Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Wisuda…Nggak Penting!!!


Usia 7 tahun termasuk usia yang begitu muda bagi para orang tua bahkan disaat usia tersebut anak masih manja-manjanya sama orang tua. Tapi, disini seorang anak tidak seperti halnya anak pada umumnya. Sebut saja namanya Ima. Ima adalah seorang anak yang hidupnya mulai dari kecil penuh dengan kemandirian bahkan disaat orang tua teman-temannya mengantar ke sekolah ,ima hanya berangkat sendiri tanpa diantar orang tuanya. Ima hanya berdiam saja, dan hanya bisa memandang wajah para orang tua temannya. Disini ima merasa sedih, hanya bisa merenung ,sebab orang tuanya tidak bisa mengantar ima ke sekolah. Karena sang ayah harus pergi ke kantor dan ibu harus menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Tapi ima bersabar dan berdoa semoga ini yang terbaik buat ima dan orang tuanya. Di sela- sela kesibukan belajar, ima menghabuskan waktunya untuk bermain dengan teman sebayanya. Ia merasa kalau teman itu bisa menghilangkan kejenuhannya.

Enam tahun kemudian, ima sudah menginjak kelas enam SD. Dia sudah mulai dewasa dalam menyikapi berbagai hal. Dia mulai aktivitasnya dengan teman sebayanya dan ditemani dengan hangatnya canda tawa bersama teman-temannya. Belajar …bermain..kata kata itulah yang sering dikatakan oleh ima dan teman-temannya. Namun sekarang, waktunya untuk belajar ,belajar dan belajar tanpa banyak bermain. Soalnya ima sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional yang biasa di laksanakan di sekolah-sekolah secara serentak. Dukungan dan do’a selalu dipanjatkan. Hal itulah yang membuat ima tetap bersemangat dalam menjalani hidupnya. Setelah selesai ujian pasti yang ditunggu hal sacral yaitu wisuda. Yang biasanya rame akan penttas seni, naik panggung, foto-foto bersama teman memakai toga. Dan bersama orang tua. Tapi semua itu hanya mimpi belaka yang diidam-idamkan oleh ima karena dihari wisudanya Ima orang tua ima tidak bisa menghadiri wisudanya Ima. Ima hanya bisa Meneteskan air mata dihari wisudanya tanpa disandingi kedua orang tuanya. 

Jadilah anak yang tetap sabar dan menerima semua kenyataan walau pahit mungkin allah sudah merencanakan yang terbaik buat kita. sabar adalah kunci keberhasilan. banggakan kedua orang tua kalian walau sedikit waktu yang mereka berikan untuk kalian.

sekian yang bisa penulis ceritakan kurang dan lebihnya mohon maaf.. :)

Nur Alfiyatul Hikmah - santri darun nun
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar