Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BELAJAR MELIHAT

     
        15 Maret. Cerita ini tentang suami istri yang hidup penuh dengan kekurangan. Minggu lalu saya menghadiri Baksos Berjamaah yang diprakarsai oleh MJWJ surabaya. Dalam keramaian kami membantu banyak warga untuk memeriksa kesehatan mereka. saya yang tak tahu apa-apa tentang kesehatan akhirnya mencoba mencari kesibukan lain. yah saya mahir beramah tamah dengan warga.
         tanpa saya sadari seorang lelaki tua yang sedang mengantri tiba-tiba menangis. tanpa suara. saya melihat wajahnya bercucuran air mata. saya dekati pak tua itu.
    "Bapak Kenapa?" tanyaku
    "Tak apa Nak" jawabnya. senyumnya santun tapi penuh makna. terlihat kesedihan yang mendalam di matanya.

    aku mengantarnya sampai menuju tempat pemberian sembako. badannya terlihat ringkih namun kubujuk untuk pemeriksaan kesehatan beliau tak mau.
    akhirnya kuantar beliau ke rumahnya. rumah itu penuh dengan kegelapan. tak ada lampu penerang.
    bau tanah yang terguyur oleh air menyeruak dihidungku.
    aku berjalan masuk ke rumah, kulihat ke sekeliling. sungguh mataku nanar melihat seorang perempuan tua yang terkulai lemas di atas kasur. wajahnya pucat tanpa dapat berkata.

    pak tua mulai bercerita, bahwa hidupnya hanya berdua. dirinya yang sakit biasanya juga hanya terkulai lemas di atas kasur. wanita tua itulah yang biasanya mencari nafkah menjual beberapa makanan di depan rumah. setiap hari tanpa lelah dia mengurus suaminya. namun sayangnya stroke telah menjadikannya tak berdaya. jangankan berjalan dan bekerja. mengedipkan matanya pun susah.
     sejak saat itu hanya dengan pemberian tetangga mereka bertahan hidup. dengan kasih sayang pak tua itu membelai rambut istrinya. air matanya meleleh dan berkata.
"Aku hanya dapat menangis, karena sungguh malu diriku sebagai suami yang membiarkan istri terkulai lemas tanpa dapat memberikan apa-apa"

Terkadang dalam hidup kita harus bisa melihat sisi lain dari kehidupan. tak melulu melihat masalah dalam diri kita saja. namun lihat lebih luas, sungguh banyak porang kekurangan. sungguh adalah keji jika hanya melihat tanpa merasa bersalah. karena kemakmuran saudara adalah tanggung jawab kita

Dyah ayu fitriana


Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar