Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Engkaulah Kehidupan




Rutinitas merupakan bukti hidupnya seorang insan. Ketika seorang insan dihadapkan dengan berbagai macam aktivitas, hal ini akan memberikan dorongan insan tersebut untuk lebih pandai mengatur waktu. Begitu pun bagi insan-insan yang memiliki waktu lebih  longgar dengan aktivitas yang sedikit, akan mendorong insan tersebut untuk menambah aktivitasnya guna memanfaatkan waktu yang tersedia. Waktu adalah nikmat Allah yang diberikan kepada hambanya sebagai pertanda kehidupan. Insan yang yang masih dikaruniai kehidupan, maka dia masih mmiliki waktu. Sebaliknya, seseorang dikatakan tidak memiliki waktu, ketika seseorang sudah dipisahkan antara ruh dan jasadnya oleh Sang Pemisah yakni Malaikat Izra’il.
Berbagai macam sikap muncul sebagai dampak dari mengatur waktu, sikap yang terbaik adalah disiplin serta menghargai waktu, ditandai dengan bersegera melakoni aktivitas yang dihadapkan kepadaya. Sebaliknya, sikap terburuk ditandai dengan  bermalas-malasan, tidak menghargai nilai waktu dengan menunda-nunda aktvitas yang seharusnya dapat ia kerjakan saat itu juga. Masa depan adalah suatu hal yang fana bagi umat manusia. Tidak dapat terdeteksi kapan seorang umat akan dicabut nyawanya. Akhirnya, Sang Pencipta menyeru ciptaannya melalui Nabinya untuk memanfaatkan waktu secara seimbang antara melakoni rutinitas untuk kepentingan duniawi dan rutinitas untuk kepentingan ukhrawi.
Allah memberikan hidayah kepada sebagian umatnya akan berharganya sedetik waktu. Sehingga sebagian umat ini akan senantiasa hidup disiplin dengan memanfaatan waktu di jalan yang Allah ridha terhadapnya. Di sisi lain, Allah memberikan hidayah dengan cara yang berbeda. Ketika seseorang tidak mendapatkan hal yang diingikan sebab kurangnya ia dalam menggunakan waktu yang tersedia, disinilah ia tersadar bahwa waktu itu berharga. Paling akhir, semoga kita semua digolongkan ke dalam umat-umat yang bisa menghargai betapa berharganya nilai dari sedetik waktu bagi sebuah kehidupan.
Denganmu aku hidup, tanpamu aku mati
Sungguh berharga dirimu bagiku.
Duhai Waktu... .. ..

Evi

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar