Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

GADIS CILIK, AJARI AKU SENYUM CERIAMU



               Ketika saya beranjak untuk berangkat ke masjid untuk melaksanakan kewajiban sholat berjamaah di masjid terdekat pondok yaitu masjid Baitur rahman. Ketika  membuka gerbang pintu pondok, tiba-tiba ada teriakan seorang anak kecil memanggil-manggil namaku “ mbak nilaa…. Icuut (ikuut). Panggilan itu tak asing lagi ditelingaku… panggilan neng atifa putri pengasuh pondok pesantrenku. Dia dengan cerianya lari-lari sambil teriak-teriak memanggilku ingin ikut ke masjid. Di pejalanan dia terlihat sangat ceria,  berbanding terbalik dengan kondisiku yang murung, cemberut, seakan-akan senyum pun tak sanggup.. karena sudah terlalu capek seharian beraktifitas di kampus, ditambah tanggungan tugas dan  prolem keluarga yang selalu menari-nari di pikiranku. Tapi ku coba sebisanya menutupi muka sedihku, diperjalanan kita bercanda seakan-akan tak ada sesuatu apapun yang membebani pikiranku.
          Di tengah-tengah perjalanan neng athifa lari-lari dengan cerianya dan mengisyaratkanku untuk mengejarnya . Saking asyiknya bercanda tak disadari ada batu di depannya dan akhirnya  dia tersandung dan terjatuh di jalan. Serontak aku lari menolongnya, terlihat kakinya teluka karena  tergores aspal di jalan. Ketika ku coba menolong dan menanyakan keadaannya dia menjawab dengan senyum, seakan-akan tidak merasakan kesakitan sama sekali. Padahal untuk ukuran anak kecil seperti dia. Pasti dia akan menangis tapi berbeda dengan neng atifa dia dengan luguhnya terlontar ucapan “ndak papa kok mbak nila, ndak boleh nangis, anak hebat ndak boleh nangisan”. Mendengar ucapan yang terlontar dari anak perempuan kecil yang masih berusia tiga tahun setengah itu. Diriku   sangat malu . Anak yang masih kecil seperti itu sudah hebat tak mudah menangis meskipun dia kesakitan. Berbeda denganku yang dikit-dikit mengeluh dan terkadang menangis ketika tertimpa sedikit masalah.
          Kata-kata yang terlontar dari seorang anak kecil yang masih berumur tiga setengah tahun itu. Membuat diriku sadar bahwa dalam menghadapi hidup ini kita harus kuat,  mengeluh hanya akan membuat diri kita semakin lemah dan terpuruk dalam masalah. Masalah bukan untuk membuat diri kita terpuruk akan tetapi masah akan melatih kita menjadi pribadi yang mandiri dan tanggu dalam menjalani hidup. Kita harus ingat Allah menguji kita berarti allah masih sayang terhadap kita. Dan seperti halnya firmannya bahwa “Allah tidak akan menguji seseorang melebihi batas kemampuannya”.  J

Nailatul Mufarihah 
Bukit Cemara Tidar

Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar