosan gak pakai bahasa).  Oh Iya perlu diketahui buat pembaca nie,, Iqob untuk tidak memakai bahasa arab dan bahasa inggris antara lain:
1-10 kata sehari: hafalan 5 vocab
11-20 kata sehari: hafalan 10 vocab
21-30 kata sehari: hafalan 15 vocab


sampai
 


90-100 kata sehari: hafalan 50 vocab
101-end: hafalan muhtarul ahaadist
Hehheh…. Amagizing kan???? Balik ke cerita.. Setelah mahasantri pulang dari shalat berjamaah dari masjid. Langsung capcus untuk murojaah membaca surat Mubarok, Nun, dan Al Haqqoh. Setelah itu, para mahasantri yang juga merupakan mahasiswa ini berangkat menimba ilmu di kampus. Mereka pun sontak bersorak, ”Akhirnya terbebas”. Setelah mereka berada didepan gerbang. (Batas area bahasa sampai depan gerbang). Hehehhe 
To be Continue

By: Yulia Nailir Rohmah
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar